Pemerintah Terus “Ngotot” Naikkan TDL

NERACA

Jakarta – Kementerian Keuangan dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) terus melobi DPR guna meminta persetujuan kenaikkan tarif dasar listrik sekitar 10%. Adapun rencana kenaikkan TDL tersebut mulai berlaku 1 April 2012. "Saya rasa nanti Menteri ESDM bisa menjelaskan (ke DPR) dan itu kita perlukan dan seandainya tidak dinaikkan nanti kita membuat subsidi listrik menjadi lebih besar,” kata Menteri Keuangan, Agus Martowardojo kepada wartawan di Jakarta,8/2

Menurut Agus, subsidi listrilk dan BBM yang terus membengkak membuat APBN semakin berat. Sehingga ruang fiskal semakin menyempit. “Subsidi listrik lebih besar membuat anggaran kita makin tertekan," ujarnya

Lebih jauh kata Agus Marto, kenaikan TDL 10% di 1 April 2012 ini penting untuk menekan laju subsidi listrik yang terus meningkat tiap tahunnya. Sudah seharusnya konsumen yang bakal terkena kenaikan TDL adalah yang dayanya 450 VA ke atas. "Idealnya yang menerima subsidi yang harus betul-betul membutuhkan yakni konsumen yang memakai tenaga listrik 450 VA ke bawah,”terangnya.

Dikatakan Agus, pihaknya berharap subsidi betul-betul dinikmati masyarakat bawah. Sehingga tak boleh ada salah sasaran. “Untuk yang lain harus kurang disarankan. Jadi tantangan kita membuat subsidi lebih teratur dan terarah," tuturnya

Tahun ini beban subsidi listrik yang dialokasikan pemerintah mencapai Rp 45 triliun dan terancam naik. Namun subsidi Rp 45 triiun bisa turun jika TDL dinaikkan sesuai dengan kenaikan harga minyak dunia.

Ditempat terpisah Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan permintaan sambungan baru PT PLN (Persero) membludak di 2011. Dari target 1,5 juta pelanggan, ternyata realisasinya 233,3% menjadi 3,5 juta pelanggan baru. "Dari capaian penambahan pelanggan 3,439 juta pelanggan tersebut, jumlah pelanggan dari rumah tangga kontribusinya paling besar yakni mencapai 3,234 juta pelanggan. Sementara pelanggan industri mencapai 17 ribu pelanggan, pelanggan bisnis mencapai 112,2 ribu pelanggan, dan pelanggan lainnya mencapai 91,3 ribu pelanggan," ujarnya

Sementara untuk 2012, PLN menargetkan penambahan jumlah pelanggan baru mencapai 2,5 juta pelanggan. "Sementara untuk realisasi penjualan listrik mencapai 158 Twh pada 2011, sementara realisasi 2010 hanya mencapai 147 Twh," kata Nur.

Pada 2011 PLN mengalami penyusutan jaringan dari realisasi di 2010 hanya mencapai 9,74%, realisasi susut jaringan pada 2011 mencapai 9,81%. "Perbandingannya dengan tahun 2010 ke 2011 mencapai 104%. Susut jaringan ini semakin kecil semakin baik, tahun 2012 kami menargetkan terjadi penyusutan jaringan mencapai 9,3%," pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

CEPA Jangan Batasi Kebijakan Pemerintah Kelola Ekonomi

    NERACA   Jakarta - Perjanjian Kemitraan Komprehensif yang sedang dibahas antara Republik Indonesia dan Uni Eropa, yang kerap…

Modal Pemerintah di Koperasi, Mungkinkah?

Oleh : Agus Yuliawan  Pemerhati Ekonomi Syariah Koperasi yang merupakan soko guru perekonomian nasional—sebenarnya mampu memberikan kontribusi yang besar terhadap…

Blue Bird Menelan Pil Pahit Keluar Dari Indeks MSCI - Buntut Likuiditas Terus Melorot

NERACA Jakarta – Ketatnya persaingan bisnis transportasi umum berbasis online, memaksa kue transportasi yang selama ini dinikmati PT Blue Bird…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Utang Luar Negeri Indonesia Naik 10,1%

      NERACA   Jakarta - Jumlah utang luar negeri Indonesia di akhir 2017 meningkat 10,1 persen (tahun ke…

Muliaman Hadad Ditunjuk jadi Dubes RI untuk Swiss

    NERACA   Jakarta-Mantan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Darmansyah Hadad resmi ditunjuk menjadi Duta Besar…

Tiga Tahun Jokowi Diklaim Berhasil Turunkan Inflasi

      NERACA   Padang - Pejabat Kantor Staf Presiden (KSP) memaparkan dalam tiga tahun perjalanan pemerintahan Presiden Jokowi…