Penyakit yang Harus Diwaspadai Para Pengungsi Banjir

Musibah banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa kawasan di Jakarta membuat warga akhirnya banyak yang harus dievakuasi dan mengungsi.

Beberapa area di Jakarta, misalnya di Rawajati, Jakarta Selatan, Bidara Cina dan lainnya pun sudah mengungsi ke area yang lebih aman. Hanya saja masih ada beberapa warga yang enggan mengungsi karena menganggap banjir tersebut sudah jadi langganan setiap tahunnya.

Warga Bogor yang terkena banjir juga mengungsi. Pemerintah Kota Bogor tengah mempersiapkan posko pengungsian di sejumlah titik di wilayah Bogor yang direndam banjir. Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, berdasarkan pantauan jajarannya ada 13 titik di Bogor yang kini terendam banjir.

Posko pengungsi yang sedang dipersiapkan juga disebut Bima telah mempertimbangkan penyediaan kebutuhan para pengungsi. "Kami masih mendata, tapi kami sudah siap, ada bahan-bahan pokok, baju-baju dan sebagainya. Tinggal bagaimana dan di mana kita salurkan," tutur Bima.

Mengutip berbagai sumber, kondisi pengungsian seadanya tak ayal berpotensi menurunkan kondisi tubuh dan kesehatan para pengungsi. Ada beberapa penyakit yang harus diwaspadai pengungsi agar kesehatannya terus terjaga selama masa mengungsi.

1. ISPA

ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) disebut juga sebagai infeksi saluran napas. Infeksi ini disebabkan oleh virus yang menyerang hidung, pipa pernapasan, atau paru-paru. ISPA sendiri berada di posisi pertama sebagai penyakit yang paling banyak diderita masyarakat, terutama anak-anak. Sesak napas dan penyakit pernapasan lainnya akan mengganggu aktivitas.

2. Gizi buruk

Terbatasnya kondisi pengungsian dan juga ketersediaan logistik terutama makanan tak dimungkiri bakal berisiko menyebabkan kecukupan gizi pengungsi menurun. Hal ini akan berpotensi menyebabkan warga mengalami gizi buruk.

3. Demam

Hujan yang turun terus menerus dan kondisi pengungsian yang terbatas membuat warga pengungsian juga bisa terserang demam, batuk, dan pilek. Selain itu, genangan air di sekitar lokasi banjir juga akan menjadi sarang bakteri dan kuman. Dalam beberapa kondisi berat, pengungsi juga berpotensi terserang demam berdarah dengue (DBD).

4. Diare

Keberadaan air bersih yang jadi kendala di pengungsian akan menyebabkan bakteri dan kuman merajalela. Diare pun jadi salah satu penyakit yang mengintai.

5. Gatal-gatal dan penyakit kulit

Hujan yang turun dan menyebabkan banjir adalah air yang kotor. Terlalu sering kontak dengan air banjir yang kotor dan tak segera dibersihkan akan menyebabkan orang berpotensi mengalami gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya.

Di sisi lain, Beberapa kawasan di Jakarta sudah dilanda banjir, termasuk di antaranya Kelurahan Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur. Banjir ini berasal dari luapan Kali Ciliwung yang menggenangi pemukiman warga sejak pukul 06.00 WIB.

Kali Ciliwung yang meluap ini disebabkan karena Bendung Katulampa tak lagi mampu menampung debit air yang tinggi.Warga Jakarta pun wajib waspada untuk menghadapi banjir yang mengancam Jakarta. Berikut nomor telepon darurat yang bisa dihubungi ketika menghadapi banjir.

1. Posko bencana alam: 129.

2. Ambulans (24 jam): 118 dan 119.

3. Badan SAR atau Search and Rescue: 115.

4. Polisi: 110.

5. Bantuan khusus banjir : 021-345 9444 dan SMS center : 085880001949.

6. Pelayanan Kesehatan (Posko Hunting): (021)34835118

7. Dinas Bintal Kesos (Bantuan Logistik): (021)4264675

8. Dinas Kesehatan Prov. DKI Jakarta : Telp : 34835118

9. PLN:123

10. Informasi Lalu Lintas: (021)52960770

11. BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana: (021) 345 8400

BERITA TERKAIT

Keuangan Inklusif yang Ekslusif

  Oleh: Ariyo DP Irhamna Peneliti INDEF   Pada 13 Februari 2018, Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Utusan Khusus…

NU Care-LAZISNU Siap Kelola Dana Zakat yang Dihimpun BAZNAS

Jakarta, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggandeng Lembaga Amil Zakat (LAZ) berbasis Ormas. Enam LAZ Ormas di antaranya NU Care-LAZIS…

Literasi Investasi Mahasiswa Harus Ditingkatkan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kantor perwakilan Surakarta menyatakan, literasi keuangan dan investasi di kalangan mahasiswa harus ditingkatkan karena sektor…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Penyakit yang Sering di Alami Wartawan

Di Hari Pers Nasional yang dirayakan setiap tanggal 9 Februari, Menteri Kesehatan Nila Moeloek menekankan pentingnya para wartawan menjaga kesehatannya. …

Pemerintah Perbaiki Infrastruktur Sanitasi - Cegah Stunting

Guna menangani masalah stunting atau kurang gizi kronis nasional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menyiapkan infrastruktur air…

Mengenal Lebih Dekat Penyakit Parkinson

Drummer sekaligus pendiri band Mr. Big, Pat Torpey meninggal dunia, Rabu (7/2). Torpey meninggal dalam usia 64 tahun karena komplikasi…