Mutiara Harap Diakuisi Investor "Kakap"

NERACA

Jakarta---PT Bank Mutiara, Tbk berharap investor yang berminat dan serius akan membeli adalah investor yang berpengalaman di bidang perbankan atau keuangan. “Yang penting punya uang, bukan hanya pengalaman di bank, tapi keuangan juga," kata Direktur Utama Mutiara Maryono kepada wartawan di Jakarta,8/2

Namun kata Maryono, pihaknya menyerahkan kepada pemerintah. Intinya siapa yang berminat boleh membeli. Apalagi investor tersebut memiliki pengalaman perbankan. “Kami itu terserah, yang diharapkan yang beli punya penggalaman di bank,” ucapnya.

Diakui Maryono, pihaknya juga akan melihat bagaimana track record investor asal Singapura atau Yawadwipa yang berencana akan membelinya. Namun semuanya tergantung dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). "Nanti kita lihat, di tentukan dari penawarannya, kita tidak bisa tentukan A, B dan C tapi ada beberapa kriteria, nanti yang menentukan LPS," paparnya

Maryono mengaku ketertarikan Yawadwipa mengakuisisi Bank Mutiara dinilai karena banyak yang berminat pada bank eks century tersebut. "Saya pikir ini banyak peminat, Bank Mutiara mempunyai nilai jual yang baik, dan menjadi daya tarik kepada investor, kalau tertarik silakan melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)," ungkapnya

Lebih jauh Maryono menambahkan masalah penjualan Bank Mutiara ini adalah kewenangannya LPS dan jika memang ada yang tertarik dia menyarankan agar datang langsung ke LPS. "Itu kewenangan LPS, saat ini LPS sudah membuka pintu siapa saja yang menginginkan Bank Mutiara, kita tidak membatasi, kemudian akan dilakukan pemilihan sampai akhir November siapa pun yang ingin silakan mengajukan ke LPS," imbuhnya

Ditempat terpisah, Deputi Gubernur BI Muliaman D. Hadad mengaku pihaknya belum mengetahui soal ketertarikan Yawadwipa Companies sebagai penawar Bank Mutiara. "Saya belum tahu perkembangannya. Belum tahu saya, saya belum dapat data baru," tegasnya

Tak banyak yang bisa diungkapkan oleh Muliaman soal Yawadwipa ini. Muliaman hanya mengatakan urusan awal soal Yawadwipa ini akan diurus oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dia pun belum tahu terkait profil pemilik Yawadwipa.

Di tempat terpisah, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengakui dia pernah mengetahui soal rencana pendirian perusahaan investasi bernama Yawadwipa tapi tidak secara spesifik. "Mereka (Yawadwipa) tuh dulu tidak spesifik mengatakan mau investasi apa. Mereka hanya mau melihat Indonesia, ini mau di-set up, lawyer-nya tanya mengenai Indonesia. Tentunya saya sebaga kapasitas Kepala BKPM (badan koordinasi penanaman modal) mempromosikan Indonesia," tuturnya

Gita juga tidak tahu menahu soal rencana Yawadwipa membeli Bank Mutiara. "Saya tidak tahu, tanya LPS," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Yawadwipa Companies, perusahaan asal Singapura, mengaku telah menyampaikan minat secara resmi kepada penasihat keuangan PT Bank Mutiara Tbk untuk mengakuisisi Bank tersebut dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Yawadwipa, sebuah perusahaan dari Singapura, yang pernah sukses mengakuisisi Bank BCA pada 2002 lalu menyatakan tertarik membeli 99 persen saham Bank Mutiara dari LPS. Yawadwipa bahkan berani menawarkan Rp6,75 triliun sesuai yang ditawarkan LPS. **cahyo

BERITA TERKAIT

Perlu Fasilitasi Investor Stabilkan Harga Garam

NERACA Jakarta – Pemerintah dinilai perlu untuk memfasilitasi lebih banyak investor ke bidang produksi garam dalam rangka menstabilkan harga garam…

Gaet Investor di Nikkei Forum - RI Pacu Implementasi Kebijakan Pro-Investasi dan Pro-Bisnis

NERACA Jakarta – Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia telah melaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 yang berjalan sukses…

Menjangkau Investor Ritel - Papan Akselerasi Bisa Capai Rp 1 Persaham

NERACA Jakarta –Meskipun peraturan perdagangan pada papan akselerasi di bursa tengah digodok, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan kehadiran papan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Kapan Bunga Turun? BI : Masalah “Timing”

    NERACA   Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menekankan pihaknya membuka lebar peluang penurunan suku bunga acuan…

Peluang Mata Uang Digital Libra Di Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta - Ketua Indonesia Blockchain Society, Ery Punta H, menjelaskan mata uang digital (cryptocurrency) "Libra" besutan Facebook memiliki peluang untuk digunakan…

OJK Cabut Izin BPR Legian

  NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha PT BPR Legian melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner Nomor: KEP-103/D.03/2019…