Santri Lawan Hoax untuk Jaga NKRI

NERACA

Bandung- Pengamat media sosial dari Komunikonten Hariqo Wibawa mengatakan, potensi santri menjadi pembuat konten hebat sangat besar, karena mereka rata-rata mampu berbicara dalam empat bahasa (Arab, Inggris, Indonesia, bahasa daerah). Buku-buku pelajaran santripun berbahasa Arab dan Inggris, kemudian para kiai dan ustaz juga mengajar bahasa Arab dan Inggris.

“Pesantren sudah ada sejak tahun 1475, Kiai dan santri terlibat aktif melawan penjajah dan memerdekakan Indonesia. Komitmen santri untuk Pancasila dan NKRI tidak perlu diragukan lagi karena itu ciri utama santri, bersama kita jaga agar ciri utama tidak pudar. Di era digital santri juga memainkan peran yang sangat strategis, sudah banyak konten-konten yang diproduksi oleh santri. Kegiatan ini tidak mengajari santri dari awal, karena santri umumnya sudah tahu mana yang boleh dan dilarang dilakukan di media sosial. Contoh di Pesantren menghina orang, berkelahi bisa menyebabnya pelakunya diusir dari Pesantren. Terkait literasi digital kita tinggal bilang kepada santri bahwa apa yang tidak boleh dilakukan di pesantren jangan di lakukan di media sosial, mereka sudah paham”, ujarnya.

Menurut dia, semakin lama orang akan semakin sadar bahwa literasi media itu adalah kebutuhan, literasi media itu seperti helm dan sarung tangan saat kita naik motor, literasi media bermanfaat untuk keamanan setiap orang, keluarga, bangsa dan negara. Santri harus menjadi pembuat konten, bukan sekedar penyebar konten karya orang lain.

Hariqo menyampaikan hal itu dalam lokakarya literasi media dengan tema “Optimalisasi kreatifitas santri di media sosial dalam upaya memperkokoh dan memajukan NKRI.”, di Aula Pondok Pesantren Baitul Hidayah, Bukit Panyandaan, Mandala Mekar, Kec. Cimenyan, Cikadut, Cimenyan, Bandung, Jawa Barat, Rabu (21/2).Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama Ponpes Baitul Hidayah dengan Komunikonten (Institut Media Sosial dan Diplomasi). Diikuti seluruh santri kelas 4,5 dan 6.

Pondok Pesantren Baitul Hidayah di Bandung merupakan salah satu pesantren dengan pemandangan terindah. “kami menyebutnya Pesantren di atas awan, karena ketika pagi dan saat-saat tertentu awan mengelilingi pesantren ini. Pondok Pesantren ini didirikan di atas tanah wakaf dengan ketinggian 950 meter di atas permukaan laut, sehingga dari sini kita dapat melihat keindahan kota Bandung”, ujar Kiai Iwan Shofyan Andi, SE., M.Si.

Menurut Kiai Iwan Shofyan, Ponpes Baitul Hidayah sudah dua kali mengadakan literasi media untuk para santri dan kegiatan kali ini yang terbesar. “Rencananya kami juga akan memberikan pembekalan literasi media untuk para santri yang akan lulus, kami ingin mereka cerdas dalam bermedia sosial dan mampu membuat konten-konten yang memperkokoh serta memajukan NKRI”, ujar Kiai muda ini.

Sementara itu Dedeh Fardiah (Ketua KPID Jawa Barat) dalam paparannya menjelaskan bahwa teknologi digital sesungguhnya untuk meningkatkan kreatifitas, meningkatkan pelayakan publik, pembelajaran jarak jauh dan mendorong pertumbuhan usaha. Yang perlu kita evaluasi adalah sejauh mana pencapaian kita terhadap tujuan mulia dari teknologi digital tersebut.

Rizqi Ghassani (Wakil Ketua DPD KNPI Jawa Barat Bidang Komunikasi dan Hubungan Masyarakat) dalam presentasinya mengatakan ciri utama dari media sosial adalah pesan yang disampaikan tidak hanya untuk satu orang, karenanya pengguna media sosial juga harus mempertimbangkan orang banyak dalam melakukan berbagai aktifitas di media sosial. Rizqi juga mengingatkan bahwa malaikat mencatat semua perbuatan kita dan semua perbuatan buruk ada balasannya.

Sementara itu M. Latif Faidah (Ketua Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi Kota Bandung) melihat banyak sekali hal unik di Pesantren yang bisa disampaikan ke publik, tinggal kreatifitas dalam memproduksi konten harus ditingkatkan.mohar

BERITA TERKAIT

Jaga Pertumbuhan Kinerja Positif - Japfa Perkuat Kemitraan Dengan Peternak

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan kinerja perseroan, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) gencar meningkatkan program kemitraan dengan peternak. “Perseroan…

Menyatukan Asa untuk Mewujudkan Swasembada Pangan

Oleh: Sumarwoto Indonesia pada tahun 1984 pernah menorehkan sejarah dengan terwujudnya swasembada pangan karena produksi beras kala itu mencapai kisaran…

Pemerintah Alokasikan Rp492 Triliun untuk Pendidikan

      NERACA   Jakarta - Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menunjukkan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Pengembangan UMKM Tanah Air Melalui Program Sektor Unggulan

Pengembangan UMKM Tanah Air Melalui Program Sektor Unggulan NERACA Jakarta - Dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan atau dikenal…

PBB Kuningan Mencapai Target, Sentuh 96%

PBB Kuningan Mencapai Target, Sentuh 96% NERACA Kuningan – Objek pajak di lingkup kota memang sudah sejak lama susah ditarget…

Kemenkop dan BPOM Dukung UMKM Jamu Berdaya Saing

Kemenkop dan BPOM Dukung UMKM Jamu Berdaya Saing NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM bersama Badan Pengawasan Obat dan…