KOTA SUKABUMI - Tim Penelusur Siap Tagih 16 ribu PKB Yang Belum KTMDU

KOTA SUKABUMI

Tim Penelusur Siap Tagih 16 ribu PKB Yang Belum KTMDU

NERACA

Sukabumi - Pemerintah Kota Sukabumi melalui Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Sukabumi terus melakukan penelusuran Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di wilayah Kota Sukabumi.

"Di Kota Sukabumi sendiri sudah dibentuk Tim penelusur di setiap kelurahan, yang tugasnya melakukan penyisiran bagi kendaraan yang belum bayar pajak, sehingga semua masyarakat yang mempunyai kendaraan tapi belum bayar pajak, nanti tim itu (penelusur) akan menagih ke setiap rumah warga. Dan ini merupakan kerjasama antara BPKD Kota Sukabumi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat," ujar Kabid Penagihan Pajak dan Bukan Pajak Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Unang Djunaedi disela-sela kegiatan Bintek KTMDU Pajak Kendaraan Bermotor di salah satu hotel kawasan Suryakencana Kota Sukabumi, Rabu (14/3).

Karena, lanjut Unang, Pemkot Sukabumi mendapatkan dana bagi hasil dari PKB per tahun dari Bapenda Provinsi Jabar sekitar Rp56 miliar, dan dana sebesar itu digunakan untuk pembangunan di wilayah Kota Sukabumi."PAD kita kan kecil, kalau bukan dari bagi hasil pajak, kemungkinan pembangunan di kota Sukabumi juga tidak akan maksimal," terang Unang.

Berdasarkan data dari Kantor Cabang Pelayanan Pendapatan Daerah (KCPPD) Provinsi Jawa Barat Wilayah Kota Sukabumi, saat ini ada sekitar 16 ribu kendaraan roda dua dan empat yang belum membayar pajak. Dengan begitu BPKD Kota Sukabumi mendorong dengan dibentuknya tim tersebut untuk melakukan penagihan ke setiap masyarakat."Setelah data penunggak pajak kendaraan sudah ada, baru tim itu akan bergerak untuk melakukan penagihan ke masyarakat, dan data sebanyak 16 ribu itu harus tuntas di penghujung tahun ini," tuturnya.

Untuk itu, pihaknya menghimbau, agar masyarakat yang belum membayar pajak, segera membayar pajak kendaraanya, karena nantinya dari pajak itu akan digunakan untuk pembangunan di Kota Sukabumi."Saya menghimbau taatlah bayar pajak kendaraanya sesuai dengan jenis kendaraan," pungkas Unang. Arya

BERITA TERKAIT

Berikan Payung Hukum Khusus - Pemerintah Kritik Unicorn Yang Belum IPO

NERACA Jakarta – Desakan pemerintah lewat Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto dan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara agar empat perusahaan starup…

Diversifikasi Pasar Ekspor untuk RI yang Sejahtera

  Oleh: Nurul Karuniawati, Peneliti Universitas Udayana               Setiap peluang perdagangan akan menentukan pertumbuhan ekonomi sebuah bangsa. Karena itu,…

Pengusaha Harus Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

NERACA Jakarta – BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Barat mengajak pengusaha di daerah itu untuk menyiapkan diri dan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Pemkot Sukabumi Terus Berikan Perhatian Kepada Penyandang Disabilitas

Pemkot Sukabumi Terus Berikan Perhatian Kepada Penyandang Disabilitas NERACA Sukabumi - Walikota Sukabumi Achmad Fahmi mengakui jika fasilitas khusus untuk…

Padi Organik jadi Sektor Unggulan, Petani Dilatih Metode System of Rice Intensification

Padi Organik jadi Sektor Unggulan, Petani Dilatih Metode System of Rice Intensification NERACA Jakarta - Dalam menjalankan program tanggung jawab…

OUE Lippo Healthcare Bangun Rumah Sakit Internasional di Shenzhen

OUE Lippo Healthcare Bangun Rumah Sakit Internasional di Shenzhen NERACA  Jakarta - Grup Lippo terus melebarkan ekspansi usaha. Tak lama…