Asuransi Generali Perluas Pasar ke Semarang

NERACA

Jakarta - Korporasi penyedia jasa asuransi dari Italia, Generali Group, melalui PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia, memperluas pasar ke Semarang, Jawa Tengah, yang dinilai sebagai salah satu kota dengan laju pertumbuhan yang sangat pesat.

"Perkembangan industri asuransi di Jawa Tengah dan Yogyakarta menunjukkan pertumbuhan yang selalu selalu meningkat. Dengan penguatan kantor keagenan baru di Semarang, kami yakin pertumbuhan premi Generali di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya akan berperan besar bagi kesuksesan Generali Indonesia dalam lima tahun mendatang," kata Chief Agency Officer Generali Indonesia, Wianto Chen, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (13/3).

Menurut dia, Semarang sebagai kota terbesar kelima di Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 1,7 juta jiwa juga memiliki potensi bisnis yang sangat besar. Melihat potensi tersebut, Generali Indonesia terus memperkuat jaringan distribusi keagenan, salah satunya dengan kehadiran kantor keagenan "Generali Money Smart" yang dinilai akan semakin memperluas pasar di Jawa Tengah untuk memenuhi kebutuhan asuransi masyarakat Semarang dan sekitarnya.

Ia mengingatkan bahwa berdasarkan data OJK, pertumbuhan tingkat literasi dan inklusi keuangan di Jawa Tengah selalu positif dengan presentase 33,51 persen dan 66,23 persen pada tahun 2016. "Hal ini menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat Jawa Tengah untuk berasuransi yang semakin tinggi. Berdasarkan data penjualan Generali, daerah Jawa Tengah yang mencakup Solo, Pekalongan, Semarang dan Yogyakarta menyumbang kontribusi lebih dari 10 persen terhadap total premi agency pada 2017," ucapnya.

Ia memaparkan, didukung dengan lebih dari 11.000 agen, Generali berhasil mencatatkan premi bruto sebesar Rp3,2 triliun di kuartal 4 tahun 2017. Berkontribusi sebesar 44 persen dari seluruh penjualan Generali pada tahun 2017, jalur distribusi keagenan dinilai akan tetap menjadi garda utama dalam pemasaran produk Generali. Selain itu, lanjutnya, pengembangan teknologi digital untuk mendukung kinerja agen terus dilakukan, termasuk pengembangan iConnect sebagai sarana penjualan hingga training dalam bentuk "e-learning".

Saat ini, Generali telah mempersembahkan berbagai sistem dan produk inovatif di antaranya Auto Risks Management System (ARMS), sebuah perisai pelindung investasi yang membantu nasabah mengelola risiko investasi secara otomatis.

Kemudian ada pula iPLAN (Insurance Protection Linked Auto Navigation), produk yang memberikan proteksi kesehatan lengkap dan Bonus Hidup Sehat hingga sebesar Uang Pertanggungan, serta iPLAN Syariah, produk asuransi jiwa unit link berbasis syariah dengan preposisi wakaf dengan manfaat "3 in 1" yaitu perlindungan diri dengan proteksi jiwa, mengamankan masa depan keluarga saat terjadi resiko, dan kesempatan beribadah untuk umat banyak.

"Melalui kombinasi produk dan layanan inovatif serta jalur distribusi yang semakin luas, Generali yakin dapat menyentuh semakin banyak masyarakat untuk mewujudkan visi Generali yang secara aktif melindungi dan meningkatkan kehidupan masyarakat Indonesia serta menciptakan nilai-nilai bagi hidup mereka yang kami layani," ujar Wianto Chen.

BERITA TERKAIT

Asuransi Syariah Petani

Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Selain sebagai negara bahari Indonesia dikenal sebagai negara agraris yaitu pertanian. Maka otomatis…

Sharp Siap Rajai Pasar Pompa Air - Perkenalkan Empat Tipe Baru

NERACA Jakarta– Sesuai komitmen yang terus dijaga PT Sharp Electronics Indonesia untuk menjadi pangsa pasar nomor satu di tanah air,…

APLN Optimis Borneo Bay City Diserap Pasar - Geliat Infrastruktur di Kaltim

NERACA Jakarta – Selain ekspansi bisnis di luar pulau Jawa, seperti ke Batam, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) juga…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pertumbuhan Kredit Juni Double Digit

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan penyaluran kredit perbankan pada Juni 2018 masih di…

Literasi Keuangan Dinilai Masih Rendah

      NERACA   Jakarta - Asosiasi Teknologi Finansial atau Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) mengatakan literasi keuangan masyarakat di…

BI Sebut Ada Capital Inflow Rp6 Triliun - Bunga Acuan Naik

      NERACA   Jakarta - Modal asing masuk melalui Surat Berharga Negara sebesar Rp6 triliun setelah imbal hasil…