BI : Aturan Gadai Emas Selesai Minggu ini

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia (BI) memastikan Peraturan Bank Indonesia (PBI) terkait produk Gadai Emas perbankan syariah rampung minggu ini. Bahkan Surat Edaran soal produk gadai emas ini langsung akan diberlakukan secepatnya. “Ya, SE itu minggu ini selesai”, tegas Direktur Pengaturan Perbankan Syariah Bank Indonesia BI, Mulya Effendi Siregar kepada wartawan di Jakarta,6/2

Namun diakui Mulya, salah satu titik krusialnya , hingga saat ini belum ada kepastian mengenai besaran pembiayaan gadai emas. Pasalnya, antara BI dan perbankan syariah belum mencapai kata kesepakatan. Namun besaran tersebut harus sesuai dengan loan to value (LTV) maksimal 80%. “Mereka minta ada yang 500, ada yang 250, ya di antara itulah. LTV tetap 80%,” tandas Mulya.

Mulya mengkritik perbankan syariah juga harus memperhatikan segi nilai dan substansi produk gadai emas sebagai implementasi ekonomi islam. Selama ini hanya menekankan pada legalitas. Pasalnya, legalitas bisa dibentuk. “Seperti produk emas, kalau cuma mencari fatwa kan bisa saja. Tapi sebenarnya inikan masalah ekonomi islam. Subtansinya itu yang harus dipertegas kalau cuma mengikuti produk dari bank konvensional untuk apa bentuk bank syariah”, ucapnya.

SE antara lain terdiri dari rambu-rambu produk gadai emas, yakni pembatasan jumlah pembiayaan maksimal ke nasabah, loan to value (LTV) maksimal 80%, harga taksiran terhadap emas yang digadaikan, keharusan nasabah mencantumkan tujuan penggunaan dari gadai emas tersebut beserta sanksi tegas bagi bank syariah yang melanggar. "Berapa maksimal jumlah pembiayaan ke nasabah, itu belum diputuskan," ungkap Mulya.

Ditempat yang sama, Deputi Direktur Perbankan Syariah Bank Indonesia Tirta Segara mengatakan ada dua masa transisi yang diatur dalam Surat Edaran tentang gadai emas yang segera terbit setelah dibahas bersama dengan industri. Masa transisi pertama adalah penyesuaian aturan produk yang ditetapkan selama 1 tahun dan kedua adalah prosedur standar operasional (SOP) yang berjangka waktu 1 bulan. "Kami memberikan masa transisi 1 tahun. Namun untuk penyesuaian SOP kami berikan transisi 1 bulan setelah surat edaran terbit. Jadi SOP yang kemarin banyak dilanggar harus diperbaiki dalam waktu 1 bulan," kata Tirta lagi

Tirta menambahkan dalam surat edaran yang akan dikeluarkan tersebut, bank sentral akan memperketat sejumlah aturan agar produk ini tidak disalahgunakan. Aturan yang diperketat adalah pembatasan plafon pinjaman dan rasio portofolio gadai terhadap total pembiayaan dari bank yang bersangkutan. "Batasan portofolio gadai emas juga akan memperhitungkan besaran modal yang dimiliki bank. Jadi batasan portofolio berapa kali dari modal," ungkapnya.

Selain itu, rasio pinjaman terhadap jaminan (finance to value ratio/FTV), jangka waktu dan batasan pinjaman berulang (roll over) juga akan dibatasi. Aturan baru ini sebelumnya direncanakan terbit pada akhir Januari lalu, namun harus tertunda tanpa alasan yang jelas hingga pertengahan Februari. Aturan ini nantinya menjadi kunci pembuka penghentian sementara (suspensi) gadai emas. "Sebentar lagi akan keluar. Tetapi pembiayaan yang existing kan sudah besar,” ujarnya.

Ekspansi produk gadai emas dihentikan sementara sejak 14 Desember 2011 setelah bank sentral menemukan ada sejumlah pelanggaran dalam produk ini yang disalahgunakan untuk kegiatan investasi spekulatif. Setelah disuspensi bisnis gadai emas sejumlah bank syariah terus menurun. Hal itu disebabkan karena sejumlah pinjaman telah jatuh tempo, namun bank dilarang menambah nasabah baru. **maya

BERITA TERKAIT

Ini yang Perlu Anda tahu Sebelum Beli Tiket Murah

Berburu tiket murah sebelum bepergian memang menarik demi menghemat biaya perjalanan, tapi bagaimana agar semua bejalan lancar dan menyenangkan. Perusahaan…

Aturan Saham IPO Dongkrak Investor Baru

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio menilai bahwa kajian mengenai aturan untuk meningkatkan alokasi saham bagi investor…

Kemenperin Rancang Aturan Terkait Dampak Bahan Kimia Industri

      NERACA   Jakarta - Kementerian Perindustrian sedang merancang sebuah peraturan mengenai penanggulangan keadaan darurat dari bahan kimia…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps

      NERACA   Washington - Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya…

Amartha Salurkan Pembiayaan Rp200 miliar

      NERACA   Jakarta – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) telah menyalurkan pembiayaan dengan model financial technology (fintech)…

Mahasiswa GenBI Diharapkan jadi Garda Terdepan

      NERACA   Bogor - Bank Indonesia (BI) meminta kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa BI dapat mendedikasikan ilmu…