Papuma “Surga” Bagi Kalangan Wisatawan

Kebanyakan dari kita pasti lebih mengenal Kuta, Bali untuk objek wisata pantai yang eksotis. Namun jangan salah, Jawa Timur, juga memiliki pantai yang sangat indah dan menawan. Ini juga merupakan salah satu tempat wisata pantai yang menjadi rujukan wisatawan lokal dan mancanegara. Pantai Pasir Putih dengan pantai karangnya, dan deburan ombaknya, luar biasa menyegarkan mata.

Pasir Putih Malikan (Papuma) tidak bedanya “surga” bagi kalangan wisatawan. Selain menyajikan berbagai panorama menenangkan, suatu semenanjung kecil yang menjorok ke laut di pantai selatan Jawa Timur juga menyimpan berbagai flora dan fauna tropis khas. Siapapun yang telah mengunjungi pantai landai berpasir putih tidak pernah bosan untuk menikmatinya. Kondisi geografis yang stabil, bahkan membuat daerah wisata ini bisa dinikmati dalam cuaca apapun, baik di musim kemarau maupun selama musim penghujan tiba.

Hutan dan kawasan wisata pantai yang memiliki luas wilayah 50 hektar tersebut terletak di Kecamatan Ambulu dan Wuluhan, Kabupaten Jember. Papuma sendiri merupakan singkatan nama sebagai terbentuk dari Pasir Putih Malikan. Kata “tanjung” ditambahkan di depannya, untuk menggambarkan posisi pantai yang menjorok ke laut barat daya daerah itu. Selain pantai, hutan terletak di sisi lain juga jadi daya tarik wisata.

Di pantai ini, hawanya sejuk, kawasan pantai Papuma juga menyimpan beberapa flora yang bernilai tinggi, seperti kayu Balsa. Kayu jenis itu biasanya jenis kayu yang ringan tetapi memiliki kekuatan lentur yang cukup baik. Kayu ini biasa digunakan oleh para penggemar ‘Aero-modeling ‘ sebagai bahan pembuatan pesawat terbang model, para arsitek dan mahasiswa arsitektur sebagai bahan untuk pembuatan maket bangunan (maquette), karena kayu ini sangat ringan tetapi kuat dan mudah dikerjakan.

Selain itu, kayu cendana yang harum juga masih mudah ditemukan di beberapa sudut Tanjung Papuma. Pandan laut dan Palem yang menjadi ciri khas utama tepian pantai Malikan juga mudah kita temukan. Kawasan wisata yang tenang ini juga menyimpan berbagai satwa di antaranya Biawak dan Lutung (kera hitam) yang sesekali keluar dari tempat persembuyiannya.

Ketika Tanjung Papuma dalam kondisi gelombang yang cukup tenang. Permukaan laut kelihatan hijau kebiru-biruan selalu mengundang setiap pengunjung untuk berenang atau hanya menyentuhkan kaki ke atas riak ombak yang memecah ke pantai. Selama waktu itu, setiap wisatawan tergoda untuk melayarinya. Lebih dari itu, pasir putih yang sangat halus dan tidak pernah meninggalkan rasa gatal di kulit juga dapat menjadi magnet bagi wisatawan untuk menyukai Tanjung Papuma.

Memang, hati kita akan lebih puas menikmati Tanjung Papuma, ketika kita berlayar di teluk dengan perahu nelayan. Terutama, ketika ombak sedang ramah, kita juga dapat mendekati beberapa atol (pulau karang), yang terletak sekitar dua mil dari pantai ke tengah teluk. Dari kejauhan pulau-pulau tanpa penghuni tampak seperti kodok raksasa. Tapi ketika kita mendekati, ia adalah sebuah pulau ciptaan yang menakjubkan.

Keindahan panorama di sekitar Papuma akan lebih indah bila dilihat dari “Sitihinggil”, sebuah menara di atas bukit di ujung barat Tanjung Papuma. Menara ini sengaja dibuat oleh Perhutani sebagai tempat untuk wisatawan melihat panorama seluruh Papuma, serta sebagai pos pemantauan keamanan dan hewan-hewan yang ada di wilayah tersebut.

Dari sana semua pengunjung dapat menikmati pemandangan sekelompok pulau karang kecil. Pulau karang itu, semuanya memiliki sebutan sendiri. Setiap pulau menggunakan nama-nama dewa dalam dunia wayang: Guru, Kresna, dan Narada.

Ketika kita palingkan pandangan ke arah barat, kemudian dari Sitihinggil ini kita bisa menikmati sebuah pulau besar yang terletak di kejauhan di tengah tanjung. Oleh warga Jember, pulau ini dikenal sebagai Nusa Barong. Dari Papuma, tanpa penduduk pulau ini sekitar 50 mil laut dengan waktu tempuh sekitar empat jam dengan perahu.

Perjalanan di Papuma merasa tidak lengkap jika kita tidak mendapatkan kehidupan nelayan lokal di senja. Beberapa jam sebelum matahari terbenam, puluhan nelayan dari desa Chedi, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, selalu tampak menarik perahu dan hasil tangkapan mereka berupa ikan krapu, kakap, atau tuna, dapat langsung dibeli dan dibakar di perapian alam dari cabang-cabang kayu kering di pantai. Pantai di Tanjung Papuma memang fantastis panoramanya.

Beberapa Pantai yang hanya dirambah oleh Perhutani disebut dengan nama Malikan. Wajah Malikan bukanlah pasir hitam atau putih, tetapi lebih dari sebuah batu datar yang mirip kerang raksasa berjajar di sepanjang bentangan pantai yang menghadap ke barat.

Karang kecil, berwarna-warni mudah ditemukan di sini. Ini adalah fragmen terumbu karang. Jika beruntung, kita juga bisa menemukan lobster di sela-sela batu datar di pantai Malikan. Selain itu, ketika air laut surut. Udang-udang oleh nelayan lokal disebut urang barong selalu terdampar saat ombak surut.

Agak masuk ke arah utara kawasan hutan di sebelah Pantai Malikan, kita dapat menjumpai peninggalan bersejarah berupa goa eks Perang Dunia II yang masih berdiri tegar menganga. Konon, pada zaman pendudukan Jepang, wilayah Gunung Watangan di sekitar Pantai Watu Ulo dan Pantai Papuma itu sempat dijadikan benteng pertahanan dan pengintaian bala serdadu musuh yang mau menyusup daratan melalui pantai. Benteng Jepang yang berjumlah lima buah tersebut oleh masyarakat setempat disebut sebagai Goa Jepang dan merupakan salah satu lokasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Di samping Goa Jepang, di sebelah Watu Ulo ada sebuah Goa Lawa (Goa Kelelawar) yang dihuni ratusan ribu kelelawar. Goa ini bisa dimasuki oleh pengunjung dengan menyusuri dan melewati pantai berpasir. Karena tempatnya yang sunyi dari keramaian, goa ini sering dijadikan tempat bermeditasi bagi orang-orang tertentu, apalagi mengingat goa ini mempunyai kedalaman 100 meter.

(prima)

BERITA TERKAIT

Kemenpar ditargetkan Datangkan 15 Juta Wisatawan Mancanegara

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana mengatakan sampai Agustus 2017, Kementerian Pariwisata menyebutkan capaian jumlah…

Strategi "Survival of The Fittest" Bagi Mal

Oleh: Muhammad Razi Rahman Persaingan dalam ekonomi memang untuk para pelaku usaha yang tangguh, terutama bila kondisi perekonomian ternyata menjadi…

Kemenperin Beri Masukan Kebijakan KITE Bagi IKM - Kemudahan Impor Tujuan Ekspor

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) mengusulkan beberapa langkah strategis untuk mendukung pelaksanaan…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Keraton Yogyakarta Gelar Ritual Jamasan Kereta Pusaka

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar upacara ritual jamasan atau mencuci kereta pusaka di Kompleks Museum Kereta Keraton, Yogyakarta. Dalam ritual yang…

Puluhan Rumah Gadang di Solok Layak Jadi Cagar Budaya

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau, Nurmatias, mengatakan ada 73 rumah gadang di Kawasan Seribu…

Kemenpar ditargetkan Datangkan 15 Juta Wisatawan Mancanegara

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana mengatakan sampai Agustus 2017, Kementerian Pariwisata menyebutkan capaian jumlah…