Home Credit Bidik Pembiayaan Rp 10 Triliun

Perusahaan pembiayaan multiguna internasional PT Home Credit Indonesia (Home Credit) menargetkan pembiayaan sepanjang tahun ini sebesar Rp 10 triliun atau tumbuh dibandingkan tahun 2017. Disebutkan, pembiayaan di tahun 2017 tumbuh hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun 2016.

Chief Executive Officer Home Credit Indonesia, Jaroslav Gaisler mengatakan, pembiayaan di tahun mencapai Rp5,3 triliun jika dibandingkan dengan di 2016 yang hanya Rp1,8 triliun. “Angka ini bahkan meningkat pesat ketimbang pembiayaan pada 2015 yang sebesar Rp530 miliar. Hingga akhir 2017, kami berhasil melayani lebih dari 1,7 juta pelanggan di Indonesia,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Jaroslav menuturkan, portofolio pembiayaan tersebut terdiri atas 73% yang menyasar kredit ponsel, 22% menyasar barang elektronik dan barang jangka panjang, serta sisanya pada kredit furnitur. Disebutkan, Home Credit pun berhasil menjaga kualitas pembiayaan dengan tetap menjaga risiko pembiayaan bermasalah (NPF) di bawah batas yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan yakni mempertahankan di angka 0,46%.

Selain itu, lanjut dia, Home Credit menyampaikan komitmen mempercepat waktu persetujuan. Sebelumnya, waktu untuk mengetahui permohonan persetujuan aplikasi mencapai 30 menit. Kini dalam 3 menit, pelanggan bisa mengetahui status permohonan pembiayaannya. Sementara Chief External Affairs PT Home Credit indonesia, Andy Nahil Gultom menambahkan, perkembangan bisnis Home Credit ditandai dengan hadir­nya layanan Home Credit di hampir seluruh Indonesia.”Bisnis kami saat ini mencakup 90% penduduk perkotaan yang tersebar di 85 kota dengan lebih dari 11.800 titik penjualan,” tutur dia.

Pada 2018, lanjut dia, pihaknya akan menambah kantor administrasi dan kantor pelatihan di 45 kota dengan biaya sekitar Rp1 miliar-Rp2 miliar untuk satu kantor administrasi.

BERITA TERKAIT

Dampak Suku Bunga Tinggi - Pefindo Taksir Nilai Obligasi Rp 138,1 Triliun

NERACA Jakarta - PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan total nilai penerbitan obligasi sepanjang tahun 2018 hanya Rp138,1 triliun. Nilai…

Nilai Ekonomi Pertanian Lebak Tembus Rp1,2 Triliun

Nilai Ekonomi Pertanian Lebak Tembus Rp1,2 Triliun NERACA Lebak - Perguliran nilai ekonomi sektor pertanian di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten,…

2019, Belanja Pemerintah Pusat Rp1.634 Triliun

    NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan belanja pemerintah pusat pada tahun 2019 akan mencapai…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Industri di Papua Berpeluang Go Public

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jayapura berupaya mendorong pelaku industri di Papua untuk mengakses permodalan dari pasar modal untuk…

Restrukturisasi TAXI Disetujui Investor

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang obligasi (RUPO) PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI), para pemegang obligasi akhirnya menyetujui paket restrukturisasi…

Bidik Generasi Milenial - Chubb Life Luncurkan Platform Digital

NERACA Jakarta – Penetrasi pasar asuransi di Indonesia, PT Chubb Life Insurance Indonesia (Chubb Life) meluncurkan platform online bernama Chubb…