Spammer Gunakan Teknik Rekayasa Sosial - Laporan Symantec :

Neraca. Symantec Corp. memberikan hasil-hasil temuan Symantec Intelligence Report bulan Januari, yang menunjukkan bahwa spammer menggunakan liburan dan acara-acara besar untuk membuat email mereka lebih menarik. Agar penerima lebih tergoda untuk membuka pesan mereka, spammer menggunakan teknik rekayasa sosial lain dengan memasukkan parameter di URL untuk menunjukkan bahwa tujuan link tersebut adalah sebuah situs jejaring sosial.

Symantec Intelligence telah melihat lebih dari 10,000 nama domain unik yang dibajak dengan sebuah skrip pengalihan ditulis dalam format PHP yang berisi referensi untuk Tahun Baru pada nama filenya. Skrip pengalihan ini dikirim dari situs Web yang dibajak dan link ke situs Web itu dimasukkan dalam email spam, yang kemudian diblokir oleh Symantec.cloud.

Symantec Intelligence memperkirakan spammer akan memanfaatkan “kalender acara” mendatang lainnya di mana salah satu yang paling utama adalah perayaan tradisional Tahun Baru China mulai minggu yang lalu dan terus berlanjut selama beberapa hari, serta menjelang Hari Valentine.

“Kami juga memperkirakan akan melihat banyak spam dan malware yang memanfaatkan beberapa event olah raga besar mendatang tahun ini. Kami telah melihat referensi ke Olimpiade di London sebagai bagian dari pesan 419 atau penipuan yang meminta uang muka,” kata Paul Wood, senior intelligence analyst, Symantec.

“Dengan menghubungkan email mereka ke liburan/perayaan yang dirayakan secara luas dan acara terkini yang diminati diseluruh dunia, spammer dan pembuat malware dapat (setidaknya sekilas) membuat pesan mereka lebih menarik, dan meningkatkan kesempatan penerima mengunjungi situs Web spam atau menjadi terinfeksi,” kata Wood.

Selama bulan Desember, tingkat spam global menurun, namun di bulan Januari secara bertahap kembali ke tingkat yang sama seperti di bulan November 2011, yang masih tetap lebih rendah dibandingkan rata-rata tahun 2011.

Laporan penting lainnya;Spam. Di bulan Januari 2012, rasio global spam dalam trafik email meningkat sebesar 1.3 poin persentase sejak Desember 2011, menjadi 69.0% (satu dalam setiap 1,45 email). Hal ini mengikuti penurunan yang lebih terlihat di bulan Desember saat spam turun sebesar 2.8 poin persentase menjadi 67.7%. Kenaikan saat ini berarti bahwa spam telah hampir kembali ke tingkat yang sama seperti di bulan November 2011.

Phishing. Di bulan Januari, tingkat phishing global meningkat sebesar 0.06 poin persentase, membuat rata-rata untuk satu dalam setiap 370.0 email (0.27%) yang terdiri dari beberapa bentuk serangan phishing.

Ancaman yang berasal dari E-mail: Rasio global virus dari email dalam trafik email adalah satu dari 295.0 email (0,33%) di bulan Januari, menurun sebesar 0,02 poin persentase sejak bulan Desember 2011. Di bulan Januari, 29.0% ancaman yang berasal dari email berisi link ke situs Web berbahaya tidak berubah sejak bulan Desember 2011.

Ancaman Malware Berbasis Web: Bulan Januari memperlihatkan rata-rata 2,102 situs Web setiap hari menyembunyikan malware dan program yang tidak diinginkan lainnya termasuk spyware dan adware; menurun menjadi 77.4% sejak bulan Desember 2011.

Ancaman Endpoint: Malware yang paling sering diblokir bulan lalu adalah WS.Trojan.H. WS.Trojan.H adalah deteksi heuristik umum berbasis cloud untuk file yang memiliki karakteristik ancaman yang belum diketahui. File yang terdeteksi oleh heuristik ini dianggap Symantec akan menimbulkan resiko bagi pengguna dan karenanya diblokir untuk mengakses komputer.

Arab Saudi tetap menjadi negara yang paling banyak mendapat spam pada bulan Januari, dengan tingkat spam 75,5%. Cina menjadi negara kedua yang paling banyak mendapat spam dengan 75,0% dari trafik email diblokir sebagai spam. Di AS, 69,0% email adalah spam dan 68,7% di Kanada. Tingkat spam di Inggris adalah sebesar 69,3%. Di Belanda, spam mencapai jumlah 70,7% dari trafik email, 68,2% di Jerman, 69,1% di Denmark dan 68,6% di Australia. Di Hong Kong, 67,5% dari email diblokir sebagai spam dan 66,7% di Singapura, dibandingkan dengan 65,6% di Jepang. Spam mencapai 69,5% dari trafik email di Afrika Selatan dan 73,1% di Brasil.

BERITA TERKAIT

Wapres: Laporan Kekayaan dan Pajak Cegah Korupsi

  NERACA Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan rutin melaporkan harta kekayaan dan pajak kepada Komisi Pemberantasan Korupsi…

Presiden: WTP Bukan Prestasi, Tapi Kewajiban - TERKAIT LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH 2017

NERACA Bogor – Presiden Joko Widodo menyebut laporan keuangan yang mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK bukanlah sebuah…

Pemkab Banyumas Petakan Isu Pembangunan Sosial - Bentuk Forum CSR

Dimaksudkan untuk mengkordinasikan program corporate social responsibility (CSR) agar tepat sasaran dan efektif, pemerintah Kabupaten Banyumas dan perusahaan-perusahaan di wilayah…

BERITA LAINNYA DI TEKNOLOGI

Serangan Ransomware Masih Jad Ancaman Terbesar Pada Dunia Digital

Serangan siber peranti lunak, Ransomware, masih menjadi ancaman terbesar dunia digital yang saat ini tengah diadopsi nyaris di seluruh sektor,…

Mencegah Penyalahgunaan NIK - Kemkominfo Perbaiki Fitur Cek Nomor Registrasi

Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika Ahmad M Ramli memastikan bahwa pihaknya akan memperbaiki fitur cek nomor registrasi sehingga nantinya…

Menghindari Virus Pada Smartphone

Selain bisa merusak komputer, virus, dan malicious software (malware) juga kerap menyerang smartphone. Berbagai risiko mungkin terjadi ketika smartphone terkena…