Erajaya Kantungi Pinjaman Rp 1,47 Triliun

NERACA

Jakarta - Dalam mendanai ekspansi bisnisnya, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menandatangani perjanjian kredit dengan Bank BCA sebesar Rp 1,47 triliun pada 8 Februari 2018. Amelia Allen, Sekretaris Perusahaan ERAA, dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, dana tersebut nantinya untuk modal kerja. "Tambahan fasilitas pinjaman yang diperoleh akan digunakan sebagai modal kerja," kata Amelia.

Sebelumnya, ERAA juga meraih pinjaman dari PT Bank CTBC Indonesia sebesar Rp 250 miliar. Dalam laporan keuangan kuartal III-2017, ERAA mencatatkan total liabilitas sebesar Rp 3,67 triliun. Rinciannya, liabilitas jangka pendek sebesar Rp 3,57 triliun dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp 99,16 miliar.

Sebagai informasi, perseroan yang bergerak dibidang distributor perangkat telekomunikasi ini akan agresif menambah jumlah gerai atau toko pada tahun ini hingga ke kota-kota kabupaten. Pada tahun 2017 lalu, perusahaan ini menargetkan tambahan 60 gerai baru. “Tahun ini Erajaya akan membuka toko cukup banyak. Saya belum bisa kasih angka, tetapi strategi utama kita salah satunya buka toko,” ujar Hasan Aula, CEO Erajaya Group.

Seperti tahun lalu, tahun ini Erajaya menurutnya juga akan memperluas pasar hingga ke kota-kota kecil di luar Jabodetabek. Tidak hanya di Jabodetabek, tetapi kota-kota kabupaten dan kota-kota yang jauh dari Jakarta. Di samping itu, perseroan juga menyiapkan strategi untuk mengantisipasi perubahan siklus ponsel di Tanah Air. Salah satu strateginya dengan menjalin kerja sama dengan banyak principal dan mengambil positioning strategis.

Tren penjualan ponsel yang berubah dari waktu ke waktu menjadi salah satu hal yang mewarnai bisnis distribusi ponsel di Tanah Air. Djatmiko Wardoyo, Direktur Marketing dan Komunikasi Erajaya pernah bilang, setiap brand ponsel memiliki siklus tren tersendiri. Itu sebabnya, Erajaya sudah mengantisipasi perubahan siklus melalui positioning perusahaan. "Erajaya dulu memang memiliki positioning bahwa kami adalah distributor dan ritel multibrand," ungkap Koko, panggilan akrab Djatmiko.

Dia menjelaskan, sebagai distributor, pihaknya menggandeng beberapa principal, seperti Samsung, Oppo, Vivo, Apple, dan lainnya. Namun sebagai ritel, Erajaya memiliki gerai yang menjual produk-produk multibrand, di antarany iBox untuk Apple dan Mi Store untuk Xiamoi.

BERITA TERKAIT

ADHI Kantungi Kontrak Baru Rp 7,45 Triliun

NERACA Jakarta — Sampai dengan Juli 2018, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengantongi kontrak baru Rp7,45 triliun dengan kontribusi…

Pelindo III Catatkan Laba Rp 1,8 Triliun

Hingga Juli 2018, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) mencatatkan laba Rp1,8 triliun atau naik 64% dibandingkan periode sama 2017 sebesar…

Dana Kelola Reksadana Naik Rp 4,35 Triliun

Perusahaan jasa penyedia informasi dan riset, PT Infovesta Utama dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mencatat dana kelolaan reksa dana…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Provident Agro Bagi Dividen Rp 260 Miliar

NERACA Jakarta - Hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Provident Agro Tbk (PALM) menyetujui usulan manajemen untuk…

Pacu Pertumbuhan Investor Lokal - Lagi, BEI Gelar Investor Summit di 8 Kota

NERACA Jakarta – Membidik pertumbuhan investor lokal dan ritel lebih besar lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan Kliring…

Kerjasama POWN dan Danareksa - BEI Buka Galeri Investasi di Mall Surabaya

NERACA Jakarta - Dalam rangka perluas penetrasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali meresmikan galeri investasi BEI ke-400…