Analis : Investor Tidak Cemas Shutdown AS

NERACA

Jakarta - Analis dan Chief Market Strategist FXTM, Hussein Sayed mengatakan, investor tidak cemas oleh "shutdown" atau tidak berjalannya pemerintahan Amerika Serikat karena tidak tercapai kata kesepakatan terkait anggaran negara AS.”Walaupun situasi ini menjadi pembahasan besar di media, namun investor sepertinya tidak terlalu khawatir atas dampaknya terhadap investasi," kata Hussein Sayed di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, hal yang terjadi menyiratkan bahwa pasar finansial semakin kebal menghadapi drama politik yang terjadi di negara adidaya di bawah pemerintahan Donald Trump. Dirinya memprediksi bahwa drama "shutdown" tersebut akan segera berakhir.

Hal tersebut karena terakhir kali pemerintah AS mengalami "shutdown" pada 2013 selama 16 hari, ekonomi AS harus kehilangan US$ 24 miliar. Di tempat terpisah, Bank Indonesia meyakini berhenti beroperasinya sebagian layanan publik di Amerika Serikat (AS) alias "shutdown", imbas belum disepakatinya anggaran pemerintah oleh Senat, hanya berdampak kecil dan sementara ke Indonesia.

Kata Gubernur BI, Agus Martowardojo, setelah "shutdown", tidak semua layanan dari pemerintah AS berhenti beroperasi. Pemerintah dan Senat AS juga tidak akan membiarkan "shutdown" tersebut terjadi lama. Sementara itu, ekonom senior Standard Chartered Bank Indonesia, Aldian Taloputra, menilai dampak dari penghentian sementara atau "shutdown" operasional pemerintahan di Amerika Serikat tidak terlalu besar bagi Indonesia.

Dia menjelaskan berhentinya kegiatan pemerintah AS tersebut bukan kali pertama terjadi. Pemerintah AS pernah mengalami "shutdown" pada 1-16 Oktober 2013. Sedangkan Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bahwa "shutdown" atau penghentian sementara operasional pemerintahan di Amerika Serikat tidak berdampak negatif pada industri pasar modal domestik.”Itu bukan sesuatu yang baru, AS pernah mengalami 'shutdown' pada 2013 lalu dan IHSG tetap mencatatkan kenaikan," kata Direktur Utama BEI, Tito Sulistio.

BERITA TERKAIT

Pelaku Pasar Diminta Tidak Panik Jual - Tekanan IHSG Bersifat Sementara

NERACA Jakarta – Koreksi indeks harga saham gabungan (IHSG) sejak awal perdagangan hingga penutupan, membuat direktur utama PT Bursa Efek…

Kinerja Bulog Dikhawatirkan Tidak Maksimal - Setelah Tugas Penyerapan Telur dan Ayam

NERACA Jakarta – Kinerja Bulog dikhawatirkan tidak akan maksimal setelah institusi pimpinan Budi Waseso tersebut kembali mendapatkan tugas baru dari…

Polisi Diminta Tidak Tunda Penyidikan Gunawan Yusuf

Polisi Diminta Tidak Tunda Penyidikan Gunawan Yusuf NERACA Jakarta - Pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Muzakir…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Saham Super Energy Masuk Pengawasan BEI

Lantaran pergerakan harga sahamnya melesat tajam di luar kebiasaan atau disebut unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Super Energy…

Malindo Bagikan Dividen Rp 16 Per Saham

NERACA Jakarta - Emiten yang bergerak produksi pakan ternak, PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) akan membagikan dividen interim dari laba…

TOWR Raih Dividen Protelindo Rp 25 Miliar

Berkah masih positifnya pertumbuhan industri telekomunikasi, dirasakan betul bagi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Pasalnya, perseroan bakal mengantongi dividen…