Laba Bayu Buaya Tumbuh 17% di 2017 - Berkah Pertumbuhan Pariwisata

NERACA

Jakarta – Melesatnya pertumbuhan industri pariwisata di dalam negeri sepanjang 2017 kemarin, memberikan dampak positif terhadap kinerja PT Bayu Buana Tbk (BAYU) sebagai perusahaan agen perjalanan wisata. Pasalnya, perseroan mencatatkan pertumbuhan laba sekitar 17% di 2017.

Direktur Utama BAYU, Agustinus Kasjaya Pake Seko dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, sebelum diaudit tercatat bottom line BAYU sekitar Rp 32 miliar. Jumlah ini meningkat 17,39% year on year (yoy). Tahun 2016 lalu, tercatat laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 27,26 miliar.

Agustinus menambahkan, pendapatan BAYU pun tumbuh 10%. Pendapatan BAYU pada tahun 2016 sebesar Rp 1,61 triliun.Dengan pertumbuhan sebesar 10%, artinya BAYU akan mencatat pendapatan sebesar Rp 1,77 triliun. Di tahun 2018 ini, BAYU memasang target pertumbuhan pendapatan yang lebih besar, yakni sektiar 15%-20%. Jika target tersebut tercapai, estimasinya BAYU akan mencatat pendapatan sekitar Rp 2,03 triliun-Rp 2,12 triliun. "Pendorong pertumbuhan tahun ini adalah product development dan market penetration," tutur Agustinus.

Meski demikian, Agustinus belum mau merinci pengembangan produk yang sedang disiapkan. BAYU tengah menyiapkan produk untuk peak season di masa libur sekolah dan lebaran pada Juni mendatang. Maka guna memuluskan penetrasi market, BAYU bisa memanfaatkan cabang yang dimiliki. Saat ini, Agustinus bilang tak ada target khusus penambahan cabang baru di 2018.

Namun, jika ada kesempatan yang menggiurkan, BAYU akan buka cabang baru. Sebagai informasi, per November 2017 lalu, BAYU memiliki 22 cabang. BAYU juga mengelola portal bayubuanatravel.com dan jelaja.com. BAYU menargetkan pertumbuhan konsumen turis lokal yang berkunjung ke luar negeri sebesar 20%. Begitu pula sebaliknya, konsumen turis asing yang melancong ke dalam negeri juga ditargetkan tumbuh 20%.

Optimisme perseroan mengejar pertumbuhan lebih agresif lagi, ditunjukkan perseroan dengan gencar mengikuti travel fair dan membidik potensi wisata di bisnis umrah yang saat ini pasarnya cukup besar. Perseroan menawarkan dua paket produk kepada konsumen yaitu low cost dan full service. Disebutkan, perseroan menargetkan penjajakan 5000 paket perjalanan umrah untuk periode November 2017 hingga Mei 2018. Meski baru melakoni bisnis perjalanan umrah sejak tahun lalu, Bayu Buana yakin mampu memenuhi target.

Pengembangan ekspansi bisnis lainnya, Bayu Buana juga merambah sektor properti dengan rencana membangun hotel. Persiapan membangun hotel terus dilakukan perseroan dengan mengakuisisi lahan di sejumlah wilayah. “Kamimasih dalam tahap melihat aset. Beberapa aset yang sudah diakuisisi adalahtanah di Banjarmasin,” ujar Agustinus.

BERITA TERKAIT

Dilema Pertumbuhan vs Stabilitas

Persoalan target pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas mata rupiah selalu menjadi pembahasan banyak pihak. Pasalnya, untuk menjaga stabilitas rupiah, BI…

Forza Land Hanya Fokus Proyek Eksisting - Jaga Pertumbuhan Bisnis

NERACA Jakarta – Memasuki tahun politik, PT Forza Land Indonesia Tbk (FORZ), emiten yang bergerak dalam bidang perdagangan dan jasa…

Laba Bersih BULL Melesat Tajam 109,72%

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2018, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 109,72% menjadi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Profil Keuangan Dinilai Stabil - Moody’s Naikkan Peringkat XL Axiata

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal pertama 2018 tidak terlalu positif dengan laba bersih terkoreksi 63% dari…

Laba Bersih BULL Melesat Tajam 109,72%

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2018, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 109,72% menjadi…

Indo Straits Incar Pendapatan US$ 20,91 Juta

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Indo Straits Tbk (PTIS) menargetkan total pendapatan sebesar US$ 20,91 juta. Operations Director PT…