Komisiober OJK Sebaiknya Bankir Berpengalaman - Harapan Perbanas

Harapan Perbanas

Komisiober OJK Sebaiknya Bankir Berpengalaman

Jakarta--Perbanas minta agar komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) idealanya dalam lima tahun pertama sebaiknya orang-orang yang berpengalaman. “Sekurang-kurangnya ya orang yang berpengalaman Ketua dan Kepala eksekutif pengawas perbankan”, kata Ketua Umum Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas), Sigit Pramono usai seminar tentang perbankan di Jakarta (7/2).

Faktanya sekarang ini dan lima tahun ke depan masalah perbankan masih akan mendominasi. Menanggapi permasalahan tersebut, Sigit menilai, perlu orang-orang yang berkompeten di bidang perbankan. “Sekarang ini yang namanya sektor jasa keuangan yang akan diatur dan diawasi OJK itu masih didominisi oleh perbankan. 80% dari total aset masih mayoritas perbankan. Jumlah tenaga kerja yang terlibat di dalamnya juga masih mayoritas perbankan. Jumlah nasabah pasar modal berapa ribu sih. Nasabah perbankan kan sudah jutaan. Cabang-cabangnya, kantornya yang terlibat nah inikan perbankan, ” paparnya.

Sigit mengakui Undang-undang (UU) sudah mengatur mengenai porsi komisioner OJK. Namun, mengantisipasi permasalahan mendatang. Karena OJK harus diisi oleh orang-orang yang memiliki pengalaman luas dibidang perbankan. “Di dalam UU sudah disebutkan porsinya kira-kira sepertiga, sepertiga, sepertiga. Kenapa karena ada tiga pengawas eksekutif di perbankan, pasar modal dan lembaga non keuangan. Meskipun UU sudah mengaturnya, tetap bankir diutamakan lima tahun ini. Jadi persoalan-persoalan yang timbul menyangkut isu perbankan bisa diantisipasi. Jangan lupa kita juga 2014 ketika OJK sudah masuk mengawasi perbankan juga kita menghadapi dampak dari krisis dari eropa-amerika, kira-kira 2013-2014 kita akan mulai terkena dampaknya”, lanjutnya.

Lebih lanjut Sigit menambahkan, porsi ideal ini nanti akan disesuaikan dengan kondisi yang ada. “Kalau nantinya keadaan sudah seimbang antara pasar modal dan perbankan. Nanti dipimpim dari pasar modal tidak apa-apa,” urainya.

Disisi lain, Sigit mengingatkan, pemilihan komisioner harus berdasarkan tujuan yang kuat bukan hanya sekedar keinginan individu pencalon. Alasannya, dalam Surat Keputusan (SK) tugas komisi OJK sudah diatur sedemikian rupa bersama pihak-pihak terkait. “Ini berdasarkan kepentingan ya bukan minat. Harus menggalang banyak dukungan untuk memuluskan pekerjaan nantinya. OJK harus bekerjasama dengan Menkeu (Menteri Keuangan), OJK harus bekerjasama dengan Gubernur BI, ini ada di dalam SK.

Namun kata Sigit, hingga saat ini belum ada calon komisioner OJK dari Perbanas. Meski banyak bankir-bankir yang sudah mendaftar. “Saya yakin sudah banyak bankir yang mendaftar. Namun, secara kelembagaan belum ada calon yang definitif untuk kita (Perbanas) rekomendasikan dari Perbanas”, ujarnya. **maya

BERITA TERKAIT

OJK: Sumatera Selatan Bidikan Perbankan untuk Ekpansi

OJK: Sumatera Selatan Bidikan Perbankan untuk Ekpansi NERACA Palembang - Kota Palembang, Sumatera Selatan, menjadi bidikan kalangan perusahaan perbankan untuk…

OJK Kedepankan Kepentingan Nasional - Penerapan Basel III

      NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan kerangka Basel III akan diterapkan dengan…

OJK Bakal Beri Insentif Untuk Green Bond

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal merilis aturan green bond, obligasi dengan tema lingkungan dalam waktu dekat ini.…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Sepakati Kerangka LCS dengan Malaysia dan Thailand

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyepakati kerangka "Local Currency Settlement" (LCS) secara bilateral dengan Bank Negara…

Dirut BTN Tegaskan IKA Undip Siap Dukung Program Pemerintah - Terpilih Ketua IKA UNDIP

  NERACA Semarang - Ikatan Alumni Keluarga Universitas Diponegoro (IKA Undip) siap mendukung pemerintah dalam menyukseskan program pembangunannya seperti infrastruktur…

Pemberdayaan Ekonomi, Bank Muamalat Gandeng Baznas

      NERACA Langkat - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meresmikan…