ELTY Restrukturisasi Obligasi US$ 155 Juta

NERACA

Jakarta - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) telah menyelesaikan restrukturisasi obligasi global senilai US$ 155 juta dengan bunga 8,625% per tahun yang diterbitkan BLD Investment Pte Ltd (BLDI).”Restrukturisasi 'global bond' dari 'convertible' menjadi 'exchangeable' ini, kami ubah menjadi kepemilikan di saham anak usaha," kata Presiden Direktur Bakrieland, Ambono Janurianto di Jakarta, kemarin.

Skema restrukturisasi obligasi dilakukan melalui penyerahan saham milik PT Prima Bisnis Utama (PBU) dalam PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (GAP) sebanyak 8.563.472.860 lembar saham GAP atau setara 37,9% saham. Karena nilai perubahan menjadi kepemilikan saham dalam anak usaha masih kurang dari yang merupakan kewajiban, Bakrieland kemudian menerbitkan waran baru yang bisa digunakan untuk memiliki Bakrieland dengan nilai Rp100 per lembar saham.

Waran adalah efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang memberi hak kepada pemegang efek untuk memesan saham dari perusahaan tersebut pada harga tertentu. Penerbitan "naked warrant" atau waran yang dikeluarkan tanpa induknya, oleh Bakrieland sebanyak 2.518.461.951 lembar dan satu waran memberikan hak untuk membeli 10 saham seri B dengan masing-masing nilai nominal sebesar Rp100 per saham.”Diterbitkan 2,5 miliar lembar waran dan satu waran bisa 10 lembar saham. Jadi 25 miliar lembar saham kalau 'convert' semua nilainya Rp2,5 triliun," ucap Ambono.

Waran tersebut dapat digunakan dalam waktu selambat-lambatnya empat tahun sejak penerbitannya dengan ketentuan dapat dilakukan setelah enam bulan diterbitkannya waran. Kronologi Pada 23 Maret 2010, Bakrieland melalui BLDI menerbitkan obligasi global senilai US$ 155 juta dengan bunga sebesar 8,625% dan jatuh tempo pada 23 Maret 2015.

Dana hasil penerbitan obligasi digunakan oleh BLDI untuk memberikan pinjaman kepada BLD Asia Pte Ltd (BLDA) yang kemudian dipinjamkan oleh BLDA kepada ELTY, lalu kemudian dana tersebut didistribusikan kepada entitas anak usaha di Indonesia untuk modal kerja proyek-proyek saat itu. Pada 23 Maret 2013, para pemegang obligasi telah melaksanakan "put option" 97,4% dari jumlah obligasi yang diterbitkan, sehingga pada 31 Desember 2013 obligasi diklasifikasikan menjadi utang jangka pendek.

The Bank Of New York Mellon (BONY) sebagai "trustee" menyatakan BLDI "default" atas pembayaran bunga obligasi. Pada 29 Agustus 2013, BONY melalui kuasa hukumnya mengajukan permohonan penundaan pembayaran utang pada pengadilan niaga Jakarta Pusat. Pengadilan niaga Jakarta Pusat menyatakan tidak dapat menerima permohonan tersebut karena bukan merupakan yurisdiksi pengadilan Indonesia, yang kemudian dikuatkan oleh putusan Mahkamah Agung.

Manajemen Bakrieland dan komite yang mewakili 30,9% dari total obligasi yang diterbitkan sepakat mengenai restrukturisasi obligasi dengan mekanisme melalui penyerahan 37,9% saham entitas anak di PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk.

Para pemegang Obligasi mengadakan rapat kreditor di Singapura pada 26 Oktober 2017 untuk melakukan voting guna memperoleh persetujuan atas skema restrukturisasi. Rapat kreditor dihadiri oleh 41 pemegang obligasi atau kuasanya yang mewakili US$ 139 juta dari total obligasi dan menyepakati skema tersebut.

BERITA TERKAIT

Buyback 9,29 Juta Saham - Arwana Realisasikan Dana Rp 3,29 Miliar

NERACA Jakarta – Perusahaan keramik, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) telah membeli kembali 9,29 juta saham lewat aksi korporasi buyback.…

Overburden Capai 55 Juta Ton - Samindo Klaim Produksi Lampaui Target

NERACA Jakarta -PT Samindo Resources Tbk (MYOH) telah merampungkan operasional overburden dan produksi tahun lalu dengan capaian melebihi target. Disebutkan,…

Program B20 Hemat Impor Solar Hingga US$937,84 juta

      NERACA   Jakarta - Kebijakan pencampuran Bahan Bakar Nabati (BBN) berupa biodiesel sebesar 20 persen (B20) ke…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

KINO Akuisisi Kino Food Rp 74,88 Miliar

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) akan menjadi pemegang saham pengendali PT Kino Food Indonesia. Rencana itu tertuang dalam perjanjian Jual…