Stanchart Bidik Bisnis KPR di atas 30%

KALO KILAS DAH PENUH GESER AJA, BIAR CEPAT PENUH

Stanchart Bidik Bisnis KPR di atas 30%

Jakarta –Standart Chartered Indonesia (Stanchart) membidik bisnis KPR hingga lebih 30%. Meski diakui sebagai pemain baru di bisnis perumahan. Namun memiliki strategi sendiri dalam menggenjot pertumbuhan bisnis KPR 2012. “Baru tahun lalu kami ada produk KPR, ke depan belum tahu semua bergantung pada promosi tapi kita tetap optimis bisa di atas 30%”, kata Country Head Consumer Banking Standard Chartered Indonesia, Sajid Rahman kepada wartawan di Jakarta.9/2

Menurut Sajid Rahman, Stanchart juga yakin kinerja kuangan bisa meningkat melebihi 2011. Total aset Stanchart pada kuartal II 2011 mencapai Rp 42,3 triliyun meningkat Rp 2 triliyun dari periode yang sama ditahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 40,1 triliyun. “Kami berharap pertumbuhan bisa lebih dari 2011,” tambahnya

Lebih lanjut, Sajid menambahkan, selain membidik bisnis propertin dan perumahan, perseroan juga terus meningkatkan porsi dari bisnis Kredit Tanpa Agunan (KTA), kartu kredit, serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Sajid mengakui, Stanchart baru tahun lalu mengelola bisnis KPR. Meski demikian, Standchart mengawali bisnis ini dengan baik. Implikasinya terlihat pada suku bunga kredit konsumsi KPR dengan menetapkan single digit (satu digit), yakni 8,72% untuk kredit long term (jangka panjang) 25 tahun.

Sebagai informasi, Stanchart memberlakukan sistem reward (hadiah) baru yakni 360­­0 . Nasabah akan mendapatkan poin berlipat disetiap transaksi, tidak hanya terbatas pada transaksi kartu kredit. “Bank lain hanya terbatas pada credit card. Stanchart dengan berlakunya 360­­0 jadi poin untuk semua transaksi, termasuk program tabuangan, giro, deposito, investasi, peningkatan layanan segmentasi dan juga credit card”, ungkap General Manager Priority and International Banking, Prefered and Personal Banking Standard Chartered Bank Indonesia, Djumariah Tenteram. **maya

BERITA TERKAIT

Sriboga Raturaya Bidik Dana US$ 150 Juta - Gelar IPO di Semester Satu 2018

NERACA Jakarta - Minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal cukup besar, kali ini datang dari pengelola jaringan resto…

PII Galang Dana Lewat Surat Utang - Bidik Dana Kelola Rp 21 Triliun

NERACA Jakarta – Merambah bisnis industri keuangan, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) membentuk anak usaha…

Peluang Bisnis Ritel Syariah

Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Bisnis ritel di Indonesia—dalam beberapa tahun  akhir  ini mengalami kelesuan yang luar  biasa,…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Profitabilitas Bank Tahun Depan Diprediksi Sulit Meningkat

      NERACA   Jakarta - Rasio profitabilitas atau keuntungan dari aset bank dinilai sulit meningkat dalam setahun ke…

BTN Telah Kucurkan KPR Rp230,2 triliun

  NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 Kredit Pemilikan Rumah…

Kebijakan Suku Bunga Bakal Dipengaruhi Dolar

    NERACA   Jakarta - Kebijakan suku bunga nasional mendatang dinilai sangat dipengaruhi nilai penguatan mata uang dolar Amerika…