Mandiri Kucurkan Dana Kemitraan Rp109 M

NERACA

Pasuruan---Bank Mandiri terus menggelar workshop guna mendorong pertumbuhan wirausahawan tangguh di tanah air. Apalagi dana kemitraan yang dikucurkan pada 2011 mencapai Rp109 miliar. " Kami mengucurkan dana pendampingan kemitraan dari 2%-3% dari total laba pada tahun 2011 yang mencapai Rp109 miliar," kata Dirut Bank Mandiri, Zulkifli Zaini di Jawa Timur, Jumat.

Menurut Zulkifli, pengembangan kewirausahaan di lingkungan pesantren merupakan program tindak lanjut yang sebelumnya telah dilaksanakan di perguruan tinggi negeri maupun swasta. "Program serupa juga akan dikembangkan lagi ke perguruan tinggi agama Islam," tambahnya

Lebih jauh kata Zulkifli, pengembangan kewirausahaan di pesantren juga dapat menumbuhkan sentra ekonomi yang dapat menyejahterakan masyakarat di sekitarnya. Hal itu karena keberadaan pesantren di tengah masyarakat memiliki makna strategis untuk megembangkan sentra ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Pesantren juga telah lama mengakar di masyarakat. Hal ini merupakan kekuatan yang dapat membangkitkan semangat masyarakat dalam meraih kemajuan hidup," ucapnya

Melalui program tersebut, Bank mandiri ingin terus meningkatkan ketrampilan santri pondok pesantren se- Jawa Timur untuk menumbuhkan "sense of business" sehingga tercipta wirausaha-wirausaha muda yang potensial dari pesantren.

Zulkifli berharap para santri yang telah mengikuti program kewirausahaan, selepas dari pesantren nanti tidak lagi mencari pekerjaan, tapi sebaliknya mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri maupun orang lain. "Nantinya, para santri yang telah mengikuti pr0gram kewirausahaan akan terus mendapatkan pendampingan kemitraan. Kami mengucurkan dana pendampingan kemitraan dari 2%-3% dari total laba pada tahun 2011 yang mencapai Rp109 miliar," paparnya

Sementara itu, Ketua Umum Rabithah Ma`ahid Islamiyah NU, Amin Haidir, mengatakan, program kewirausahaan yang dilaksanakan di pesantren sangat cocok dengan watak pesantren yang sejak lahir hingga kini memang bersifat swasta. "Seluruh pondok pesantren di Indonesia memang swasta, sehingga kegiatan yang diprakarsai Bank Mandiri tersebut sangat tepat untuk pengembangan kewirausahaan," kata Amin Haidar.

Amin mencatat jumlah pondok pesantren yang tergabung dakam Rabithah Ma`ahid Islamiyah NU mencapai 23 ribu pesantren yang mendidik sekitar empat juta santri, sehingga jika seluruh santri tersebut berhasil diberdayakan menjadi wirausaha yang mandiri, maka dipastikan bangsa Indonesia bakal makmur.

Selain menggelar workshop kewirausahaan, Bank Mandiri dalam kesempatan tersebut juga menyerahkan bantuan hibah senilai Rp350 juta untuk merevitalisasi masjid dan pengadaan komputer Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini, Areng-areng, Sambisirah, Wonorejo, Pasuruan. **cahyo

BERITA TERKAIT

Reformasi Dana Insentif Daerah

Oleh: Joko Tri Haryanto, Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu *) Dalam APBN, kerangka hubungan pendanaan antara Pemerintah Pusat dan Daerah diterjemahkan…

Kemitraan Indonesia-Uni Eropa Didorong Lebih Seimbang

NERACA Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mendorong perundingan dari Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (IEU CEPA)…

HM Sampoerna Perkuat Jaringan Kemitraan - Tingkatkan Daya Saing Agro Industri

NERACA Jakarta - Dalam rangka meningkatkan daya saing sektor agro industri nasional, PT HM Sampoerna Tbk sebagai produsen rokok terus…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Diyakini Tahan Suku Bunga Acuan

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) diyakini akan menahan kebijakan bunga acuan "7-Day Reverse Repo Rate" di…

OCBC NISP Yakin Pertumbuhan Kredit Dua Digit

  NERACA   Jakarta - PT OCBC NISP Tbk meyakini penyaluran kredit akan membaik pada triwulan IV/2017 sehingga mampu mencapai…

Utang Luar Negeri Naik 4,7%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) naik 4,7 persen (year on year)…