Bidang Industri Kabupaten Sukabumi Fokus Jalankan RPIK

Bidang Industri Kabupaten Sukabumi Fokus Jalankan RPIK

NERACA

Sukabumi - Tahun ini, Bidang Perindustrian pada Dinas Perindustrian Energi Sumber Daya Mineral (PESDM) Kabupaten Sukabumi, fokus menjalankan rencana pembangunan industri kabupaten (RPIK). Kepala Bidang Perindustrian pada Dinas PESDM Kabupaten Sukabumi Jajat Sudrajat menerangkan, ada lima program unggulan RPIK, yakni pengembangan Agro, Logam, Batu Aji, Olahan Ikan dan kerajinan sendal.

Agar RPIK ini berjalan cepat, Bidang Perindustrian mentarget satu seksi memiliki binaan sentra unggulan. Kendati demikian, Jajat Sudrajat mengaku, masih perlu peranan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi dalam hal pengembangan dan dukungan."Sebab RPIK ini, Hasil kajian dari perguruan tinggi dan difasilitasi oleh kementerian perindustrian," terang Jajat, Kamis (22/2).

Khusus pengembangan logam, sebut dia, masih dipusatkan di Cibatu, Kecamatan Cisaat. Pengembangan batu aji di Cimerang, Kecamatan Purabaya dan perajin kecamatan Sagaranten. Sementara pernah ikan target pengembangan berada di Kecamatan Bantargadung dan Kecamatan Cisolok. Adapun gula merah di Kecamatan Cisolok dan daerah Pajampangan."Dan pengembangan perajin sendal berada di Bantar Karet Kecamatan Cicantayan," paparnya.

Sasaran pengembangan, lanjut Jajat, peningkatan produksi dan kualitas komponen otomotif, alat mesin pertanian, cor non ferro, dan batu aji, yang memiliki daya saing dan mendapatkan pangsa pasar baik dalam negeri maupun maupun luar negeri."Dengan demikian peningkatan ekonomi perajin berjalan berkesinambungan," jelasnya.

Khusus pengembangan olahan ikan, imbuh dia, selain peningkatan kualitas, Bidang Perindustrian fokus terhadap pengembangan Wira usaha baru di sektor itu."Kami akan berupaya semaksimal mungkin dalam hal pengembangan pasar, serta memberi dukungan peralatan yang memadai," imbuhnya.

Program pengembangan gula merah, ungkap dia, merubah kultur pengelolaan, agar perajin tidak menggunakan bahan tambahan pangan dan menciptakan keseragaman kualitas."Sementara perajin sendal, kami harapkan dapat ditingkatkan agar mampu memproduksi sepatu. Di sini perlu peran penting pemerintah daerah dalam hal pemasaran. Salah satunya dukungan penggunaan produk perajin lokal,” seru dia.

Pada kesempatan itu Kepala Seksi Industri Logam, Mesin Kimia dan Elektronika Susilawati menambahkan, dari sektor non ferro, perajin asal Kabupaten Sukabumi telah menjadi mitra vendor besar dalam pembuatan komponen peralatan listrik, peralatan Telkom, serta peralatan rumah sakit.

Kendala saat ini, ungkap Susi, lebih kepada harga bahan baku yang cenderung fluktuasi."Ketersedian bahan baku banyak, namun harganya selalu naik. Pada saat harga bahan baku naik, perajin tidak bisa menaikkan harga," Susi menerangkan.

Kendala lainnya, para perajin ini tidak memiliki legalitas. Padahal pengurusan izin ini mudah dan gratis. "Soal legalitas ini, kami berupaya terus memfasilitasi," tambahnya.

Dari sektor ini, tutur Susi, perajin non ferro secara global bisa mencapai kontrak sebesar Rp 20 miliar."Kebanyakan kontrak komponen otomotif, kemudian komponen listrik, alat peraga pendidikan dan lain sebagainya," papar Susi.

Hanya saja, sebut dia, dari sisi manajemen para perajin ini belum tertib administrasi pembukuan."Sehingga antara modal, biaya kerja dan belanja kerja tidak terhitung akibat tidak ada pembukuan. Ini berimbas terhadap sulitnya akses perajin terhadap dunia perbankan, saat membutuhkan suntikan modal kerja," paparnya.

Kendati demikian, sambung Susi, pihaknya menargetkan minimal 100 perajin pada tahun 2018 ini, sudah mengantongi izin usaha mikro dan kecil (IUMK) yang dikeluarkan pemerintahan kecamatan. Ron

BERITA TERKAIT

Honorer K2 Asal Kabupaten Sukabumi Keluhkan Persyaratan CPNS

Honorer K2 Asal Kabupaten Sukabumi Keluhkan Persyaratan CPNS NERACA Sukabumi – Honorer Kategori 2 (K2) asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat,…

Marka Jalan di Kota Sukabumi Masih Kurang

Marka Jalan di Kota Sukabumi Masih Kurang NERACA Sukabumi - Di kota Sukabumi kelengkapan marka jalan ternyata masih kurang, rata-rata…

Hari Ini Penyampaian Visi dan Misi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi yang Baru

Hari Ini Penyampaian Visi dan Misi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi yang Baru NERACA Sukabumi - Ketua Badan Musyawarah (Banmus)…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Pentingnya Literasi dan Edukasi Keuangan untuk Mahasiswa

Pentingnya Literasi dan Edukasi Keuangan untuk Mahasiswa NERACA Jakarta - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (“WOM Finance” atau “Perseroan”), hari…

Tersangka Mantan Walkot dan Sekda Depok Terkesan Janggal Tidak Ditahan - Proses Penyidikan Tersangka Korupsi APBD-P 2015 Jalan Nangka

Tersangka Mantan Walkot dan Sekda Depok Terkesan Janggal Tidak Ditahan Proses Penyidikan Tersangka Korupsi APBD-P 2015 Jalan Nangka NERACA Depok…

Marka Jalan di Kota Sukabumi Masih Kurang

Marka Jalan di Kota Sukabumi Masih Kurang NERACA Sukabumi - Di kota Sukabumi kelengkapan marka jalan ternyata masih kurang, rata-rata…