Rucika Ingin Lebih Kuat Di Industri Perpipaan - Kaloborasi dengan Mitra Internasional

NERACA

Jakarta – PT Wavin Duta Jaya yang merupakan produsen pipa PVC dengan produknya Wavin dan Rucika, berkolaborasi dengan mitra internasional yaitu Ke Kelit dari Eropa dan Maezawa dan Mitsubishi dari Jepang. Kolaborasi ini bukanlah yang pertama, setelah sebelumnya juga berkolaborasi dengan Wavn BV Holland. Dengan hadirnya dua mitra internasional yang baru tersebut, PT Wavin Duta Jaya merubah nama usahanya menjadi PT Wahana Duta Jaya Rucika.

Menurut CCS Senior Manager PT Wahana Duta Jaya Rucika Putra Wijaya, dengan kolaborasi ini merupakan wujud perusahaan untuk lebih melayani dengan lebih luas, semakin variatif produknya, teknologi yang terkini, hingga perluasan pasar. “Kolaborasi ini menjadikan kita semakin kuat di industri perpipaan di Indonesia,” ungkap Putra dalam peluncuran nama perusahaan baru tersebut di Jakarta, (19/1).

Ke Kelit merupakan produsen sambungan khusus untuk air panas, sementara Maizawa merupakan produsen aksesoris perpipaan. “Nantinya ketika masuk ke Indonesia, kedua brand tersebut akan diubah namanya jadi Rucika,” kata Putra. Soal target setelah berkolaborasi dengan kedua mitra internasional tersebut, Putra menyampaikan bahwa fokus produk dari kedua mitra tersebut cukup sulit. Untuk produk dari Kaizawa, penggunaannya masih kecil sementara produk dari Ke Kelit, kompetisinya sangat ketat. Tak ayal membuat Putra hanya menargetkan penjualan sebesar Rp15 miliar.

Pihaknya pun tak menutup kemungkinan untuk berkolaborasi dengan perusahaan lainnya, asalkan mempunyai reputasi yang baik dan produknya bisa diterapkan di Indonesia. “Jadi siapapun bisa berpartner dengan kami,” katanya seraya menjelaskan bahwa kolaborasi ini membuat Rucika menerapkan solusi total sistem perpipaan. Menurut Putra, solusi total sistem perpipaan yang dimaksud adalah pihaknya akan menyiapkan tenaga ahli baik dari proses perencanaan, pemasangan hingga selesai pemasangan.

“Ini merupakan wujud solusi nyata dalam rangka memenuhi kebutuhan sistem perpipaan terlengkap dan berkualitas untuk seluruh masyarakat Indonesia. Langka ini akan mewujudkan visi kami untuk mengaliri air kepada masyarakat dalam setiap sendi kehidupan,” tukasnya.

Terkait dengan industri perpipaan nasional, menurut Putra, hal itu sejalan dengan pembangunan infrastruktur yang sedang dikejar oleh pemerintah Joko Widodo dan juga kondisi perekonomian nasional. “Akan tetapi kita melihatnya bahwa saat ini antara demand dan supply untuk pipa belum terpenuhi dengan baik karena lebih banyak demand nya dari pada supply. Artinya pasanya cukup besar, hal itulah membuat para pemain asing masuk ke pasar Indonesia,” jelasnya.

BERITA TERKAIT

Tiga Bank BUMN Syariah jadi Mitra Pertamina

NERACA Jakarta - PT Pertamina (Persero) menggandeng tiga bank Syariah anak BUMN sebagai mitra dalam pembayaran gaji dan sejumlah pembayaran…

PII Ingin Berikan Kenyamanan Berinvestasi - Indonesia PPP Day 2019

  NERACA Singapura - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelenggarakan Indonesia Public Private Partnership (PPP) Day 2019 di Singapura pada Selasa, (15/01)…

Relasi Pasar Domestik dan Pasar Internasional

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Fenomena globalisasi dan liberalisasi yang ditopang oleh sistem ekonomi digital yang marak…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Permen PUPR Soal Rusun Akan Dijudical Review

        NERACA   Jakarta - Para pengembang properti yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) dan Persatuan…

KIBIF Siapkan 20 Ribu Ekor Sapi untuk Pasar Domestik

    NERACA   Jakarta - Setelah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Estika Tata Tiara…

FIHRRST Ajak Perusahaan Sadar dan Hormati HAM

    NERACA   Jakarta - The Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST) mengadakan seminar sosialisasi studi kepada…