Rugi Bakrie Telecom Membengkak 28,98%

Bila kebanyakan emiten telekomunikasi mampu mencetak untung, sebaliknya kinerja keuangan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) masih terus terpuruk. Dimana rugi perseroan semakin membengkak lantaran jumlah pendapatan yang semakin menyusut. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin perseroan membukukan kerugian Rp 968,94 miliar. Jumlah ini meningkat 28,98% dibandingkan kerugian yang harus ditanggung BTEL pada periode Januari-September 2016 lalu sebesar Rp 751,25 miliar.

Disebutkan, salah satu penyebab naiknya rugi anak usaha Grup Bakrie ini ialah menurunnya jumlah pendapatan hingga triwulan ketiga 2017 lalu. Dalam laporan tersebut, pendapatan BTEL turun drastis dari Rp 148,67 miliar di kuartal III-2016 menjadi hanya Rp 5,73 miliar. Ini artinya, jumlah pendapatan BTEL turun 96,15% year-on-year (yoy).

Drastisnya penurunan pendapatan tersebut disebabkan oleh hilangnya pendapatan jasa telekomunikasi dari bisnis kartu prabayar di kuartal ketiga tahun lalu. Padahal, pendapatan dari bisnis prabayar berkontribusi atas 84,08% dari total pendapatan BTEL di kuartal III-2016 lalu. Namun, penurunan pendapatan ini ikut membuat beban usaha BTEL selama sembilan bulan tahun lalu menyusut 20,63% yoy dari Rp 814,35 miliar di triwulan ketiga 2016 menjadi Rp 646,33 miliar.

Meski begitu, hal tersebut belum bisa membuat rugi BTEL berkurang lantaran masih harus menangung rugi selisih kurs sebesar Rp 36,82 miliar dan beban pajak penghasilan sebesar Rp 49,79 miliar sepanjang sembilan bulan tahun lalu.

BERITA TERKAIT

PTAPT Tuntut Ganti Rugi BFI Rp 1 Triliun - Nunggak Bayar Kewajiban Dividen

NERACA Jakarta – Setelah PT. Aryaputra Teguharta (PTAPT) mengajukan gugatan terkait uang paksa (dwangsom) sebesar lebih dari Rp 80 miliar,…

Pahala N Mansury Dicopot Jadi Dirut Garuda - Masih Membukukan Rugi

NERACA Jakarta- Belum maksimalnya pencapaian kinerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) di bawah kepemimpinan Pahala N Mansury, dituding menjadi…

Renuka Coalindo Catatkan Rugi US$ 58.545

NERACA Jakarta –Perfomance kinerja PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) di kuartal kedua tahun ini masih membukukan raport merah. Pasalnya, perseroan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Saham Super Energy Masuk Pengawasan BEI

Lantaran pergerakan harga sahamnya melesat tajam di luar kebiasaan atau disebut unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Super Energy…

Malindo Bagikan Dividen Rp 16 Per Saham

NERACA Jakarta - Emiten yang bergerak produksi pakan ternak, PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) akan membagikan dividen interim dari laba…

TOWR Raih Dividen Protelindo Rp 25 Miliar

Berkah masih positifnya pertumbuhan industri telekomunikasi, dirasakan betul bagi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Pasalnya, perseroan bakal mengantongi dividen…