Inkubator BEI Beri Pelatihan Pelaku UMKM - Dorong Pengembangan Bisnis

NERACA

Jakarta- Perusahaan rintisan binaan dari IDX Incubator, Excellence Asia menginisiasi program pelatihan berkelanjutan untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia agar dapat lebih berkembang.”Kami menginisiasi program untuk UMKM, yakni Excelloka dalam rangka mendukung pemerintah meningkatkan kualitas UMKM agar mempercepat perkembangan bisnisnya," ujar CEO dan Co-Founder Excellence Asia, Viktor Yanuar di Jakarta, kemarin.

Dirinya menilai, UMKM tidak hanya memiliki peran dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi juga penyerapan tenaga kerja. Pada periode 1997-1998, UMKM membuktikan tidak terpengaruh terhadap krisis. Berdasarkan data Bank Indonesia, UMKM memiliki tingkat penyerapan tenaga kerja sekitar 97% dari seluruh tenaga kerja nasional dan memiliki kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 57%. Jumlah UMKM pun mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Kendati demikian, lanjut dia, peningkatan UMKM dari sisi jumlah tidak diikuti dengan peningkatan kualitas, permasalahan yang dihadapi UMKM adalah seputar pembiayaan dan kurangnya kemampuan manajemen serta rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM).”Melalui program Excelloka, UMKM akan mendapatkan pelatihan mulai dari pemasaran, penjualan, branding, pelayanan anggaran, hukum, administrasi, keuangan, akuntansi, pajak, operasional dan SDM," paparnya.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hamdi Hassyarbaini mengatakan, program excelloka diharapkan dapat meningkatkan kualitasnya sehingga memenuhi persyaratan untuk mencatatkan sahamnya di BEI.”Kami berharap UMKM di Indonesia dapat mendominasi pasar saham, yang pada akhirnya memberi kontribusi lebih besar terhadap ekonomi domestik," katanya.

Asal tahu saja, inisiasi BEI membentuk inkubator bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ataupun star up yang dipersiapkan untuk go public, langsung direspon positif pelaku pasar. Pihak BEI mencatat ada sekitar 120 peserta starup yang mendaftar. Padahal, fasilitas inkubator tersebut hanya memiliki kapasitas untuk 60 peserta.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Tito Sulistio pernah bilang, besarnya antusias pelaku UMKM untuk menjadi inkubator BEI, mendorong BEI untuk menerapkan skala prioritas memilih perusahaan yang masuk. Beberapa hal jadi pertimbangan, misalnya usaha yangsudah memiliki beta produk atau produk yang dalam pengembangan. "Yang punya beta produk paling bagus dan membutuhkan," imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga akan lebih memilih perusahaan yang belum memiliki angel investor untuk bisa masuk menggunakan inkubator tersebut. Sementara, yang sudah punya, akan mengantri di belakang mereka yang belum memiliki."Kami memilih yang memang memerlukan. Banyak anak muda potensial, tapi terhambatwifi tidak kencang, tidaktenang dalam kerja, nah, seperti itu yang kami prioritasnya. Tugas kami adalah menyiapkan fasilitas, mendukungdan mendidik, serta mendorong mereka," tambahnya.

Program itu juga ditujukan untuk memberikan pemahaman mengenai hukum, cara menyusun laporan keuangan, hingga mengenalkan start up kepada angel investor. Mendantang, BEI berharap usaha ini bisa melakukan IPO kepada publik.

BERITA TERKAIT

OJK Siapkan Lima Kebijakan Dorong Pertumbuhan 2019

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan lima inisiatif kebijakan untuk mendukung pembiayaan sektor-sektor prioritas pemerintah,…

Serap 100% Hasil Rights Issue - DAYA Fokus Kembangkan Bisnis E-Commerce

NERACA Jakarta - PT Duta Intidaya Tbk (DAYA) melaporkan telah menggunakan seluruh dana yang didapat dari Penambahan Modal dengan Hak…

Awal Tahun, NasionalRe Gelar Pelatihan Bagi Para Mitranya di Jawa Timur

Awal Tahun, NasionalRe Gelar Pelatihan Bagi Para Mitranya di Jawa Timur NERACA Jakarta - PT Reasuransi Nasional Indonesia atau NasionalRe…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

KINO Akuisisi Kino Food Rp 74,88 Miliar

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) akan menjadi pemegang saham pengendali PT Kino Food Indonesia. Rencana itu tertuang dalam perjanjian Jual…