Buyback Saham, Arwana Siapkan Rp 30 Miliar

NERACA

Jakarta – Dalam rangka menjaga pertumbuhan harga saham di pasar modal, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) telah menyiapkan dana sebanyak-banyaknya Rp 30 miliar untuk membeli kembali atau buy back saham. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Rencananya, pelaksanaan buy back akan di lakukan selama 12 bulan sejak tanggal disetujuinya rencana ini dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia, sehingga transaksi akan melalui salah satu anggota bursa. Lebih lanjut disebutkan, aksi ini diharapkan membuat harga saham stabil dan memberikan nilai positif bagi pemegang saham.

Untuk diketahui, saham emiten produsen keramik itu ditutup turun 10 point atau 2,8% ke level 344 pada perdagangan Rabu (21/2), kemarin dengan nilai transaksi Rp632 juta dan sebanyak 18.476 lot. Sebagai informasi, emiten produsen keramik ini menargetkan laba bersih tahun ini sebesar Rp 150 miliar atau meningkat sekitar 25% dibandingkan dengan perkiraan Rp120 miliar pada 2017.

Chief Financial Officer Arwana Citramulia, Rudy Sujanto pernah mengatakan, perusahaan membidik pendapatan sekitar Rp1,85 triliun-Rp1,9 triliun pada 2018 atau meningkat dibandingkan dengan perkiraan Rp1,75 triliun pada akhir 2017. Pada saat ini, kapasitas produksi terpasang perusahaan mencapai 57,4 juta meter persegi per tahun yang berasal dari lima pabrik yang terletak di Serang (20 juta m2/tahun), Tangerang (3 juta m2/tahun), Gresik (20 juta m2/tahun), Ogan Ilir (8 juta m2/tahun) dan pabrik kelima atau pabrik terbaru perusahaan, Mojokerto (8 juta m2/tahun).

Pabrik di Mojokerto yang baru diresmikan pada 2017 itu memproduksi keramik yang akan dipasarkan di Jawa bagian Timur dan Indonesia bagian Timur. Utilisasi produksi pabrik itu disebut telah mencapai lebih dari 90%. Menurutnya, pabrik di Mojokerto dibangun seiring peningkatan permintaan di luar pulau Jawa.

Rudy mengatakan, perusahaan berencana menambah kapasitas produksi di salah satu pabrik perusahaan yang terletak di Ogan Ilir, Sumatra Selatan. Perusahaan akan menambah kapasitas terpasang hingga 7 juta m2/tahun di pabrik yang sudah beroperasi sekarang. Menurutnya, rencana itu membutuhkan dana sekitar Rp200 miliar untuk keperluan pembelian mesin.

Rudy menuturkan, perseroan tidak perlu membeli lahan atau mendirikan gedung baru untuk keperluan ekspansi itu mengingat rencana perluasan kapasitas itu dilakukan di kawasan pabrik yang dimiliki perusahaan. Arwana Citramulia akan menggunakan dana internal untuk keperluan ekspansi itu dan belum berencana melakukan aksi korporasi tertentu untuk menggalang dana.

Sementara Chief Operating Officer Arwana Citramulia Edy Suyanto mengatakan perusahaan berencana untuk menambah kapasitas produksi di Sumatera Selatan untuk melayani pasar di kawasan Sumatera, termasuk di bagian utara. Menurutnya, pembangunan infrastruktur berupa jalan tol Trans Sumatera itu akan berdampak terhadap biaya distribusi keramik di Sumatera.

BERITA TERKAIT

Ekspansi di Timur Indonesia - SOTS Siapkan Investasi Rp 250 Miliar

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan bisnis properti lebih agresif lagi di tahun depan, PT Satria Mega Kencana (SOTS) memiliki rencana…

Bukaka Kuasai 25% Saham Poso Energy

PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) kembali menguasai 25% saham PT Poso Energy. Sebelumnya, Bukaka sempat melepas 4,49% sehingga kepemlikan…

Geliat Bisnis Investasi - PII Agresif Sertakan Saham di Anak Usaha IPC

NERACA Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia Investama (PII) yang merupakan anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC, sampai…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perumnas Terbitkan MTN Rp 300 Miliar

Danai pengembangan bisnisnya, Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) akan menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN)…

BEI Suspensi Saham Perdana Bangun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) setelah sebelumnya…

Indosat Lunasi Obligasi Rp 224,59 Miliar

Meskipun performance kinerja keuangan masih negatif, kondisi tersebut tidak membuat PT Indosat Tbk (ISAT) untuk nunggak bayar obligasi yang jatuh…