Dana PMN BUMN Capai RP12,05 Triliun

NERACA

Jakarta--- Pemerintah telah menetapkan alokasi dana Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada 17 badan usaha milik negara (BUMN) senilai Rp12,05 triliun. "PMN yang telah ditetapkan dalam peraturan pemerintah hingga 17 Januari 2012 mencapai Rp12,05 triliun," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan di Jakarta,7/2

Dahlan menjelaskan tiga sumber alokasi PMN meliputi Konversi Bantuan Pemerintah Yang Belum Ditentukan Statusnya (BPYBDS) sebesar Rp4,59 triliun, berasal dari Dana Segar (APBN) Rp3,21 triliun, dan dari Konversi Utang (termasuk Sub Loan Agreement/SLA) dan aset kredit Rp4,25 triliun.

Disebutkan, 10 BUMN yang BPYBDS-nya ditetapkan sebagai PMN yaitu PT Angkasa Pura II sebesar Rp1,9 triliun, PT Angkasa Pura I Rp1,388 triliun, PT Angkutasn Sungai dan Penyeberangan (ASDP) Rp686,75 miliar, dan PT Pelindo IV Rp252,52 miliar. Selanjutnya PT Pelindo III Rp209,73 miliar, PT Pengerukan Indonesia Rp58,7 miliar, PT Pelindo I Rp48,17 miliar, Perum LKBN Antara Rp25,93 miliar, PT Pelindo II Rp7,65 miliar, dan Perum Jasa Tirta I Rp1,13 miliar.

Sementara itu sebanyak PMN 4 BUMN berasal dari dana segar APBN meliputi PT Jamkrindo Rp1,2 triliun, PT Askrindo Rp800 miliar, PT PAL Indonesia Rp648 miliar, PT Merpati Nusantara Airlines Rp561 miliar. Adapun 3 PMN BUMN berasal dari konversi piutang yaitu PT Pupuk Iskandar Muda pada anak usaha PT Pusri sebesar Rp1,3 triliun, melalui konversi utang dividen PT Inhutani Rp1,34 triliun, dan konversi SLA dan aset kredit PT Dirgantara Indonesia Rp1,57 triliun.

Menurut Dahlan, PMN pada BUMN merupakan salah satu kegiatan restrukturisasi perusahaan, khususnya terkait permasalahan permodal, yang memiliki manfaat bagi perusahaan dalam rangka mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sementara PMN yang berasal dari konversi BPYBDS akan lebih memberikan kepastian hukum terhadap kepemilikan aset. Di sisi ekuitas PMN dapat memperbaiki struktur modalnya sehingga BUMN mampu me-"leverage" atau meningkatkan pengembangan usaha. **cahyo

BERITA TERKAIT

Target Pencairan Dana LPDB Maksimal 21 Hari

Target Pencairan Dana LPDB Maksimal 21 Hari  NERACA Malang - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM berkomitmen penuh untuk terus…

NU Care-LAZISNU Siap Kelola Dana Zakat yang Dihimpun BAZNAS

Jakarta, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggandeng Lembaga Amil Zakat (LAZ) berbasis Ormas. Enam LAZ Ormas di antaranya NU Care-LAZIS…

Intiland Targetkan Penjualan Rp 3,3 Triliun - Mengandalkan Proyek Mixed Use

NERACA Jakarta – Geliat bisnis properti di tahun politik diyakini masih berpeluang tumbuh, menjadi sentimen positif bagi PT Intiland Development…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bikin Program Pendidikan, Bank Mandiri Gaet UGM

      NERACA   Jakarta - Bank Mandiri menjalin kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam peningkatan kemampuan perbankan…

Genjot DPK, BTN Gelar Program “Super Untung Jaman Now”

      NERACA   Jakarta - Berhasil meraih pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 20,45% di atas rata-rata industri…

Waspada Bahaya “Jackpotting”

    NERACA   Jakarta - Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi atau Communication and Information System Security Research Center…