Pemerintah Serap Dana Rp8,47 triliun dari Lelang SBSN

NERACA

Jakarta - Pemerintah menyerap dana sebesar Rp8,47 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Selasa dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp13,3 triliun. Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang dikutip, Rabu (21/2) menyebutkan jumlah dana diserap Rp8,47 triliun itu berasal dari seri SPNS07082018, PBS016, PBS002, PBS017, PBS012 dan PBS004.

Jumlah yang dimenangkan untuk seri SPNS07082018 mencapai Rp3 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,23021 persen dan imbalan secara diskonto. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 7 Agustus 2018 sebesar Rp6,96 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 4,1875 persen dan tertinggi 4,75 persen. Jumlah dimenangkan untuk seri PBS016 sebesar Rp4,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,76688 persen dan tingkat imbalan 6,25 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Maret 2020 ini mencapai Rp4,937 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 5,65625 persen dan tertinggi 6,0 persen. Untuk seri PBS002, jumlah dimenangkan mencapai Rp0,68 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,06611 persen dan tingkat imbalan 5,45 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Januari 2022 ini mencapai Rp0,88 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 5,96875 persen dan tertinggi 6,28125 persen. Untuk seri PBS017, jumlah dimenangkan mencapai Rp0,195 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,56426 persen dan tingkat imbalan 6,125 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2025 ini mencapai Rp0,195 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,5 persen dan tertinggi 6,71875 persen. Untuk seri PBS004, jumlah dimenangkan mencapai Rp0,2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,62099 persen dan tingkat imbalan 6,1 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Februari 2037 ini mencapai Rp0,2 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,59375 persen dan tertinggi 7,65625 persen Dalam lelang kali ini, pemerintah tidak memenangkan penawaran untuk seri PBS012, meski penawaran yang masuk untuk seri yang jatuh tempo pada 15 Nopember 2031 ini mencapai Rp0,15 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,15625 persen dan tertinggi 7,5 persen. Sebelumnya, pemerintah menyerap dana sebesar Rp10,07 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara pada Selasa (6/2) dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp20,14 triliun.

BERITA TERKAIT

Intervensi Pemerintah atas Harga CPO via Implementasi B20

Oleh: Piten J Sitorus, Mahasiswa D3 Alih Program PKN STAN Pada tahun 2017 Indonesia memproduksi sebesar 38,17 juta ton Crude Palm…

Bank Dunia Minta Pemerintah Dorong Masyarakat Melek Teknologi

    NERACA   Jakarta - Bank Dunia meminta kepada pemerintah Indonesia agar terus mendorong masyarakat untuk melek teknologi (digital…

Ramaikan Harbolnas - Bukalapak Targetkan Transaksi Rp 1,6 Triliun

NERACA Jakarta - Meriahkan hari belanja online nasional (Harbolnas) di akhir tahun ini, Bukalapak yang selalu berpatisipasi selalu menghadirkan banyak…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BJB Diminta Atasi Rentenir

      NERACA   Bandung - Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil meminta Bank BJB ikut melindungi masyarakat agar…

Mandiri Syariah Tawarkan Solusi Hedging Syariah

  NERACA   Surabaya - Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menyediakan solusi mitigasi risiko fluktuasi mata uang melalui produk hedging…

Adira Insurance Hadirkan Asuransi Perjalanan

      NERACA   Jakarta – PT Adira Insurance menyiapkan produk asuransi perjalanan yaitu Travellin. Digital Business Division Head…