Kredit US100 Juta Untuk Indonesia Eximbank

NERACA

JAKARTA - PT Indonesia Eximbank dan Japan Bank for Internasional Cooperation (JBIC) menandatangani kerja sama perjanjian fasilitas kredit ekspor sebesar USD100 juta. "Fasilitas pertama dari JBIC yang ditujukan untuk mendukung trade finance telah ditandatangani pada 23 Oktober 2009 sebesar USD100 juta telah digunakan seluruhnya oleh Indonesia Eximbank," kata CEO Indonesia Eximbank I Made Gde Erata kepada wartawan di Jakarta, 7/2

Menurut Erata, fasilitas kredit ekspor ini merupakan fasilitas kredit yang kedua dari JBIC kepada Indonesia Eximbank. Apalagi fasilitas kredit ekspor tahap dua ini terdiri dari dua tranches, yaitu tranches A (pembiayaan yang dilakukan JBIC) dan tranches B (pembiayaan yang dilakukan The Commercial Bank-The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd (BTMU) dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC). "Dari total kredit line sebesar USD100 juta, porsi JBIC maksimal sebesar USD60 juta dan sisanya merupakan porsi commercial bank dengan jaminan berupa Buyers Credit Insurance dari Nipon Export and Investment Insurance (NEII)," tambahnya

Adapun tujuan dari fasilitas kredit ekpor ini adalah menyediakan pendanaan bagi Indonesia Eximbank dalam membiayai perusahaan exportir Indonesia yang membeli mesin, barang dan atau jasa dari eksportir Jepang. "Maksimal pembiayaannya sebesar 85 persen dari nilai kontrak penjualan antara perusahaan Indonesia dan Jepang, serta maksimal jangka waktu pembayaran lima tahun," tandasnya.

Dikatakan Erata, PT Indonesia Eximbank mencatat total pembiayaan (unaudited) per Desember 2011 mencapai Rp20,51 triliun atau meningkat 30,36 persen dari perolehannya di 2010 lalu sebesar Rp15,74 triliun. Selain pembiayaan total aset Indonesia Eximbank juga tercatat sebesar Rp26,32 triliun atau meningkat 27,51 persen dari Rp20,64 triliun di 2010. "Pada 2011, hampir semua indikator kinerja keuangan Indonesia Eximbank mengalami pertumbuhan positif," paparnya

Sebagaimana diketahui, Indonesia Eximbank merupakan lembaga keuangan khusus pemerintah yang didirikan berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No 2 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). **cahyo

BERITA TERKAIT

Ciptakan IKM Unggul - Pemerintah Terus Dorong e-Commerce Untuk Cetak Wirausaha Baru

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong tumbuhnya Industri Kecil Menengah (IKM) serta wirausaha baru di Tanah Air. Salah…

BRI Siapkan Fasilitas Bank Notes untuk Jamaah Haji

  NERACA   Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menjadi bank yang memfasilitasi Badan Pengelola Keuangan Haji…

Pemerintah Kaji Penggunaan O-Bhan untuk Transportasi Massal - Gabungkan BRT dan LRT

    NERACA   Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mengkaji angkutan massal yang merupakan gabungan antara Bus…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Pangkas Biaya Transfer Kliring Jadi Rp3.500/Transaksi

NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) memangkas biaya transfer yang dibebankan perbankan kepada nasabah melalui sistem kliring nasional menjadi…

Tantangan Pengelolaan Keuangan Negara Di Era Digital

      NERACA   Jakarta - Disrupsi teknologi di era digital telah memorak-porandakan tatanan dan model bisnis konvensional yang…

BNI Salurkan KUR Rp245 Miliar di Empat Provinsi

  NERACA   Manado - Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) PT Bank Negara Indonesia (BNI) Manado mencapai Rp 245,42 miliar…