Ada Nuansa Bisnis di Balik Peringatan Valentine

Jakarta- Pada 14 Februari yang tinggal tiga hari lagi, kalangan anak muda di kota-kota besar akan merayakan Hari Valentine. Entah siapa yang memulai, Hari Valentine ini diperingati di Indonesia sebagai Hari Kasih Sayang.

Neraca

Hari Valentine adalah hari yang baru belasan tahun ini diperingati oleh anak muda yang ada di kota besar di Indonesia. Namun laju masyarakat yang ikut merayakannya semakin tahun semakin meningkat. Terlepas dari sejarahnya, yang konon muncul dari masa kelam, di balik peringatan Hari Valentine itu, ternyata ada nuansa bisnis di belakangnya. Seperti penjualan berbagai pernak-pernik aksesoris yang berbentuk hati, penganan berupa kue tart, cokelat, dan sebagainya yang juga berbentuk hati.

Begitu pula para pedagang bunga dan karangan bunga, merangkai bunga khusus untuk peringatan Hari Valentine itu. Tidak ketinggalan café, restoran, hotel dan mal-mal, berusaha menangkap peluang bisnis di balik peringatan Hari Kasih Sayang tersebut. Tentu saja yang menjadi sasarannya adalah para remaja, maupun pasangan muda yang sangat terpengaruh oleh nuansa Hari Valentine.

Warna-warni pink seakan mendominasi Hari Kasih Sayang itu. Namun belakangan ini ada pula produsen yang melemparkan warna kuning untuk produknya seperti yang dilakukan oleh Fu-Bi yang membuat Chocolate Scented Headphones, sebuah headphone dengan cita rasa cokelat. Lalu NTT Docomo bekerja sama dengan Sharp meluncurkan sebuah ponsel full cokelat. Pada saat perayaan Hari Valentine diharapkan bisa meningkatkan penjualan. Tema coklat memang sangat pas dan vendor sendiri merasa sangat yakin akan hal ini.

Memang belum ada penelitian, seberapa besar trickle down effect secara ekonomi dari Hari Valentine ini. Namun diyakini, kalangan anak muda yang memperingatinya, semakin meningkat sejalan dengan tumbuhnya berbagai situs jejaring sosial yang kian berkembang dengan adanya facebook, twitter dan sebagainya. Namun kalangan pebisnis yang jeli melihat peluang mengambil kesempatan ini dengan berbagai gagasan-gagasan baru dengan produk-produk yang bernuansa hati, sebagai lambang dari Hari Valentine.

Event Hari Valentine pada 14 Februari juga dipergunakan oleh produsen otomotif untuk mempromosikan produknya. Yamaha mengadakan promo bagi 100 pembeli pertama Mio Fino di wilayah Jabodetabek yang bisa mendapatkan cokelat berbentuk replika Mio Fino. Sebanyak 150 konsumen loyal Yamaha juga akan diundang untuk candle light dinner di tiga restoran di Jakarta, Depok dan Bekasi. Di masing-masing restoran diundang 50 konsumen.

Makna Hari Valentine

Di balik berbagai peluang bisnis yang muncul sejalan dengan peringatan Hari Valentine pada 14 Februari, tentu pembaca ingin tahu, apa sih makna sebenarnya dari Hari Valentine?

Di Barat, Hari Valentine yang disebut juga Hari Kasih Sayang pada 14 Februari adalah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya. Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notasi-notasi dalam bentuk "valentines". Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah cupido bersayap. Mulai abad ke-19 tradisi penulisan notisi pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal. Asosiasi Kartu Ucapan AS memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu miliar kartu valentine dikirimkan per tahun. Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu Valentine.

Di Amerika Serikat mulai paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat. Mulai 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.

Sebuah kencan pada hari Valentine seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam sebuah relasi serius. Sebenarnya Valentine itu merupakan hari Percintaan, bukan hanya kepada pacar ataupun kekasih, Valentine merupakan hari terbesar dalam soal Percintaan dan bukan berarti selain valentine tidak merasakan cinta.

Di Amerika Serikat hari raya ini lalu diasosiasikan dengan ucapan umum cinta platonik "Happy Valentine", yang bisa diucapkan oleh pria kepada teman wanita mereka, ataupun, seorang pria kepada teman prianya dan teman wanita kepada teman wanitanya.

Perayaan Kesuburan

Asosiasi pertengahan bulan Februari dengan cinta dan kesuburan sudah ada sejak dahulukala. Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulanGamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan lari-lari di jejalanan kota Roma sembari membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikaruniai kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah.

Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908) nama Valentinus paling tidak bisa merujuk tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda yaitu seorang pastur di Roma, seorang uskup Interamna (modern Terni) dan seorang martir di provinsi Romawi Afrika.

Koneksi antara ketiga martir ini dengan hari raya cinta romantis tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini, namun 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mendahului hari raya Lupercalia yang dirayakan pada 15 Februari.

Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus di Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta. (agus/dbs)

BERITA TERKAIT

Bisnis Rokok 2018 Ditaksir Makin "Mengepul" - Kenaikan Cukai Lebih Rendah

NERACA Jakarta – Kepulan asap bisnis rokok di tahun depan, diprediksi masih akan tetap tebal seiring dengan rencana anggaran pendapatan…

2020, Tak Ada Lagi Mata Pelajaran Matematika Di Negara Ini

      Matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang menakutkan bagi siswa di Indonesia. Tinta merah acap kali tersemat…

Ada Virus Positif Astra di Festival Kampung Berseri - Langkah Kongkrit Untuk Warga Kupang

Berangkat dari kepedulian terhadap keterbelakangan dunia pendidikan bagi siswa di Indonesia timur, khususnya di Kupang membuat Astra Grup untuk terjun…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Babak Baru Bisnis e-Commerce

Tercatat beberapa layanan tambah saldo uang elektronik "e-commerce" sudah dihentikan karena sedang menyelesaikan perizinan dari BI. Produk uang elektronik itu,…

UU Perlindungan Konsumen Perlu Direvisi

Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Ardiansyah Parman mengatakan perlu ada revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen…

Harus Hati-Hati Atur Pajak e-Commerce

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai pemerintah harus hati-hati mengatur pajak atas perdagangan elektronik (e-commerce)…