Sruput Penawaran Usaha Teh Asal Thailand

Tren minuman teh ala Thailand belum bergeser. Meski bermunculan jenis minuman baru, racikan teh dengan susu ini masih banyak digemari.

Melihat potensi usaha yang masih menjanjikan, Robin The Putra menjajal peruntungannya dengan membuka gerai Street Thai Tea pada Juni 2017 lalu di Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Lantaran punya pengalaman menjadi mitra franchise, laki-laki yang lebih akrab disapa Bin ini langsung menawarkan sistem kemitraan. "Gerai yang di Tanjung Duren kami oper kepada mitra dan kami membuka gerai pribadi di Taman Palem," katanya.

Sampai sekarang ada lima gerai milik mitra yang beroperasi. Lokasinya tersebar di Bekasi, Pontianak, Bali dan Lampung. Bila tidak ada halangan, ada satu gerai milik mitra yang bakal dibuka di Makassar pada awal Februari 2018.

Menyasar kalangan konsumen kelas menengah bawah, Bin mematok harga jual produknya Rp 15.000 sampai Rp 20.000 per cup. Agar konsumen tidak cepat bosan, ia menawarkan enam varian rasa thai tea. Antara lain, sweet tea, choco mint, dan choco banana.

Bin mengklaim, kelebihan produknya adalah perpaduan antara teh dengan buah-buahan yang menghasilkan rasa segar saat diminum. Selain itu, dia menggunakan bahan baku teh berkualitas premium yang langsung didatangkan dari negari gajah putih ni.

Street Thai Tea menawarkan kerjasama kemitraan dengan investasi sebesar Rp 18 juta. Dengan modal tersebut, fasilitas yang didapatkan mitra adalah satu unit booth kayu, perlengkapan gerai, bahan baku awal 100 set, pelatihan, branding, dan peralatan tambahan lain.

Untuk menjaga kualitas dan rasa tidak berubah, manajemen mewajibkan mitra untuk membeli bahan baku utama, yaitu bubuk teh dari pusat.

Berdasarkan perhitungannya, dalam waktu tiga sampai empat bulan mitra sudah bisa balik modal. Dengan catatan, dapat menjual sekitar 20 sampai 30 cup per hari. Bila dikalkulasi, minimal penjualan sehari sekitar Rp 450.000. Setelah dikurangi biaya bahan baku dan operasional, porsi keuntungan bersih yang dapat dikantongi mitra masih sekitar 60% dari omzet.

Untuk tahun 2018 ini, Bin mengaku bakal fokus untuk menjaring mitra baru lewat aksi pameran serta media sosial. Selain itu, untuk menguatkan brand, dia bakal rajin ikut bazar.

BERITA TERKAIT

Molornya Sistem Perizinan Online Usaha Terpadu

  NERACA   Jakarta – Perizinan masih menjadi salah satu pokok masalah kurang berkembangnya dunia usaha, lantaran proses perizinan yang…

Pemerintah Perluas Akses Pasar Produk Usaha Kecil Dalam Negeri - UKM Lokal

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya memperluas akses pasar produk dalam negeri khususnya bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM),…

KPPU Dorong Pelaku Usaha Ciptakan Iklim Kondusif

KPPU Dorong Pelaku Usaha Ciptakan Iklim Kondusif  NERACA Solo - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendorong pelaku usaha menciptakan iklim…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Bekraf Gaet Tujuh Asosiasi Kembangkan Ekonomi Kreatif

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) nampaknya semakin serius untuk mengembangkan dan mendorong pelaku-pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) yang ada di Indonesia. Kali…

Tips Bisnis Fashion Di Bulan Puasa dan Lebaran

Bulan Ramadan menjadi salah satu bidikan untuk mendulang untung bagi pengusaha fashion . Pada bulan puasa tersebut, hampir semua umat…

Usaha Ayam Crispy Untungnya kian Renyah

Bisnis ayam goreng crispy merupakan bisnis yang cukup menggiurkan. Saat ini, ayam goreng crispy banyak diburu penikmatnya. Tidak hanya di…