Perbankan Alergi Terhadap Bisnis Tambang

NERACA

Jakarta-- Perbankan nasional dipandang belum menjadikan bisnis pertambangan sebagai bisnis yang menarik. Alasanya sektor tambang adalah usaha yang tidak menjanjikan dan penuh dengan resiko tinggi. "Perbankan alergi ke tambang. Kita cari orang asing, dampaknya tambang hampir dimiliki orang asing,” kata Ketua Kadin Wilayah Sumatera Barat Asnawi Bahar kepada wartawan di Jakarta,9/2

Menurut Asnawi, sektor pertambangan hingga saat ini masih sulit mendapatkan pembiayaan dari perbankan nasional, yang akhirnya sektor tambang Indonesia dijual kepada asing. " Perbankan menganggap tambang tidak menjanjikan, sampai tambang 100% saja dimiliki asing," tambahnya

Lebih jauh kata Asnawi, pengusaha-pengusaha tambang berskala kecil di daerah, hingga saat ini masih kesulitan memperoleh pendanaan. Karenanya dia mendesak DPR menyelesaikan masalah ini. "Ini adalah suara daerah, pengusaha kecil sulit memperolah dana dari bank, dan suku bunga juga tergolong tinggi," ujarnya

Asnawi meminta perbankan merespon dengan turunnya Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK), alias BI rate yang menjadi 6,75%. "Kita minta penyesuaian secepatnya," tegasnya

Lebih lanjut Asnawi menjelaskan BI rate turun menjadi 5,75%, maka suku bunga kredit perbankan idealnya diturunkan hingga ke angka 7,5%. "Kita minta penyesuaian hingga 7,5%," tukasnya

Dikatakan Asnawi, dengan turunnya SBDK maka akan mendorong Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk dapat lebih berkompetisi karena mudah dan murahnya akses pendanaan. "Pengusaha besar cepat dalam memperoleh kredit, namun pengusaha kecil tidak, dengan begitu kita diajak berkomppetinsi dengan pengusaha besar akan tertinggal," pungkasnya. **mohar

BERITA TERKAIT

MDIS Rilis Program Baru Manajemen dan Bisnis - Mendorong Lulusan Siap Kerja

NERACA Jakarta - The Management Development Institute of Singapore (MDIS), sebagai institusi pendidikan nirlaba tertua di Singapura yang berorientasi pada…

IBM Indonesia Berkolaborasi dengan Partner Lokal - Akselerasi Bisnis Digital

    NERACA   Jakarta - IBM Indonesia menggelar IBM Indonesia Partner Solutions Summit, yang diselenggarakan di JW Marriot Jakarta.…

Pengawasan Perbankan dan Harga Minyak

  Oleh: Achmad Deni Daruri President Director Center for Banking Crisis   Bagi negara net importir minyak seperti Indonesia, naiknya…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Soal E-Money, Bank Mandiri Kerjasama dengan 12 Bank

      NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) telah menjalin kesepakatan strategis dalam bidang…

Perbankan Diminta Realisasikan Targat Satu Juta Rumah

  NERACA   Jakarta - Sejak digulirkannya program satu juta rumah oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), target…

ADB Dukung Bisnis Inklusif Di Indonesia

  NERACA   Jakarta - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) mendukung bisnis inklusif di Indonesia melalui investasi untuk sektor…