BEI Bilang Delisting Butuh Proses Panjang - Sikapi Kasus Bank of India

NERACA

Jakarta- PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) tengah meminta PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menghapus sahamnya (delisting) dari pasar modal Indonesia. Pengajuan itu dilakukan perusahaan dengan mengirimkan surat ke bursa pada 7 Februari 2018 lalu. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat mengatakan, proses pengajuan delisting‎membutuhkan waktu yang lama."Iya, kan masih lama prosesnya. Ya sekitar enam bulanan lah waktunya (delisting Bank of India dari bursa),”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Samsul mengaku waktu yang lama tersebut karena ada beberapa proses yang harus dijalani oleh manajemen Bank of India Indonesia. Setidaknya, mereka harus menjalankan penawaran pembelian saham kepada pemegang saham lainnya (tender offer) untuk sisa saham publik. ‎Saat ini mayoritas saham perusahaan dipegang oleh Bank of India sebesar 76%. Kemudian, sebesar 18% dipegang oleh PT Panca Mitra Jaya, sebesar 3,29% dimiliki publik, dan sisanya 2,71% dimiliki oleh Prakash R Chugani.”Jadi harus ada proses semacam tender offer‎ untuk sisa saham publik. Itu yang harus dilakukan, sebelum delisting bisa dilakukan," jelas Samsul.

Selanjutnya, kata Samsul, akan ada rapat umum pemegang saham (RUPS) independen. "Jadi ada beberapa prosesnya. Ya sekitar enam bulan. Ada tender offer, sisa saham publiknya harus diambil dulu, dan pastinya ada RUPS independen juga,"ungkapnya.

Pengajuan delisting Bank India telah direspon‎s oleh BEI dan suratnya telah diterima oleh bursa pada 9 Februari 2018."Surat yang memuat rencana perseroan untuk delisting dari bursa," ungkap Kepala Divisi Penilaian Perusahaan BEI, Goklas Tambunan

Adanya permintaan delistingmembuat manajemen bursa menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham Bank of India Indonesia‎ di seluruh pasar mulai sesi I perdagangan efek di hari ini hingga pengumuman lebih lanjut.”Bursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh ‎Bank of India Indonesia,"tutur Goklas.

Hingga saat ini saham perusahaan masih bertengger di level Rp‎1.750 per saham. Ferry Koswara, Direktur Bank of India Indonesia pernah mengungkapkan, langkah delisting ini merupakan instruksi pemegang saham. "Sesuai dengan keinginan pemegang saham,"ujarnya.

Seperti diketahui, pada awal tahun ini Bank of India Indonesia sempat menerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue. Nilai rights issue ini sebesar Rp 656,2 miliar. Tahun ini, perseroan optimis mampu membukukan laba setelah beberapa tahun terakhir mencetak rugi. Disebutkan, perseroan menargetkan laba tahun 2018 sebesar Rp 80 miliar. Optimisme manajemen ini seiring dengan rencana kerja tahun ini akan memperkecil cadangan kredit bermasalah yang bisa menambah pendapatan non operasional.

Dari fungsi intermediasi, pada tahun depan diperkirakan kredit bisa tumbuh 10%-15%. Bank akan memperbanyak kredit berkualiatas baik di sektor perdagangan. Diharapkan kredit ke perdagangan bisa menyumbang 50%-60% dari total kredit bank. Dari sisi likuiditas bank berharap rasio LDR 2018 bisa mencapai 80%. Tahun ini bank milik Bank of India Mumbai ini juga menargetkan NPL 4% atau membaik dari posisi saat ini 4,95%. Hal ini seiring dengan peningkatan kredit yang dilakukan.

BERITA TERKAIT

Tersangka Mantan Walkot dan Sekda Depok Terkesan Janggal Tidak Ditahan - Proses Penyidikan Tersangka Korupsi APBD-P 2015 Jalan Nangka

Tersangka Mantan Walkot dan Sekda Depok Terkesan Janggal Tidak Ditahan Proses Penyidikan Tersangka Korupsi APBD-P 2015 Jalan Nangka NERACA Depok…

BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham - Siapkan Sanksi Tegas

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…

Komitmen BEI Permudah Persyaratan Pencatatan - Siapkan Perubahan Peraturan

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan transaksi dan emiten di pasar modal lebih agresif lagi, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…