BEI Kejar 22 Perusahaan Kakap Untuk IPO - Dongkrak Kapitalisasi Pasar

NERACA

Bandung – Masih kecilnya nilai kapitalisasi pasar IPO di tahun 2017 kemarin, memacu PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk membidik perusahaan kakap baik asing maupun lokal untuk listing di pasar modal. Disebutkan, pihak BEI menantang 22 perusahaan kakap untuk go public. “Ada 22 perusahaan besar yang belum IPO. Perusahaan itu seperti Djarum, Teh Botol, Kapal Api, Kopi Luwak, dan lainnya. Kita sudah ada datanya, kita akan paksa mereka," kata Direktur Utama BEI, Tito Sulistio di Bandung, kemarin.

Pihak BEI sendiri sudah mengirimkan surat kepada 22 perusahaan itu untuk menjadi perusahaan publik. Dua perusahaan pun, kataTito sudah melakukan komunikasi secara langsung. Respons yang didapat cukup bagus, namun perlu upaya terus menerus untuk mengajak perusahaan besar tersebut melantai di pasar modal.”Manfaat IPO tidak sekadar uang. Tetapi itu bisa membantu masyarakat Indonesia. Tolong dong, karena mereka sudah menikmati kekayaan Indonesia. Saatnya transparansi publik dan beri pemerataan kepada rakyat," jelasnya.

Kata Tito, bila mereka go publik dapat menambah market cup bursa Indonesia sampai Rp2.000 triliun. Saat ini, market cup Indonesia kecil Rp7.200 triliun dan perlu dana masuk. "Saya berharap secepatnya mereka bisa listing di BEI," paparnya.

Dirinya menambahkan, tidak ada pasar modal yang maju kalau ekonominya tidak maju. Biasanya pasar modal naik mendahului perekonomian,dan turun mendahului perekonomian. Tahun ini, pihaknya optimistis ekonomi Indonesia tidak lebih jelek dari tahun lalu ketika ekonomi dunia juga baik dan memberi harapan.”Memang perusahaan yang banyak dinantikan adalah BUMN. Tetapi prosesnya susah. Jadi biasanya anak atau cucu BUMN yang go publik. Kedua, adalah perusahaan startup. Mereka itu banyak ditunggu,”ungkapnya.

Sebelumnya, pihak BEI menargetkan bisa mengajak 10 perusahaan asing untuk listing di pasar modal Indonesia. Terutama pada perusahaan yang 40% aset dan pendapatannya berasal dari Indonesia. Dari data yang dikumpulkan BEI, setidaknya ada 52 perusahaan asing yang berpotensi untuk listed. Dari 52 perusahaan tersebut, BEI sudah berbicara dengan 3 perusahaan.

Tito berharap, kurang lebih sepertiga dari perusahaan tersebut bisa listed tahun depan atau 2019. Sedangkan untuk tahun ini, BEI berharap bisa mengajak 10 perusahaan untuk mencatatkan saham di bursa tahun ini. " Karena ada perusahaan yang 100% pendapatannya dari Indonesia tapi listed di luar negeri. Gak ilok kata orang Jawa. Pengennya sih 10 tahun ini, saya kejar ya,”tuturnya.

Sebagai informasi, di tahun politik ini BEI sempat memasang target bisa membawa 35 perusahaan untuk IPO atau sama dengan target tahun 2017 kemarin.

BERITA TERKAIT

Saham Super Energy Masuk Pengawasan BEI

Lantaran pergerakan harga sahamnya melesat tajam di luar kebiasaan atau disebut unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Super Energy…

Harga Premium Tidak Naik untuk Jaga Daya Beli dan Inflasi

NERACA Jakarta -- Presiden Jokowi menegaskan,  harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium tidak mengalami kenaikan. Pasalnya, presiden khawatir kenaikan harga…

Menakar Potensi Pasar Dinfra Jasa Marga - Bidik Dana Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Setelah sukses melakukan sekuritisasi aset untuk mendanai pengembangan jalan tol, rupanya membuat PT Jasa Marga (Persero) Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bersama WIKA dan Summarecon - MUN Ikut Konsorsium Tol Dalam Kota Bandung

NERACA Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) lewat anak usahanya PT Margautama Nusantara (MUN) bersama PT Wijaya Karya (Persero)…

Pendapatan Bali Towerindo Tumbuh 42%

NERACA Jakarta - Di kuartal tiga 2018, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) membukukan kenaikan pendapatan usaha 42% menjadi Rp…

Pefindo Beri Peringkat AA- Chandra Asri

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan rating untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) pada idAA-. Outlook rating TPIA stable. Rating…