Karyawan Telkomsel Bangun Jembatan Berdaya - Permudah Akses Masyarakat di Pelosok Garut

Sebagai wujud kepedulian bagi masyarakat sekitar tempat beroperasi, Telkomsel bersinergi bersamaan salah satu komunitas keagamaan karyawan, Majelis Taklim Telkomsel (MTT) mendirikan jembatan berdaya yang diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat sekitar dusun Cikarang, desa Cikelet, kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Aksi sosial ini merupakan bentuk imlementasi nyata dari penyaluran zakat dan infaq karyawan Telkomsel yang selama ini rutin dikumpulkan setiap bulannya.

General Manager Sales Regional Jawa Barat, Telkomsel Agustiyono dalam siaran persnya di Bandung, kemarin mengatakan, kepedulian Telkomsel terhadap kebutuhan masyarakat di tempat beroperasinya layanan Telkomsel selalu menjadi prioritas untuk membangun hubungan yang kuat.”Kali ini kami bersinergi dengan MTT yang menjadi komunitas keagamaan karyawan Telkomsel telah membangun fasilitas jembatan berdaya di Dusun Cikelet, Kabupaten Garut. Kami berharap dengan hadirnya Jembatan Berdaya ini akan mempermudah masyarakat dalam menjalankan aktivitas, terutama guna mendorong perputaran roda ekonomi wilayah setempat agar bisa menciptakan potensi bisnis yang lebih menjanjikan.”ujarnya.

Konsep awal pembangunan jembatan berdaya berawal dari kesulitan masyarakat dusun Cikarang untuk mobilitas menggunakan akses yang ada. Sejak tahun 2013, masyarakat desa Cikelet harus berjuang untuk melalui sungai Cikarang karena jembatan penyeberangan yang biasanya mereka gunakan sudah tersapu arus pasang sungai beberapa waktu sebelumnya. Sementara itu, setiap harinya lebih dari 100 petani dan puluhan anak sekolah harus hilir mudik melewati sungai Cikarang untuk beraktivitas.

Bantuan sosial bagi masyarakat desa Cikelet ini berasal dari dana zakat dan infaq karyawan Telkomsel yang dikelola MTT, bermitra dengan VRI (Vertical Rescue Indonesia) serta perangkat masyarakat setempat untuk penyalurannya. Jembatan berdaya menghubungkan dusun Cikarang, desa Cikelet dan dusun Tegal Layang, desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet. Dengan adanya jembatan ini, kini masyarakat sekitar memiliki akses penghubung antar desa yang dapat digunakan dengan nyaman dan aman.

Di wilayah kabupaten Garut sendiri, Telkomsel secara konsisten terus mengembangkan dan memperluas fasilitas jaringan terdepan agar dapat menjaga kualitas layanan tetap prima dan optimal. Telkomsel juga mendorong percepatan adopsi layanan berbasisi broadband dengan teknologi terdepan 4G LTE di wilayah Garut, dengan pertumbuhan infrastruktur jaringan mencapai 540% dibandingkan tahun sebelumnya.”Kami terus berharap hadirnya Telkomsel baik dari sisi penyediaan layanan telekomunikasi seluler, maupun aksi sosial dapat memberi manfaat bagi masyarakat di sekitar dusun Cikarang. Secara keseluruhan saat ini pengguna layanan data yang telah mengadopsi layanan 4G LTE di Garut tumbuh hingga 640%. Melalui aksi kepedulian sosial seperti ini, Telkomsel berupaya menghadirkan layanan dan manfaat yang menyeluruh agar bisa memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat, khususnya di wilayah pelosok,”kata Agustiyono.

Program Baktiku Negeriku

Sebagai informasi, sebelumnya mengawali tahun 2018, Telkomsel melanjutkan program pemberdayaan masyarakat bertajuk “Baktiku Negeriku” yang telah berlangsung sejak tahun lalu. Program corporate social responsibility (CSR) ini menitik beratkan pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di berbagai daerah pelosok di Indonesia melalui teknologi, pemberdayaan masyarakat serta pendidikan. Pada awal tahun ini, “Baktiku Negeriku” menjangkau empat titik, yakni Desa Sembalun Lawang, Nusa Tenggara Barat (22-26 Januari); Desa Balefadorotuho, Nias, Sumatera Utara (5-9 Februari); Desa Sampang, Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau (19-23 Februari); dan Desa Gede Pangrango, Sukabumi, Jawa Barat (5-9 Maret).”Sebagai perusahaan yang beroperasi sangat dekat dengan masyarakat, Telkomsel ingin memberikan manfaat yang lebih kepada lingkungannya. Kami harap hubungan yang erat dengan masyarakat sekitar tidak sebatas dalam pemanfaatan layanan telekomunikasi, namun juga dengan membangun kepercayaan dan kepedulian yang kuat untuk mengembangkan potensi desa dan masyarakat di wilayah tersebut,” kata General Manager Corporate Social Responsibility Telkomsel, Tubagus Husniyullah.

“Baktiku Negeriku” diadakan dengan berbagai aktivitas, seperti kerja sukarela karyawan (employee volunteering), di mana karyawan Telkomsel terpilih akan melakukan sosialisasi pemanfaatan internet secara bertanggung jawab, aman, inspiratif, dan kreatif (#internetBAIK) bagi masyarakat setempat, dan gerakan peduli lingkungan (green movement) melalui penanaman pohon bakau atau padi dalam rangka pelestarian alam dan ekosistemnya. Program ini juga meliputi pelatihan bagi anak muda setempat mengenai pemanfaatan teknologi informasi dengan melibatkan Karang Taruna dan komunitas sekolah (local youth empowerment). Setelah mendapatkan pelatihan, mereka diharapkan dapat menjadi “agen perubahan” yang akan memimpin komunitas lokal menuju kehidupan yang lebih baik dengan pemanfaatan teknologi.

Persiapan “Baktiku Negeriku” diawali dengan survey serta pemetaan pemilihan lokasi sesuai tujuan program. Lokasi terpilih merupakan daerah-daerah dengan taraf kehidupan masyarakat yang relatif rendah namun memiliki potensi sumber daya alam dan kearifan lokal yang unik.

Pada akhir tahun 2017 lalu, “Baktiku Negeriku” sudah terlaksana di Rangkas Bitung, Banten; Desa Nangahale, Maumere, Nusa Tenggara Timur, Morotai, Maluku Utara; dan Banda Neira, Maluku. Untuk memperluas pembangunan potensi ekonomi masyarakat Indonesia, ke depannya program ini ke depannya akan dilanjutkan untuk berbagai wilayah pelosok lainnya.

BERITA TERKAIT

VW Berencana Bangun Pabrik Mobil Listrik di Amerika Utara

Volkswagen sedang menimbang lokasi pembangunan pabrik baru di Amerika Utara untuk memproduksi kendaraan listrik di pasar Amerika Serikat, kata CEO…

Kolaborasi Kitabisa.com dan Baznas - Gojek Gotong Royong “Bangun” Palu dan Donggala

Peduli atas nama kemanusiaan untuk korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala, Gojek bersama mitra driver dan konsumennya ikut ambil…

Rutin Kritik Pemerintah, Masyarakat Maklumi Kinerja DPR Jeblok

  Oleh : Sapri Rinaldi, Pemerhati Sosial Politik   Tak terasa beberapa minggu lagi tahun 2019 akan mengganti tahun 2018.…

BERITA LAINNYA DI CSR

Kolaborasi Kitabisa.com dan Baznas - Gojek Gotong Royong “Bangun” Palu dan Donggala

Peduli atas nama kemanusiaan untuk korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala, Gojek bersama mitra driver dan konsumennya ikut ambil…

Peduli Dunia Pendidikan - PetroChina Salurkan Beasiswa Pelajar Berprestasi

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada dunia pendidikan, SKK Migas-PetroChina Internasional Jabung Ltd menyalurkan…

Bersama Rumah Zakat - Pertamina Tanam 10 Ribu Pohon Magrove di Aceh Besar

PT Pertamina (Persero) MOR I Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar, bersama Rumah Zakat Aceh menanam…