Kredit Ketahanan Pangan Banyak Kendala

NERACA

Jakarta---Penyaluran Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E) yang ditujukan kepada petani hingga masih menemui kendala terlebih untuk petani-petani kecil. "Penyaluran KKP-E hingga saat ini sulit menyentuh petani-petani kecil, karena permasalahan utama terletak pada proses penyaluran, yang kebanyakan disalurkan ke plasma inti dan sulit mencapai petani kecil," kata ekonom EC-Think, Aviliani, dalam jumpa pers Jakarta Food Security Summit 2012, di Jakarta, Rabu.

Menurut Aviliani, permasalahan tersebut terkait dengan tingkat produksi petani yang tidak memenuhi persyratan-persyaratan tentang kelayakan suatu usaha. "Apabila petani tersebut mengetahui tentang pasar hasil produksi mereka dan syarat ekonomi telah terpenuhi, sebenarnya, bisnis itu sendiri bisa dijadikan sebagai penjaminan jadi tidak harus menggunakan sertifikat," terangnya

Lebih jauh kata Aviliani, penjaminan melalui bisnis itu sendiri juga memiliki kekurangan seperti seberapa jauh pasar dan hasil produksi mereka, dan hal itu sering menjadi kendala bagi bank untuk memberikan kredit karena tidak memenuhi persyaratan kelayakan.

Selain hal itu, lanjut Aviliani, cara lainnya adalah apabila ada surat pesanan atau kontrak hasil produksi dari pihak ketiga, juga bisa dijadikan sebagai jaminan oleh pihak bank, jadi sebenarnya banyak cara yang bisa ditempuh. "Untuk kedepan, apabila petani-petani tersebut tergabung dalam kelompok, maka petani kecil tersebut bisa mendapatkan KKP-E, karena skala ekonominya bisa tercapai apabila mereka bergabung," jelasnya

Sementara untuk subsidi pupuk, ada baiknya bisa dipertimbangkan diberikan untuk perorangan karena ada kecenderungan mafia dalam penyaluran pupuk dan bibit. "Untuk subsidi pupuk dan bibit banyak permasalahan yang terjadi pada distribusi keempat dan kelima dimana banyak terjadi penyimpangan dan tidak tepat sasaran," ujarnya

KKP-E merupakan kredit investasi dan atau kredit modal kerja yang diberikan kepada petani, peternak, nelayan dan pembudidaya ikan, dan kelompok (tani, peternak, nelayan dan pembudidaya ikan).

Program tersebut ditujukan untuk pembiayaan intensifikasi padi, jagung kedelai, ubi kayu dan ubi jalar, kacang tanah, pengembangan budidaya tanaman tebu, peternak sapi potong, ayam buras dan itik, usaha penangkapan dan budidaya ikan serta kepada koperasi dalam rangka pengadaan pangan berupa gabah, jagung dan kedelai. **cahyo

BERITA TERKAIT

Infrastruktur, Harga Pangan dan Bansos Diklaim Membaik - KINERJA 3 TAHUN PEMERINTAHAN JOKOWI-JK

  NERACA Jakarta – Pemerintah kabinet kerja genap berumur tiga tahun. Selama tiga tahun dalam kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan…

OCBC NISP Yakin Pertumbuhan Kredit Dua Digit

  NERACA   Jakarta - PT OCBC NISP Tbk meyakini penyaluran kredit akan membaik pada triwulan IV/2017 sehingga mampu mencapai…

Waskita Beton Bidik Laba Tumbuh 25% di 2018 - Kantungi Banyak Kontrak Baru

NERACA Jakarta –Lambat tapi pasti, performance kinerja keuangan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) cukup memuaskan. Tengok saja dari pencapaian…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Tahan Suku Bunga Acuan

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah usai melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Oktober 2017.…

Sinarmas MSIG Life Luncurkan 4 Produk Bancassurance - Gandeng Bank BJB

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) dan Bank BJB, berkolaborasi meluncurkan…

BTN Masuk Jajaran Perusahaan Terbaik Indonesia

      NERACA   Jakarta - Setelah berhasil meraih beragam penghargaan atas kinerjanya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.…