BEI Ingatkan BSWD Wajib Beli Saham Publik - Proses Sebelum Delisting

NERACA

Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa manajemen PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) memiliki kewajiban untuk membeli sahamnya dari publik menyusul rencananya untuk menghapus pencatatan saham (delisting) dari bursa,”Jadi, nanti ada pembelian saham publiknya, prosesnya semacam penawaran tender,"kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat di Jakarta, kemarin.

Sebelum melakukan penawaran tender, dia mengemukakan, perseroan terlebih dahulu melakukan rapat umum pemegang saham (RUPS) untuk meminta persetujuan atas rencana tersebut.”Investor maupun pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh PT Bank of India Indonesia Tbk," paparnya.

Dalam peraturan BEI nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencacatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa, disebutkan perusahaan tercatat atau pihak lain yang ditunjuk, wajib membeli saham dari pemegang saham yang tidak menyetujui keputusan RUPS. Dalam peraturan itu juga disebutkan, delisting saham menjadi efektif setelah perusahaan tercatat memenuhi seluruh kewajibannnya kepada Bursa, dan perusahaan tercatat telah membayar biaya delisting efek sebesar dua kali biaya pencatatan efek tahunan terakhir.

Sebelumnya, BEI telah menghentikan sementara (suspensi) perdagangan efek PT Bank of India Indonesia Tbk sejak 12 Februari 2018 menyusul rencananya untuk menghapus sahamnya (delisting) dari Bursa. Saat ini mayoritas saham perusahaan dipegang oleh Bank of India sebesar 76%. Kemudian, sebesar 18% dipegang oleh PT Panca Mitra Jaya, sebesar 3,29% dimiliki publik, dan sisanya 2,71% dimiliki oleh Prakash R Chugani.

Asal tahu saja, pengajuan delisting Bank of India telah direspon‎s oleh BEI dan suratnya telah diterima oleh bursa pada 9 Februari 2018. Hingga saat ini saham perusahaan masih bertengger di level Rp‎1.750 per saham. Ferry Koswara, Direktur Bank of India Indonesia pernah mengungkapkan, langkah delisting ini merupakan instruksi pemegang saham. "Sesuai dengan keinginan pemegang saham,"ujarnya.

Pada awal tahun ini Bank of India Indonesia sempat menerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue. Nilai rights issue ini sebesar Rp 656,2 miliar. Tahun ini, perseroan optimis mampu membukukan laba setelah beberapa tahun terakhir mencetak rugi. Disebutkan, perseroan menargetkan laba tahun 2018 sebesar Rp 80 miliar. Optimisme manajemen ini seiring dengan rencana kerja tahun ini akan memperkecil cadangan kredit bermasalah yang bisa menambah pendapatan non operasional.

Dari fungsi intermediasi, pada tahun ini diperkirakan kredit bisa tumbuh 10%-15%. Bank akan memperbanyak kredit berkualiatas baik di sektor perdagangan. Diharapkan kredit ke perdagangan bisa menyumbang 50%-60% dari total kredit bank. Dari sisi likuiditas bank berharap rasio LDR 2018 bisa mencapai 80%. Tahun ini bank milik Bank of India Mumbai ini juga menargetkan NPL 4% atau membaik dari posisi saat ini 4,95%. Hal ini seiring dengan peningkatan kredit yang dilakukan.

BERITA TERKAIT

Pasar Murah Asa Masyarakat Kecil Sambut Lebaran - Menjangkau Daya Beli Masyarakat

Tingginya harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran, selalu menjadi momok menakutkan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan di hari raya. Apalagi, bagi…

BEI Sambut Baik Wacana MTN Lewat Bursa - Perkuat Transparansi

NERACA Jakarta – Wacana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengkaji penerbitan surat utang jangka menengah (medium-term note/MTN) melalui bursa atau pasar…

BEI Tolak Permintaan Suspensi BFI Finance - Dinilai Menyalahi Aturan

NERACA Jakarta –Sengketa hukum antara PT BFI Finance Tbk dengan PT Aryaputra Teguharta, menuai reaksi dari PT Bursa Efek Indonesia.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Metrodata Bagikan Dividen Rp 10 Persaham

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan pertumbuhan laba bersih 12,1% sepanjang tahun 2017 kemarin, mendorong PT Metrodata Electronic Tbk (MDTL) untuk…

Duta Pertiwi Bidik Laba Bersih Rp 6 Miliar

NERACA Jakarta – Membaiknya harga batu bara, menjadi alasan bagi PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) untuk mematok pertumbuhan bisnis…

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…