SBY : Jutaan Orang Masih Kelaparan

NERACA

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan ketahanan pangan (food security) merupakan faktor penting di Indonesia. Apalagi saat ini banyak penduduk di berbagai negara kekurangan pangan. "Makanan yang tidak cukup juga berkaitan dengan food security. Lantas, di dunia ini ada ratusan juta (orang) yang tidurnya tidak nyenyak karena perutnya lapar. Masih ada yang mengalami persoalan itu, maka ada persoalan dengan food security," katanya di Jakarta, Selasa (7/2)

Bahkan Kepala Negara menambahkan pangan merupakan sesuatu yang sangat penting bagi umat manusia. Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki kapasitas untuk memproduksi pangan harus bisa berperan dengan kerjasama internasional di bidang pangan.

Lebih jauh kata SBY, menambahkan ancaman ketahanan pangan juga terjadi di dalam negeri. Namun pemerintah akan berupaya terus mengatasi masalah itu, terkait dengan kasus kekurangan pangan, masalah produksi pangan bagi petani dan lain-lain. "Pada 2006 bulan Juli, berkunjung ke Papua. 6 bulan sebelumnya ada kasus kekurangan pangan bahkan ada satu dua yang meninggal. Pemerintah bergerak cepat dalam waktu 6 bulan melakukan sesuatu dengan pemda, penduduk lokal memastikan untuk bercocok tanam yan tahan gangguan,” tambahnya

Disisi lain, SBY bercerita masalah kondisi masyarakat Indonesia yang masih rentan dengan ketahanan pangan. Misalnya, ia bercerita soal kunjungannya ke kampung nelayan, bertemu dengan petani kedelai yang kehidupannya tidak berkembang sehingga secara langsung mempengaruhi produksi pangan. "Kalau insentif petani, nilai tukar kecil mereka tidak mau menanam. Akan berkaitan dengan supply. Maka ini juga mengganggu food security," katanya.**cahyo

BERITA TERKAIT

SE Pelaksanaan Aksi Cegah Korupsi Masih Tahap Finalisasi

SE Pelaksanaan Aksi Cegah Korupsi Masih Tahap Finalisasi NERACA Jakarta - Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Bahtiar menekankan surat…

NERACA PERDAGANGAN DEFISIT US$1,16 MILIAR DI JANUARI 2019 - CORE: Defisit NPI Diprediksi Masih Berlanjut

Jakarta-Ekonom CORE memprediksi neraca perdagangan Indonesia (NPI) diperkirakan masih terus defisit hingga sepanjang tahun ini, karena kondisi ekspor impor Indonesia…

Sikapi Rekomendasi Credit Suisse - Dirut BEI Masih Optimis Pasar Tumbuh Positif

NERACA Jakarta – Di saat banyaknya pelaku pasar menuai kekhawatiran dampak dari perang dagang antara Amerika Serikat dan China terus…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Benny Tatung Minta Kades Baru Mampu Tingkatkan Perekonomian Desa

  NERACA   Oku Timur - Sebanyak 39 Kepala Desa dari 48 Desa yang telah melakukan pemilihan beberapa waktu lalu…

Astrindo Refinancing Pinjaman Credit Suisse

    NERACA   Jakarta - Pada penghujung tahun 2018, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (Astrindo) berhasil mendapatkan dana US…

Pembangunan Perkebunan Kebijakan Jangka Panjang

      NERACA   Jakarta - Pembangunan perkebunan tidak bisa dilakukan dalam jangka pendek, namun perlu kebijakan jangka panjang…