Gudang Garam Bangun Bandara di Kediri - Klaim Bagian Dari CSR

NERACA

Jakarta – Mekipun rencana perusahaan rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) berencana membangun bandara di Kediri, Jawa Timur sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi secara nilai bisnis cukup menjanjikan.”Kami menjadi pemrakarsa pembangunan adanya bandara di Kediri. Ini masih baru tahap awal sekali. Kita baru minta izin kepada pemerintah untuk bisa dibangunnya bandara di Kediri,” kata Wakil Direktur Gudang Garam, Susanto Widiatmoko di Jakarta, kemarin.

Kendati demikian, Susanto mengatakan masih belum bisa memprediksi kapan pembangunan bandara bisa dimulai. Dirinya juga mengaku masih menghitung nilai investasi pembangunan bandara yang berasal dari dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsiblity (CSR) kepada masyarakat sekitar.”Kita masih belum bisa memprediksi kira-kira kapan. Semuanya kita serahkan ke Pak Dirjen untuk membantu kita menata semuanya,” tuturnya.

Sementara Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso, secara terpisah menjelaskan minat tersebut telah diajukan perusahaan rokok itu kepada pemerintah. Mereka disebutnya tengah mengajukan izin prinsip untuk investasi. Agus mengatakan Kementerian Perhubungan masih akan menunggu rekomendasi pemerintah daerah untuk pengajuan rencana tersebut. Ada pun saat ini, rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) terus digodok agar ada legalitas pembangunan bandara tersebut.“Rencananya, rekomendasi yang ditunggu dari Pemda adalah bandara ini untuk umum,” ujarnya.

Agus mengatakan, usulan pembangunan bandara di Kediri merupakan inisiatif investor swasta. Mereka bahkan telah melakukan studi kelayakan (feasibility study/FS) dan mengirimkannya kepada pemerintah.“Studinya sudah ada, kita evaluasi. Mereka sudah FS sudah dikirimkan kepada kami,” katanya.

Agus menambahkan, bandara itu nantinya akan dibangun atas lahan seluas sekitar 400 hektare yang dibebaskan pihak investor. Namun, senada dengan Susanto, Agus masih enggan menyebut perkiraan nilai investasi yang dibutuhkan untuk membangun bandara itu.”Tergantung panjangnya berapa. Kalau lihat Jogja (Bandara Kulonprogo) itu total investasi Rp7,5 triliun-Rp8 triliun dengan luas lahan 500 hektare. Jadi bisa diperkirakanlah,”ungkapnya.

Sebagai informasi, rencana Gudang Garam membangun bandara sudah disampaikan tahun lalu. Bahkan pelaku pasar mengaitkan langkah Gudang Garam Group melepas dua anak usahanya terkait mencari pendanaan untuk bandara. Agustus lalu, Gudang Garam mendivestasi dua anak usahanya, PT Karyadibya Mahardhika dan PT Surya Mustika Nusantara kepada Japan Tobbacco Inc. Nilai yang diraup Gudang Garam Group mencapai US$ 677 juta atau sekitar Rp 9 triliun.

Kemudian anak usaha dengan kepemilikan 99,99% PT Gudang Garam Tbk yakni PT Surya Dhoho Investama (SDHI) melakukan pembelian tanah dari perusahaan terafiliiasi PT Bukit Dhoho Indah (BDI). Menurut keterangan Istata. T Sidharta, Direktur GGRM, nilai transaksi pembelian tanah tersebut Rp845,313 miliar. Adapun objek tanah dengan luas 2.683.689 meter persegi yang berlokasi di Desa Bulusari, Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri Jawa Timur. Kata Istata, pembelian tanah ini guna mendukung investasi GGRM untuk mengembangkan bandar udara terpadu di daerah Kediri Jawa Timur.

BERITA TERKAIT

PERPANJANGAN RUNWAY BANDARA SUPADIO

Gubernur Kalbar Sutarmidji (kedua kanan) berbincang dengan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II (Persero) Andra Y Agusallam (kedua kiri), Kepala…

Bangun Pelabuhan Selaru - PTK dan SBI Gandeng Perusda Panca Karya

NERACA Jakarta – Dukung pembangunan infrastruktur, Pertamina Trans Kontinental (PTK) sebagai anak usah PT Pertamina bersama-sama Soletanche Bachy International (SBI)…

KMTR Bidik Rp 583 Miliar dari Rights Issue

Perkuat modal dalam pengembangan bisnisnya, PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) berencana melakukan penambahan modal dengan skema Hak Memesan Efek Terlebih…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Dua Putra Utama Terkoreksi 57,96%

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) laba bersih di kuartal tiga 2018 kemarin sebesar Rp35,9 miliar atau turun…

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Chandra Asri Investasi di Panel Surya

Kembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam operasional perusahaan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggandeng Total Solar untuk menghasilkan…