Anak Muda Palu Diajak Tolak Jadi Target Industri Rokok - Terinspirasi “Tadulako Mild”

Anak Muda Palu Diajak Tolak Jadi Target Industri Rokok

Terinspirasi “Tadulako Mild”

NERACA

Jakarta - Warrior FCTC mengajak anak muda kota Palu menolak jadi target industri rokok yang membidik mereka sebagai perokok pemula. Ini disampaikan Muhammad Syafaat, Warrior Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) Kota Palu, di acara Talkshow “Mengakhiri Hegemoni Industri Rokok” yang berlangsung di Aula Dinas PPPA Kota Palu, Selasa (6/2).

Menurut Syafaat, panggilan akrabnya, anak Indonesia memang menjadi target industri rokok untuk meneruskan keberlangsungan bisnisnya. Caranya, industri rokok membanjiri anak muda dengan iklan, promosi dan sponsor yang menjual gaya hidup anak muda, untuk menanamkan kesan bahwa rokok produk normal, tidak berbahaya, dan mewakili gaya hidup anak muda yang cool, gemar berpetualang dan anti-mainstream.“Strategi industri rokok melalui iklan, promosi dan sponsor ini sangat manipulatif,” kata Syafaat.

“Sebab rokok sama sekali bukan produk normal. Rokok mengandung 4.000 bahan kimia berbahaya, dimana ratusan diantaranya bersifat beracun, dan 70 bahan di dalamnya bersifat karsinonegik atau penyebab kanker,” tambah dia.

Ia mengutip data The Tobacco Atlas 2015 bahwa lebih dari 217.400 penduduk Indonesia meninggal dunia akibat merokok dan ini terjadi setiap tahun. Karenanya, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Tadulako ini sangat gemas dengan maraknya iklan rokok di kota Palu.

“Hampir semua jalan di Palu ada iklan rokok. Bahkan kita bisa menemukan tiga sampai empat billboard iklan rokok di pertigaan jalan atau perempatan dekat lampu merah,” ujar Syafaat.

“Tebaran iklan rokok di sepanjang jalan kota Palu sangat berpotensi meningkatkan perokok pemula. Sebab, sudah banyak studi menyebutkan adanya pengaruh dari iklan rokok terhadap keinginan untuk merokok,” tegas alumnus FCTC Youth Summit 2017 ini.

Didorong keprihatinan terhadap maraknya iklan rokok, pegiat Forum Generasi Berencana (Genre) Sulawesi Tengah ini menggelar talkshow untuk mengedukasi anak muda Palu tentang bahaya merokok dan iklan rokok, serta menggerakkan mereka untuk melawan hegemoni industri rokok.

Yang menarik, salah satu narasumber talkshow adalah Nur Soima Ulfa, sineas yang menyutradarai “Tadulako Mild”, sebuah film dokumenter yang memotret buramnya kampus Tadulako pada tahun 2010 akibat dikelilingi 1.071 iklan rokok. Meski bergenre komedi, film ini berhasil mengaduk hati pemirsanya dan menimbulkan rasa marah, malu, dan geram yang luar biasa, akibat hegemoni industri rokok yang begitu kuat terhadap lembaga pendidikan.“Film ini sangat inspiratif dan heroik,” kata Syafaat.

“Berkat film ini, Rektor menerbitkan Surat Keputusan (SK) yang menyatakan Universitas Tadulako (Untad) sebagai Kawasan Bebas Rokok. Sejak itu, tidak ada lagi sponsor rokok dalam kegiatan mahasiswa di Untad,” tambah dia.

Inspirasi heroik dari film Tadulako Mild inilah yang ingin ditularkan Syafaat kepada seluruh anak muda kota Palu.“Film ini menegaskan bahwa anak muda tak perlu gentar melawan hegemoni industri rokok. Kita harus berani menolak menjadi target industri rokok karena rokok memang produk berbahaya bagi kesehatan kita. Anak muda Indonesia harus sehat dan produktif karena anak muda yang akan menjadi generasi penerus masa depan bangsa ini,” tegas Syafaat yang pada Desember lalu menulis Surat Terbuka kepada Gubernur Sulawesi Tengah untuk meminta pelarangan perusahaan rokok mensponsori konser musik di kota Palu.

Estafet Keempat Belas FCTC Warrior

Acara talkshow yang digelar hari ini merupakan bagian dari kegiatan menyambut kedatangan wayang FCTC. Kota Palu menjadi kota keempat belas yang didatangi Wayang FCTC Warrior dan Naskah Deklarasi D10M dalam rangkaian “Petualangan 365 Hari FCTC Warrior di 25 Kota”.

Sejak Agustus 2017, Wayang FCTC yang menjadi simbol FCTC Warrior, diperjalankan ke 25 kota untuk mengajak lebih banyak anak muda bersuara menolak menjadi target pemasaran industri rokok. Sebelum tiba di Palu, Wayang FCTC sudah melalui kota Tangerang Selatan, Bogor, Bandung, Pekalongan, Semarang, Yogyakarta, Jember, Tabanan, Badung, Mataram, Sumbawa, Makassar dan Banggai.

Menyambut Wayang FCTC di kotanya, Syafaat tak hanya menggandeng Genre Sulawesi Tengah, tetapi juga berkolaborasi dengan beberapa organisasi dan komunitas anak muda di Palu. Antara lain, dengan Forum Anak daerah Sulawesi Tengah, Forum Anak Nosarara Kota Palu, Zetizen Sulawesi Tengah, Komunitas Berhenti Merokok, dan Komunitas Klub Jantung Remaja Sulawesi Tengah. Selain menggelar acara talkshow, mereka juga berkolaborasi mengadakan pementasan Wayang FCTC Warrior, membacakan naskah deklarasi D10M, dan mengumpulkan identitas untuk mendukung Indonesia aksesi FCTC.

Rangkaian kegiatan FCTC Warrior di kota Palu sekaligus menjadi dukungan anak muda Kota Palu kepada Walikota untuk menjadikan Palu Kota Layak Anak.“Impian kami tentang Palu yang Layak Anak adalah kota yang bersih dari iklan, promosi dan sponsor rokok sehingga anak muda di kota Palu tidak lagi menjadi target pemasaran industri rokok,” kata Syafaat.

Ia juga mengharapkan pemerintah kota Palu bisa menerbitkan sebuah regulasi yang melarang rokok dijual bebas di warung dekat sekolah dan dijual secara eceran.“Hal ini supaya rokok tidak terjangkau anak-anak. Bila rokok dijual perbatang maka harga rokok menjadi sangat murah, bahkan lebih murah dari harga kerupuk atau permen, sehingga berpotensi mendorong anak membeli rokok. Karena itu, guna mewujudkan Palu Kota Layak Anak kami mendorong Bapak Walikota mengeluarkan regulasi yang bisa menjauhkan keterjangkauan anak dari rokok,” pungkas dia.

Menuju Kota Banjarmasin

Setelah Palu, Wayang FCTC dan Naskah Deklarasi D10M akan diperjalankan kembali dalam rangkaian Petualangan 365 hari FCTC Warrior di 25 kota. Kota Banjarmasin sudah menunggu untuk menerima estafet kelima belas Wayang FCTC Warrior. Mohar

BERITA TERKAIT

Peserta Gerakan OK Oce Lampaui Target

      NERACA   Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan peserta gerakan One Kecamatan One…

Pemerintah Dorong Perusahaan Starup IPO - Ramaikan Industri Pasar Modal

NERACA Jakarta – Geliat pertumbuhan industri pasar modal belum dioptimalkan betul perusahaan starup di dalam negeri. Pasalnya, bisa dihitung dengan…

Presiden Minta Koperasi Melek Teknologi - DI TENGAH ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Jakarta-Presiden Jokowi berharap koperasi di Indonesia bisa mendunia. Untuk itu, Presiden minta koperasi di negeri ini mencontoh koperasi terbaik di…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Kemenkop dan UKM Perkuat Sinergi Pusat-Daerah

Kemenkop dan UKM Perkuat Sinergi Pusat-Daerah NERACA Jakarta - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring menekankan pentingnya koordinasi dan…

Kabupaten Sukabumi Akan Peringati Hari Koperasi di Kawasan Geopark Ciletuh

Kabupaten Sukabumi Akan Peringati Hari Koperasi di Kawasan Geopark Ciletuh NERACA Sukabumi – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi, akan memperingati…

Pengelolaan Hutan Indonesia Mendukung Pencapaian Netralitas Iklim Dunia - Menteri Siti Nurbaya

Pengelolaan Hutan Indonesia Mendukung Pencapaian Netralitas Iklim Dunia Menteri Siti Nurbaya NERACA Roma - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr.…