Kembalikan Lagu untuk Anak Indonesia

Lagu merupakan suatu bentuk seni yang digemari setiap kalangan dan sebuah bentuk ekspresi yang dapat menembus banyak kawula: tua-muda, kalangan atas, menengah hingga bawah. Semua dapat menikmati musik yang mereka gemari sesuai aliran dan genrenya masing-masing. Lagu juga memiliki beberapa fungsi seperti fungsi menghibur, mengekspresikan diri, edukasi dan lain-lain. Lebih lagi, di era yang serba canggih seperti ini, musik-musik telah berkembang pesat dengan segala alirannya. Kita bisa dengan sangat mudah mengakses lagu-lagu yang ingin kita dengar hanya dalam hitungan detik saja.

Pesatnya perkembangan musik di Indonesia tentunya menguntungkan banyak pihak, terutama untuk para pecinta musik. Kini tersedia ribuan bahkan jutaan pilihan lagu yang dapat dinikmati saat sedang merasa sedih, gembira, semangat, patah hati, jatuh cinta dan lain sebagainya. Lagu lagu tersebut dapat diakses kapan pun dan di mana pun. Namun, hal tersebut tidak hanya berdampak positif. Pesatnya perkembangan musik di Indonesia juga memiliki dampak negatif, terutama kepada anak di bawah umur.

Jika musik pop, dangdut, jazz, edm, RnB dan lain sebagainya sedang berkembang pesat, tidak demikian dengan lagu anak-anak di Indonesia. Seperti berbanding terbalik, lagu anak anak di Indonesia justru semakin hilang dari waktu ke waktu, bahkan terancam punah. Keadaan ini merupakan penyebab dari tidak adanya lagi ikon yang bisa dijadikan penggerak untuk menyanyikan lagu anak-anak, karena lagu anak-anak sudah tidak diminati di pasaran. Penyanyi dan pencipta lagu anak cenderung kalah saing dengan band-band, penyanyi dan musisi ternama yang akhirnya membuat tidak ada lagi lagu lagu terkini yang bisa dinikmati anak anak.

Padahal,lagu anak sejatinya bersifat mendidik, ringan, dengan liriknya yang sederhana. Juga selalu diikuti dengan pengulangan agar mudah dihafal. Lain halnya dengan bobot lagu orang dewasa yang tentu lebih berat dari lagu anak-anak. Judul dan liriknya biasanya berisikan permasalahan-permasalahan hati yang cukup kompleks dan justru berbahaya jika hal-hal seperti itu menjadi konsumsi anak-anak yang sedang bertumbuh kembang.

Perlu diketahui bahwa anak memiliki daya tangkap dan memori yang hebat dibandingkan dengan orang dewasa. Pada usia 0-3 tahun anak akan mengalami proses meniru dan pada umur 12 bulan, bayi sudah mulai tahu lirik-lirik terakhir dari sebuah lagu dan mulai mengingatnya. Sedangkan fakta yang terjadi di lapangan, hampir sebagian besar anak kecil tidak lagi hafal lagu lagu anak Indonesia.

Lirik-lirik dari lagu yang mereka ketahui umumnya tentang kehidupan orang dewasa seperti percintaan, patah hati, pacaran, perselingkuhan dan sebagainya yang nantinya akan diterima mentah-mentah. Sangat mengerikan jika hal-hal tersebut yang terekam pada otak mereka. Sebagai orang tua dan orang yang lebih dewasa, pertumbuhan dan perkembangan anak-anak merupakan tanggung jawab kita bersama. Setiap anak berhak mendapatkan yang terbaik terutama untuk tumbuh kembangnya.

Sudah menjadi kewajiban kita untuk mengawasi dan membatasi mana yang harus dan tidak harus dikonsumsi oleh anak anak. Jika yang ditangkap anak adalah hal-hal yang baik dan positif, tentu akan berbanding lurus dengan hasil yang akan diterapkan sang anak nanti, maka kesadaran akan pentingnya lagu yang sesuai untuk anak anak perlu ditingkatkan. Yuk, perdengarkan kepada mereka lagu lagu yang sesuai dengan umurnya. Dukung kembalinya lagu untuk anak Indonesia demi pertumbuhan penerus bangsa yang lebih baik. (CNN)

BERITA TERKAIT

Pertamina Santuni 38 Ribu Anak Yatim dan Dhuafa - Sinergi Dalam Kebaikan

Memanfaatkan keberkahan di bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H, PT Pertamina (Persero) pacu meningkatkan kinerja dan semangat spiritualitas dengan…

Toyota Akan Gelontorkan Investasi Baru Untuk Mobil Listrik

Toyota melalui PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) siap menggelontorkan untuk pengembangan mobil listrik di dalam negeri, yang ditargetkan pemerintah…

Pemerintah Segera Berlakukan Tarif Pajak 0,5 Persen Untuk UMKM

Penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) final untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang beromzet di bawah Rp 4,8 miliar…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Mahasiswa-Pemuda Deklarasi Anti-Terorisme

Belasan organisasi mahasiswa dan pemuda Indonesia yang tergabung dalam sebuah aliansi sepakat mendeklarasikan diri untuk bersatu melawan terorisme dan radikalisme…

Anak Jalanan akan Dilibatkan Dalam Asian Games

    Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) melibatkan anak jalanan dalam penyelenggaraan pesta multi-cabang olahraga tertinggi di Asia itu…

Moratorium Izin Perguruan Tinggi Baru Diperlukan - Orang Kaya Bikin Universitas

    Pertumbuhan orang kaya di Indonesia cukup besar. Dengan melimpahnya dana, tak ayal membuat mereka mencari penyaluran dana dengan…