Penghapusan Pajak Dividen Diperjuangkan - Dorong Minat Investasi Saham

NERACA

Jakarta – Perjuangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengusulkan penghapusan pajak dividen bagi investor yang sudah melakukan investasi besar di pasar saham terus diperjuangkan dengan harapan bisa meningkatkan minat masyarakat berinvestasi saham dan juga meningkatkan likuiditas di pasar.”Secara resmi kami belum usulkan, namun itu hal yang bisa kami lakukan, insentif pajak cukup menarik" kata Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Hamdi Hassyarbaini di Jakarta, Kamis (8/3).

Menurut Hamdi, jika ada pengurangan pajak, maka investor pasti akan senang. Dirinya memastikan bahwa otoritas BEI secara resmi bakal mengajukan kepada pihak terkait. Sebelumnya, Direktur Utama BEI Tito Sulistio pernah mengatakan, pihaknya tengah mengusulkan jika investor berinvestasi maksimal Rp 10 juta sebulan selama satu tahun dan berinvestasi secara rutin, pajak dividennya boleh ditiadakan.

Saat ini, investor terkena beberapa pajak saat bertransaksi dan memiliki saham di pasar modal seperti pajak penjualan sebesar 0,1% dan juga pajak dividen sebesar 10%. Direktur Pengembangan BEI, Nicky Hogan bilang, insentif penghapusan pajak dividen bisa menggairahkan investor ritel dalam berinvestasi. Namun, jumlah investasinya dalam kurun waktu tertentu harus dibatasi agar tidak disalahgunakan pemain besar.”Kita berpikir ajukan ke pemerintah dalam hal ini Kemenkeu beri insentif berupa penghilangan pajak dividen. Program ini belum diajukan, masih di internal BEI," ujarnya.

Nicky berharap, proses pengajuan insentif dapat selesai tahun ini. Adanya penghapusan pajak dividen, dia menjelaskan, tidak berarti penerimaan negara berkurang karena dalam transaksi saham masih ada pajak pertambahan nilai (Ppn). Jadi, bukan seolah pajak dividen bikin pemasukan berkurang tapi dengan banyak masyarakat yang investasi serta transaksi saham, ada pajak yang meningkat. Saat ini, jumlah pajaknya sebesar mencapai 15%. "Nilai pajak dividen sekarang 10% hingga 15%," kata Nicky.

Ide untuk meningkatkan jumlah investor ritel ini, diakui Nicky diperoleh dari Negeri Sakura yang lebih dulu menerapkan penghapusan pajak dividen. Hasilnya, literasi pasar modal dari masyarakat Jepang cukup tinggi hingga menjangkau kelas menengah ke bawah. "Di Jepang orang jualan sayur saja sambil trading saham," ungkapnya.

Menurutnya, jika insentif ini diberlakukan di Indonesia maka peluangnya sangat besar. Ada ratusan juta masyarakat yang berpotensi menjadi investor ritel. Mereka bisa membeli saham dan reksa dana mulai dari Rp100 ribu. Jumlah investor juga bisa bertambah signifikan dengan adanya insentif.

Sementara Hans Kwee, Direktur Investa Saran Mandiri menilai, langkah yang dilakukan oleh BEI ini akan menjadi pemikat bagi investor untuk masuk ke pasar modal. Maklum, saat ini pajak dividen sebenarnya merupakan double tax. Menurut Hans pemotongan pajak dari pembagian dividen ini bakal menarik investor apalagi distribusi uang dalam pembagian dividen cukup merugikan investor karena pajak yang diberikan cukup besar.

BERITA TERKAIT

Produk Atlet Nabung Saham Dirilis di Pasar - Dukung Atlet Melek Investasi

NERACA Jakarta –PT MNC Sekuritas menilai program atlet nabung saham bisa menjadi investasi jangka panjang bagi para olahragawan di Tanah…

DPRD Jabar Apresiasi Capaian Pendapatan Sektor Pajak

DPRD Jabar Apresiasi Capaian Pendapatan Sektor Pajak  NERACA Bandung - DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengapresiasi capaian pendapatan dari sektor…

Pertengahan Tahun, PBB dan BPHTB Sukabumi Sudah Mencapai Rp13 Miliar lebih - Usulan Kerjasama Pembayaran Pajak Via Minimarket

Pertengahan Tahun, PBB dan BPHTB Sukabumi Sudah Mencapai Rp13 Miliar lebih Usulan Kerjasama Pembayaran Pajak Via Minimarket NERACA Sukabumi -…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

WTON dan WEGE Raih Kontrak Rp 20,22 Triliun

NERACA Jakarta – Di paruh pertama 2018, dua anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan total kontrak yang akan…

Gelar Private Placement - CSAP Bidik Dana Segar Rp 324,24 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnis, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) berencana melakukan penambahan modal tanpa…

Luncurkan Dua Produk Dinfra - Ayers Asia AM Bidik Dana Kelola Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta –  Targetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) hingga akhir tahun sebesar Rp 350 miliar hingga Rp…