Buyback Saham, NISP Siapkan Rp 800 Juta

NERACA

Jakarta – Dalam rangka menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, PT OCBC NISP Tbk (NISP) berniat melakukan pembelian kembali sahamnya (buyback) sebanyak maksimal 400.000 saham. Direktur NISP, Rama P Kusumasaputra dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengungkapkan bahwa diperkirakan biaya yang diperlukan untuk melakukan pembelian kembali saham maksimal Rp800 juta termasuk komisi perantara pedagang efek dan biaya-biaya lainnya yang terkait.

Disebutkan, jika pembelian kembali saham dilakukan perseroan dalam rangka pemberian remunerasi yang bersifat variable atas kinerja tahun 2017 kepada manajemen dan karyawan perseroan guna memenuhi aturan OJK. Untuk itu, perseroan pun bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 3 April 2018 yang salah satu agendanya berupa rencana perseroan untuk melakukan pembelian kembali saham-saham yang dikeluarkan perseroan.

Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan ekuitas sebesar 10%-15%. "Pada November 2017 ekuitas bank tumbuh 12%," kata Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP. Strategi untuk mencapai target tersebut adalah dengan meningkatkan laba bersih pada periode berjalan. Tercatat di kuartal tiga 2017, laba perseroan naik 23% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 1,7 triliun.

Menurut Parwati, ada tiga faktor yang mendorong pertumbuhan laba pada tahun ini. Tiga faktor ini pertama adalah perkembangan volume usaha yang dua digit. kedua adalah pertumbuhan biaya operasional yang lebih lambat dibandingkan pertumbuhan pendapatan. "Ini sebagai upaya efisiensi dan peningkatan produktivitas yang dilakukan,"ujarnya.

Selain itu, laba bank tahun kemarin juga didorong oleh melandainya risiko kredit seperti tercermin dalam jumlah pencadangan yang turun.

BERITA TERKAIT

KSEI Catatkan Jumlah Investor 1,3 Juta

NERACA Jakarta – Seiring agresifnya PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengkampanyekan program Yuk Nabung Saham, kini jumlah investor lokal di…

Pratama Abadi Bidik Dana IPO Rp 16 Miliar - Lepas 150 Juta Saham Ke Publik

NERACA Jakarta – Ditengah beberapa perusahaan menjadwal ulang rencana penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO), beda dengan…

Saatnya Investor Ritel Koleksi Saham Murah - Gejolak Harga Saham

NERACA Jakarta – Fluktuatifnya harga saham di pasar modal, biasanya memberikan kekhawatiran tersendiri bagi investor ritel bila nilai investasinya bakal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Metrodata Bagikan Dividen Rp 10 Persaham

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan pertumbuhan laba bersih 12,1% sepanjang tahun 2017 kemarin, mendorong PT Metrodata Electronic Tbk (MDTL) untuk…

Duta Pertiwi Bidik Laba Bersih Rp 6 Miliar

NERACA Jakarta – Membaiknya harga batu bara, menjadi alasan bagi PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) untuk mematok pertumbuhan bisnis…

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…