Menteri Terbaik

Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi

Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo

Salah satu tim pembantu dalam Kabinet Kerja Presiden Jokowi, Sri Mulyani dinobatkan sebagai Menteri terbaik di dunia oleh World Government Summit setelah melalui kajian panjang oleh Ernst & Young. Tentu ini prestasi yang membanggakan, sementara masih ada 8 wanita lain di jajaran Kabinet Kerja di era pemerintahan Jokowi yang juga mampu berprestasi di lingkup global. Seperti diketahui ada 9 menteri perempuan di Kabinet Kerja yaitu Menteri BUMN (Rini Soemarno), Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (Siti Nurbaya), Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Puan Maharani), Menteri Kesehatan (Nila F Moeloek), Menteri Sosial (Khofifah Indar Parawansa sebelum diganti karena maju pilkada), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Yohana Yembise), Menteri Luar Negeri (Retno LP Marsudi), dan Menteri Kelautan dan Perikanan (Susi Pudjiastuti).

Bagaimanapun juga apa yang diraih Sri Mulyani memberikan gambaran tentang proses dedikasi di bidang sesuai dengan kompetensi. Tentu ini menjadi cambuk bagi Menteri lain pada khususnya dan juga bagi semua untuk terus berkarya dan berbuat yang terbaik sesuai bidang kerja masing-masing. Artinya, semua bentuk pengabdian di lingkup kerja akan memberikan apresiasi selama prestasi dan kinerja dapat dicapai maksimal. Terkait ini, ada beberapa catatan yang menarik dicermati, misalnya pertama: Sri Mulyani telah memberikan gambaran betapa dunia kerja tidak lagi dibatasi gender karena pada intinya wanita juga bisa bekerja dan berkarya sesuai minat bakat masing-masing. Bahkan rekam jejak Sri Mulyani memberikan gambaran kiprah dalam proses panjang termasuk peran sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia sejak 1 Juni 2010.

Kedua: keterlibatan wanita dalam jajaran kabinet tidak hanya memberikan warna yang berbasis gender tapi juga campur tangan terhadap roda pemerintahan yang memberikan peran lebih terhadap penyelesaian berbagai persoalan kenegaraan. Paling tidak, dari 9 wanita di jajaran kementerian Kabinet Kerja era Jokowi telah merubah paradigma kerja secara global. Di satu sisi, prestasi Sri Mulyani memang harus diapresiasi, sementara di sisi lain tantangan ke depan semakin berat, apalagi jika dikaitkan dengan tuntutan era global dan juga fluktuasi makro ekonomi.

Ketiga: reward and punishment adalah bagian penting dalam lingkup kerja sehingga apa yang terjadi dengan reshuffle pada dasarnya bukan hanya bagi-bagi jabatan dan politik balas budi, tapi juga menyangkut bagaimana penempatan seseorang sesuai kompetensi. Oleh karena itu, prestasi Sri Mulyani perlu diteladani sebagai upaya membangun aspek kompetensi dan konsistensi dalam lingkup kerja. Tanpa adanya komitmen maka tidak mungkin akan ada peningkatan kinerja secara sistematis dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, beralasan jika teoritis MSDM menegaskan pentingnya diskripsi pekerjaan sesuai dengan kompetensi karena tanpa kompetensi maka kinerja tidak maksimal. Terkait hal ini, berlasan juga jika Sri Mulyani menegaskan bahwa apa yang dicapainya tidak lain adalah bentuk dari hasil kerja kolektif dari semua jajaran di Kabinet Kerja dan juga ada dukungan dari masyarakat. Ibarat dalam tim sepakbola maka seorang striker tidak bisa mencetak gol sendiri tanpa dukungan pemain yang lain sehingga akhirnya ia dinobatkan sebagai pemain terbaik atau pencipta gol terbanyak di liga sepak bola. Begitu juga yang telah dicapai Sri Mulyani, terlepas dari adanya kemampuan individual dan kompetensi yang dimilikinya.

BERITA TERKAIT

Menteri LHK: PLTA Batangtoru Tidak Ganggu Orangutan

Menteri LHK: PLTA Batangtoru Tidak Ganggu Orangutan NERACA Jakarta – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Batangtoru, Tapanuli Selatan,…

Menteri Luar Negeri - Masa Depan Indonesia Tergantung Pengelolaan Laut

Retno Marsudi Menteri Luar Negeri Masa Depan Indonesia Tergantung Pengelolaan Laut Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa…

Sri Mulyani Dinobatkan Jadi Menteri Keuangan Terbaik

      NERACA   Bali - Sri Mulyani Indrawati memperoleh penghargaan sebagai Menteri Keuangan terbaik di kawasan Asia Timur…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Ekonomi Pasar dan Pancasila

  Oleh: Nailul Huda Peneliti Indef   Setelah amandemen UUD 1945 terakhir, dialektika ekonomi Indonesia berada dalam masa vakum karena…

Defisit Transaksi Berjalan Melebar - Oleh : Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) Indonesia masih tetap mengkhawatirkan. Sampai semester pertama 2018, defisit itu sudah mencapai US$8,03 miliar.…

Kemerdekaan, Ketergantungan, dan Sistem Ekonomi

  Oleh: Muhammad Ihza Azizi Aktivis Literasi Ekonomi   Sudah 73 tahun Republik ini memproklamasikan diri sebagai negara merdeka. Sudah…