Bulan Madu Diselimuti Alam Pedesaan

Neraca. Bulan madu yang romantis sepertinya menjadi impian banyak pasangan muda. Jika Anda menginginkan bulan madu yang kental dengan suasana pedesaan Sunda yang lengkap dengan segala pernak-pernik ke-Sunda-an seperti masakan Sunda, musik Sunda, maka Kampung Sampireun bisa menjadi pilihan Anda.

Kampung Sampireunmerupakan sebuah Resort bernuansa Perkampungan Sunda yang berada di ketinggian ± 1.000 meter di atas permukaan laut.Hotel Kampung Sampireun mulai Beroperasi pada bulan Januari 1999 yang mana peresmiannya dilakukan oleh Menteri Pariwisata Seni dan Budaya Bapak Marzuki Usman pada 4 September 1999.Berlokasi di Kampung Ciparay desa Sukakarya kecamatan Samarang Kabupaten Garut, Jawa Barat dengan luas area ± 3,6 ha termasuk luas Situ Sampireun 1 ha dengan 7 mata airnya.

Dengan pemandangan alam pedesaan yang tenang dan udara sejuk pegunungan, Anda dapat merasakan hembusan angin lembut dan gemerisik pohon bambu yang tertiup angin, diiringi alunan musik khas tanah Sunda sambil duduk di bale-bale dan menghirup udara sejuk.

Kampung Sampireun terletak di Ciparay, desa Sukakarya, Garut, Jawa Barat. Kampung Sampireun ini menawarkan semua kesederhanaan sekaligus kenyamanan fasilitas yang Anda butuhkan untuk bulan madu Anda. Dengan pemandangan yang indah dan lingkungan yang tenang, udara bersih dan segar itu menjadikan resort ini tempat yang tepat untuk pasangan yang ingin berbulan madu.

Saat Anda tiba di sana, sajian alam pertama yang dapat Anda nikmati adalah pemandangan sebuah danau dengan rumah-rumah berdinding bambu yang menjorok di atas danau.

Malam hari Anda juga dapat mendengar gemericik air danau sambil melihat romantisnya sinar bulan yang menerangi permukaan danau. Anda juga dapat menikmati pemandangan langit malam dengan taburan bintang. Di siang hari, bila angin berdesir dan menerpa pepohonan bambu maka akan terdengar suara lembut gesekan bambu bagaikan simponi orkestra alam.

Di salah satu sudut masih dipertahankan kebun bambu yang menambah nuansa sejuk dan tenang dengan suara gemerisiknya, tanaman Pinus yang rindang dan sudut-sudut lainnya ditata dengan asri dengan tema“Tropical Gardenlust”.

Dengan temperatur yang sangat sejuk antara 12°C-18.°C, dan konsep yang unik yaitu“Back To Nature”Kampung Sampireun menjadi tempat favorit bagi mereka yang berbulan madu dan untuk meluangkan akhir pekan bagi pribadi-pribadi yang membutuhkan istirahat dari rutinitas sehari-hari di kota besar.

Dengan diselimuti nuansa pedesaan yang tenang, mungkin inilah yang Anda butuhkan untuk mendapatkan suasana yang romantis. Untuk dapat datang ke Kampung Sampireun terletak sekitar 4-5 jam dari Jakarta atau satu jam dari Bandung dan dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Kampung Sampireun sendiri diambil dari nama Situ (Danau) Sampireun (dalam bahasa Indonesia berartiTempat Singgah). Danau ini memiliki sumber mata air yang cukup besar yang masih dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk mengairi sawah-sawah.

(prima)

BERITA TERKAIT

Dana PKH 2019 Dicairkan Setiap Bulan

    NERACA   NTB - Direktur Jenderal (Dirjen) Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemeterian Sosial, Harry Hikmat mengatakan, tahun 2019…

Trada Alam Bukukan Laba US$ 6,65 Juta

PT Trada Alam Minera (TRAM) pada kinerja kuartal III-2018 mencatatkan kenaikan tajam pada pertumbuhan pendapatan. Dengan begitu, perusahaan perkapalan ini…

INFLASI DI PEDESAAN LEBIH TINGGI DARI NASIONAL - BPS: Daya Beli Buruh Tani Menurun

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, tingkat daya beli buruh tani menurun pada Oktober 2018 akibat harga barang konsumsi naik. Ini bukti…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Ini Strategi Pariwisata Era Digital Menpar

Menpar Arief Yahya berbicara soal Paradox Marketing Strategy for Government Public Relations (GPR) Menuju Era Komunikasi 4.0 dalam acara Sinergi…

Barelang Marathon di Meriahkan Ratusan Pelari Internasional

Program sport tourism Barelang Marathon 2018 mendapat respons positif dari 253 pelari dari lima benua yang berkumpul di Batam.  Nomor…

Pelabuhan Gili Mas akan Membawa Dampak Bagi Wisata Lombok

Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid yakin Terminal Gili Mas yang sedang dibangun oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III akan menjadi…