Rupiah Balik ke Rp8.998/USD

NERACA

Jakarta—Apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di penghujung level Rp8.900 per USD. Kembalinya stagnasi ini lebih banyak karena kekhawatiran akan krisis utang Eropa yang belum menemukan titik terang.

Dari catatan kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah diperdagangkan di kisaran Rp8.998 per USD dengan range perdagangan Rp8.953-Rp9.043 per USD. Sementara mengutip yahoofinance, rupiah diperdagangkan di Rp8.992 per USD dengan range perdagangan Rp8.972-Rp8.992 per USD.

Menurut analis valuta asing Rahadyo Anggoro, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi masih aman di level Rp8.900 per USD. Kondisi dalam negeri saat ini, menurutnya, yang berpengaruh terhadap pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar adalah pengumuman Gross Domestic Bruto (GDP) yang diprediksi 6,39 persen dibanding sebelumnya 6,5%.

Lebih jauh kata Rahadyo, peluang rupiah menguat masih terbuka dari lelang Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor 10, 20, dan 30 tahun. Lelang yang diadakan pekan ini ditargetkan perolehan dana mencapai Rp8 triliun. "Jika lelang ini banyak investor yang tertarik rupiah bisa menguat," terangnya

Sementara analis Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih mengungkapkan pasar Asia kemungkinan akan terkoreksi mengikuti pelemahan pasar AS dan Eropa pada perdagangan kemarin. "Investor mengkawatirkan gagalnya kesepakatan antara Yunani dengan krediturnya. Hal tersebut membuat dolar AS menguat, sebaliknya rupiah berpotensi melemah," imbuhnya

Diakui Rahadyo, posisi nilai tukar rupiah saat ini terhadap dolar pada perdagangan kali ini masih aman. "Rupiah masih bergerak dikisaran Rp8.970-9.010 per USD," tegasnya

Kondisi dalam negeri saat ini menurutnya yang berpengaruh terhadap pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar adalah pengumuman Gross Domestic Bruto (GDP) yang diprediksi 6,39 persen dibanding sebelumnya 6,5%. Sebagai informasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal pekan ini bergerak stagnan di kisaran Rp8.900 per USD.

Kemarin, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal pekan ini bergerak stagnan di kisaran Rp8.900 per USD. Menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), Senin (6/2/2012), rupiah diperdagangkan di kisaran Rp8.988 per USD dengan kisaran perdagangan Rp8.943-Rp9.033 per USD. Sementara mengutip yahoofinance, rupiah berada di kisaran Rp8.995 per USD, dengan range perdagangan Rp8.965-Rp8.995 per USD.

Analis Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih mengungkapkan, pasar Asia kemungkinan bergerak positif merespons turunnya angka pengangguran di AS. Dari dalam negeri, rencana lelang Surat Utang Negara (SUN) dengan target indikatif sebesar Rp8 triliun, bisa membantu penguatan rupiah.

Sementara analis valuta asing Rahadyo Anggoro mengatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih bergerak stabil pada perdagangan awal pekan ini. "Indikator pergerakan pasar uang dalam negeri masih dari regional. Masih adanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap penanganan krisis utang mendorong pelaku pasar uang memegang dolar AS," katanya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Nilai Tukar Rupiah Rp13.600, BI : Dinamika Normal

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebutkan depresiasi nilai tukar rupiah Kamis, yang menembus level Rp13.600…

BI Sebut Pelemahan Rupiah Hanya Sementara

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebutkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS Selasa yang…

BI : Volatilitas Rupiah Masih Stabil

      NERACA   Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyebutkan volatilitas atau gejolak nilai tukar rupiah…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bikin Program Pendidikan, Bank Mandiri Gaet UGM

      NERACA   Jakarta - Bank Mandiri menjalin kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam peningkatan kemampuan perbankan…

Genjot DPK, BTN Gelar Program “Super Untung Jaman Now”

      NERACA   Jakarta - Berhasil meraih pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 20,45% di atas rata-rata industri…

Waspada Bahaya “Jackpotting”

    NERACA   Jakarta - Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi atau Communication and Information System Security Research Center…