New Priok Container Catatkan 1 Juta Teus

NERACA

Jakarta - PT New Priok Container Terminal One (NPCT1) mencatatkan pencapaian throughput satu juta TEUs (twenty foot equivalent unit) dalam waktu 1,5 tahun. Bukan hanya itu, terminal ini juga telah mengukir zero accident selama 2 juta jam operasionalnya.”Keberhasilan ini merupakan hasil kerjasama berbagai pihak,"kata Saptono R Irianto, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha IPC dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (12/3).

NCPT1 merupakan perusahaan patungan antara anak usaha IPC PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) yaitu PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) bersama Mitsui & Co., Ltd., PSA International Pte dan NYK Line. Saptono menambahkan, pencapaian tersebut dapat diraih dengan tingkat produktivitas dan kecepatan layanan yang baik. "Berapapun besar kapal yang datang itu sudah dapat kita layani,"ujarnya.

NCPT1 merupakan terminal petikemas pertama dalam pembangunan fase 1 terminal New Priok. Nantinya, terminal New Priok akan terdiri atas tiga terminal petikemas dan dua terminal produk yang dibangun diatas lahan seluas 411 ha. Saat ini, tahap pengurukan di atas tanah reklamasi untuk NCPT2 telah selesai dilakukan. “Tetapi kami menunggu konsolidasi, atau pemampatan, jika sudah diizinkan secara teknis, maka kami akan mulai bangun NCPT2," kata Saptono.

Seluruh terminal di New Priok rencananya akan selesai dan dapat beroperasi dalam dua tahun mendatang. Saptono menegaskan bahwa Pelindo II bersama NPCT1 akan terus berupaya meningkatkan jumlah throughput dan secara berkesinambungan memperbaiki kualitas pelayanan penanganan petikemas. “Uapaya ini gua mendukung peran pelabuhan Priok sebagai pintu gerbang terminal petikemas serta memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan perdagangan internasional demi memberikan keuntungan yang berkelanjutan bagi negara Indonesia,”tandasnya.

Sementara Drektur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Hubla, Junaidi berharap pencapaian 1 juta tersebut tidak mengendorkan service yang diberikan oleh NPCT1. “Kecepatan layanan serta fasilitas seperti dermaga dan peralatan bongkar muat yang mendukung akan dapat menjadikan produktivitasnya terus membaik. Ini harus dipertahankan,”ujarnya.

BERITA TERKAIT

CPRO Incar Penjualan Ekspor US$ 100 Juta

NERACA Jakarta – Sampai dengan akhir tahun 2018, PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) menargetkan penjualan ekspor udang olahan mencapai…

Menaker Klaim Fasilitasi Penempatan Kerja 8 Juta Orang

    NERACA   Bekasi - Kementerian Ketenagakerjaan mengklaim telah memfasilitasi penempatan kerja kepada delapan juta lebih angkatan kerja dalam…

Cikarang Listrindo Siapkan US$ 20 Juta - Rencanakan Buyback Saham

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) berencana pembelian kembali saham atau buyback…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…