OJK Kaji Rencana Menaikkan MKBD Tahun Ini - Dukung Pertumbuhan Pasar Modal

NERACA

Jakarta – Bergerak dinamisnya pertumbuhan industri pasar modal dan termasuk meningkatnya kapitalisasi di pasar modal, mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperbarui aturan pasar modal dan didalamnya soal rencana menaikkan modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) baru perusahaan sekuritas atau broker di tahun ini.

Fakhri Hilmi, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II selaku Plt Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I OJK menyatakan, saat ini besaran kenaikan MKBD tersebut sedang dibahas. Diharapkan, besaran angka tersebut bisa pasti pada tahun ini. “Ada beberapa angka yang sedang kami diskusikan,”ujarnya di Jakarta, Selasa (20/2).

Pihaknya juga mempertimbangkan penyeragaman ataupun perbedaan perlakuan besaran angka MKBD pada perusahaan efek daerah. Kini, OJK juga mempertimbangkan mekanisme kenaikan MKBD tersebut. Apakah akan dilakukan secara bertahap atau langsung. “Tapi sepertinya, kami tidak menggunakan angka yang sama, karena scoop-nya berbeda,” ungkapnya.

Dengan menambah modal,kapasitas transaksi investor dapat ditingkatkan. Hal itu bisa memberikan efek positif, sebab anggota bursa bisa mendorong diversifikasi transaksi. Sebab, broker dengan MKBD di atas Rp 250 miliar, saat ini bisa melakukan transaksi margin. Modal yang besar tersebutjuga bisa menjadi sumber pendapatan. Pasalnya, pendapatan bukan hanya dari transaksi, namun juga bisa dari bunga atas transaksi margin. Kenaikan MKBD tersebutjuga bisa mendorong kemampuan broker untuk menjangkau investor ritel.

Merespon hal tersebut, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mendukung rencana peningkatan MKBD. Menurut Tito, berkaca pada negara Malaysia dan Thailand, mereka memiliki modal disetor berkisar US$ 15 juta sampai US$ 25 juta. Sedangkan Singapura sekitar US$ 150 juta. “Kita (Indonesia) saat ini sekitar Rp 30 miliar dan MKBD-nya, Rp 25 miliar. Secara teoritis, kalau modal disetor Rp 100 miliar, maka MKBD minimum sekitar Rp 85 miliar hingga Rp 90 miliar,”ujarnya.

Aturan MKBD akan menjadi ranah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BEI juga melakukan koordinasi terkait dengan besaran angka tersebut. Pihaknya akan menyambut baik, bila OJK berencana menaikkan MKBD broker. Pasalnya, negara tetangga saat ini sudah memiliki kemampuan modal disetor yang jauh lebih besar dari Indonesia.

Untuk menyetor modal tersebut, self regulatory organization (SRO) akan memberikan waktu. Bukan hanya itu, BEI juga mengusulkan jika ada broker yang merger akan difasilitasi. Kemudian, saham akan di-buyback dengan nilai tertentu. “Bursa akan mengusulkan kepada OJK dan shareholder supaya boleh buyback,” lanjutnya.

Peningkatan MKBD diprediksi akan terjadi tahun ini. Hal ini untuk mengimbangi pasar modal yang terus membesar, sehingga broker juga turut membesar. Tito menyatakan, modal terakhir naik diperkirakan pada tahun 2004. “Saya rasa kalau melihat tetangga, kini sudah waktunya. Tapi itu adalah ranah OJK,” katanya.

Dengan menambah MKBD, maka kapasitas transaksi investor dapat ditingkatkan. Hal itu bisa memberikan efek positif, sebab anggota bursa bisa mendorong diversifikasi transaksi. Sebab, broker dengan MKBD di atas Rp 250 miliar, saat ini bisa melakukan transaksi margin. Modal yang besar tersebut, juga bisa menjadi sumber pendapatan. Pasalnya, pendapatan bukan hanya dari transaksi, namun juga bisa dari interest atas transaksi margin. Kenaikan MKBD tersebut, juga bisa mendorong kemampuan broker untuk menjangkau investor ritel.

BERITA TERKAIT

Ternyata, LCGC Tidak Cocok Memakai BBM Jenis Ini

Ternyata, LCGC Tidak Cocok Memakai BBM Jenis Ini NERACA Jakarta - Sejak beberapa tahun terakhir, masyarakat kelas menengah dimanjakan kehadiran…

Arus Balik Tol Tangerang –Merak Diprediksi Akhir Pekan Ini

NERACA Tangerang – Meskipun libur panjang lebaran telah usai pada Kamis (21/6), namun menurut manajemen PT Marga Mandalasakti (ASTRA Tol…

Dilema Pertumbuhan vs Stabilitas

Persoalan target pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas mata rupiah selalu menjadi pembahasan banyak pihak. Pasalnya, untuk menjaga stabilitas rupiah, BI…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Profil Keuangan Dinilai Stabil - Moody’s Naikkan Peringkat XL Axiata

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal pertama 2018 tidak terlalu positif dengan laba bersih terkoreksi 63% dari…

Laba Bersih BULL Melesat Tajam 109,72%

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2018, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 109,72% menjadi…

Indo Straits Incar Pendapatan US$ 20,91 Juta

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Indo Straits Tbk (PTIS) menargetkan total pendapatan sebesar US$ 20,91 juta. Operations Director PT…