KPPU Minta Stok Pangan Jelang Ramadhan Diawasi

KPPU Minta Stok Pangan Jelang Ramadhan Diawasi

NERACA

Makassar - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meminta kepada pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) agar menjaga menjaga stabilitas pangan serta mengawasi pendistribusiannya.

"Bulan Ramadhan ini sekitar dua bulan lagi dan kita sudah mendapat arahan dari Bapak Presiden Joko Widodo agar mengawasi pendistribusian serta stok pangannya," ujar Ketua KPPU Syarkawi Rauf di Makassar, Senin (12/3).

Ia mengatakan, pengawasan distribusi stok pangan dari para petani ke pasar harus dipantau karena dikhawatirkan adanya para tengkulak yang menimbun sehingga memicu lonjakan harga. Syarkawi mengaku, jika arahan dari Presiden Jokowi untuk menjaga dan mengawasi distribusi pangan tidak lain agar rakyat Indonesia khususnya yang beragama Islam bisa menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan tenang tanpa adanya gejolak harga di pasaran.

Berdasarkan arahan itu juga, presiden menekankan agar harga-harga pangan bisa dijaga atau lebih rendah dari harga tahun sebelumnya atau pada 2017."Harga pangan di bulan Ramadhan tahun 2017 adalah yang terbaik sepanjang delapan tahun terakhir. Dan ini berdasarkan data dari Bank Indonesia yang dilaporkannya," ujar dia.

Kemudian dia juga mengatakan, data yang diterimanya dari Bank Indonesia menyatakan jika harga komoditas pangan berdasarkan perkembangan inflasi selama Ramadhan tahun 2017, itu merupakan yang terbaik terbaik dalam kurun waktu delapan tahun terakhir. Karenanya, kestabilan harga kebutuhan pokok pada tahun 2018 ini harus bisa lebih baik atau sama dengan harga dari tahun sebelumnya mengingat kebutuhan jelan bulan puasa Ramadhan akan meningkat.

"Biasanya pada bulan Ramadhan dan lebaran Idul Fitri, kebutuhan meningkat sehingga dibutuhkan peranan semua pihak untuk bisa menjaga pemicu kenaikan-kenaikan yang tidak masuk akal," kata dia.

Disebutkannya, beberapa komoditas pangan yang selalu menjadi penyumbang inflasi yakni beras, daging sapi, bawang putih, telur, ayam, bawang merah dan cabe rawit. Syarkawi menerangkan jika 11 kebutuhan pokok yang selalu menjadi penyumbang inflasi ini harus bisa ditekan agar harga kebutuhan lainnya tidak merangkak naik.

"Biasanya kalau ada inflasi pasti ada deflasinya juga dan itu tidak terlepas dari peran TPID. Tapi, kami di Satgas Pangan akan berusaha keras dalam memantau ketersediaan pangan ini dan memutus rantai dari tengkulak pengepul komoditas tertentu," terang dia. Ant

BERITA TERKAIT

Tiga Mobil Baru BMW Bakal Dirilis Jelang Akhir Tahun

BMW Indonesia masih menyisakan tiga model terbaru yang akan dikenalkan pada akhir tahun 2018, yang membuat merek mobil mewah asal…

KSPI Minta Kenaikan UMP 2019 Sebesar 25%

Jakarta-Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta kenaikan Upah Minimum Provinsi tahun depan sebesar 25%. Sementara itu, pemerintah menetapkan besaran kenaikan…

Gubernur Sumsel Minta Bank Perbanyak KUR

Gubernur Sumsel Minta Bank Perbanyak KUR NERACA Palembang - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru minta kepada perbankan termasuk bank…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Akademisi Minta Negara Lindungi Saksi Ahli Korban Kriminalisasi

Akademisi Minta Negara Lindungi Saksi Ahli Korban Kriminalisasi NERACA Jakarta - Para akademisi meminta negara untuk melindungi saksi ahli yang…

Narapidana Korupsi Gugat Aturan Remisi ke MK

Narapidana Korupsi Gugat Aturan Remisi ke MK NERACA Jakarta - Narapidana kasus korupsi, Tafsir Nurchamid, mengajukan permohonan pengujian Pasal 14…

MA Siapkan 977 SDM untuk Pengadilan Baru

MA Siapkan 977 SDM untuk Pengadilan Baru NERACA Jakarta - Mahkamah Agung (MA) menyiapkan 977 aparatur peradilan sebagai sumber daya…