Kobexindo Bidik Pendapatan Tumbuh 40% - Perkuat Pasar Tambang di Sulawesi

NERACA

Jakarta – Pulihnya harga komoditas dunia, seperti batu bara memberikan pertumbuhan signifikan terhadap industri pertambangan dan hal ini menjadi berkah bagi perusahaan alat berat yang sebagian besar pertumbuhannya bergantung pada bisnis tambang. Berangkat dari situlah, emiten alat berat PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) menargetkan pertumbuhan pendapatan 40% di 2018.

Presiden Direktur Kobexindo, Humas Soputro dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, segmen penjualan alat berat diperkirakan menjadi kontributor utama pendapatan secara konsolidasi, disusul kemudian segmen penjualan suku cadang, after sales, dan pendapatan sewa.”Target tersebut tidak lepas dari membaiknya harga komoditas sejak 2017 lalu serta pertumbuhan penjualan alat berat Kobexindo yang tumbuh sekitar 100% di tahun 2017.”ujarnya.

Untuk menopang target pertumbuhan pendapatan tersebut, Kobexindo memperkenalkan jajaran produk alat berat unggulannya di daerah-daerah yang memiliki potensi pertambangan tinggi termasuk di antaranya Sulawesi. Oleh karena itu, perseroan menggelar kegiatan pameran dan temu pelanggan diadakan di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kata Direktur Kobexindo, Almuqri Sagita Putra, Sulawesi merupakan salah satu daerah sarat potensi, terutama pertambangan mineral, terlebih saat ini harga komoditas dalam trend positif. “Trend ini tentu saja dapat meningkatkan potensi ekonomi lokal dan kami yakin dapat berkontribusi dengan menyediakan produk-produk unggulan yang handal dan lebih efisien dalam pengoperasiannya,”paparnya.

Beberapa produk unggulan untuk tambang mineral seperti Doosan Excavator DX300 dan Daewoo Truck turut ditampilkan dan melakukan demo produk untuk membuktikan keunggulannya dalam segi swing speed, load capacity serta efisiensi bahan bakar. Sebagai informasi, di sembilan bulan pertama tahun 2017, KOBX bukukan pendapatan US$ 44,7 juta atau naik 41% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, US$ 31,7 juta. Penjualan alat berat masih jadi kontributor utama pendapatan perseroan.

Penjualan pada segmen ini tercatat US$ 36,53 juta atau 81,7% dari total pendapatan Kobexindo. Perolehan penjualan segmen ini juga meningkat sekitar 57% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kontributor terbesar kedua bersumber dari penjualan suku cadang (spare part) yakni US$ 4,58 juta atau 10,2% dari total penjualan. Sedangkan segmen jasa perbaikan berkontribusi 4,7 % dan jasa sewa berkontribusi 3,4%.

Dari sisi beban, KOBX mencatat beban pokok US$ 36 juta. Angka ini naik 34% dari sebelumnya US$ 26,71 juta. Kenaikan ini masih di bawah kenaikan pendapatan perusahaan. Alhasil, KOBX berhasil membukukan laba bersih US$ 1,14 juta. Angka ini jauh lebih baik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya ketika KOBX harus menderita rugi bersih US$ 3,29 juta.

BERITA TERKAIT

Minat Investasi Syariah di DIY Tumbuh Signifikan - Pasar Sukuk Selalu Oversubscribe

NERACA Yogyakarta - Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan tren pertumbuhan investor pasar modal syariah di daerah…

SCMA Bukukan Pendapatan Rp 3,79 Triliun

NERACA Jakarta - PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) berhasil membukukan pendapatan neto sebesar Rp3,79 triliun pada periode Januari—September 2018,…

P3D Kota Sukabumi Catat Pendapatan Rp119 Miliar

P3D Kota Sukabumi Catat Pendapatan Rp119 Miliar NERACA Sukabumi – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat, Kantor Pusat Pengelolaan Pendapatan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…