MUFG Beri Fasilitas Pembiayaan untuk Proyek Infrastruktur

NERACA

Jakarta - Mitsubishi UFJ Financial Group, melalui entitas bank Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ (MUFG) mengumumkan penandatanganan dua fasilitas pinjaman sindikasi untuk mendukung dua proyek infrastruktur prestisius berskala besar di Indonesia. MUFG merupakan satu dari 12 bank dan lembaga pendanaan yang menandatangani perjanjian pinjaman sindikasi senilai Rp 19,25 triliun (US$ 1,35 milyar) untuk jangka waktu pinjaman 18 tahun dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero), perusahaan transportasi kereta api Indonesia.

Pendanaan tersebut dialokasikan untuk mendukung proyek light rail transit (LRT) yang mencakup wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi. Perjanjian tersebut merupakan salah satu kesepakatan pinjaman terbesar yang pernah dibuat pada sektor transportasi perkereta-apian di Indonesia. Pada kesepakatan tersebut, MUFG berperan sebagai salah satu participating lenders.

MUFG telah menyelesaikan penandatangan perjanjian pinjaman sindikasi senilai Rp 1 triliun (US$ 70,1 juta) dengan PT Waskita Karya (Persero) Tbk, pada 15 Januari lalu. MUFG, bersama dengan tiga lembaga pendanaan lainnya, mendukung pelaksanaan konstruksi jalan tol Salatiga-Kartasura, yang nantinya akan melengkapi mega proyek Jalan Tol Trans Jawa yang akan menghubungkan kawasan paling Barat dan wilayah paling Timur di pulau Jawa. MUFG bertindak sebagai salah satu Joint Mandated Lead Arrangers and Bookrunners (JMLAB) sekaligus sebagai salah satu agen jaminan pada proses transaksi ini.

Kedua transaksi ini merupakan bukti komitmen MUFG terhadap pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Keterlibatannya lebih jauh menekankan keyakinan MUFG atas prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Melalui kekuatan finansial sebagai salah satu grup jasa keuangan terbesar di dunia, dan juga sebagai kantor cabang bank asing terbesar di Indonesia, MUFG mampu menjalin kolaborasi yang baik dengan bank dan lembaga pendanaan mitra untuk menghadirkan fasilitas pinjaman sindikasi ini.

“Kami bangga dalam menjadi bagian dari sejumlah proyek infrastruktur utama di Indonesia. MUFG secara konsisten telah menduduki posisi teratas pada sejumlah proyek pendanaan di tingkat global dalam beberapa tahun belakang ini. Dengan pengalaman, keahlian dan kapabilitas pendanaan kami, MUFG ingin berkontribusi dan mendukung kebutuhan infrastruktur untuk dapat membangun perekonomian Indonesia lebih jauh,” kata Executive Officer dan General Manager MUFG di Indonesia Yusuke Katsuta, dalam keterangannya.

Katsuta menambahkan penandatangan dua kesepakatan ini menjadi pijakan simbolis bagi cabang MUFG di Indonesia. “Tahun ini menandai peringatan 50 tahun beroperasinya cabang kami di Indonesia dan kami ingin untuk terus berkontribusi secara aktif sebagai mitra yang terpercaya bagi lembaga keuangan dan bisnis global yang turut memajukan pembangunan perekonomian dan sektor jasa keuangan di Indonesia,” tukasnya.

Sementara itu,Executive Vice President dan Head of Corporate Banking MUFG Pancaran Affendi menambahkan MUFG selama ini telah mendukung usaha lokal dan bisnis dari Jepang serta sejumlah BUMN di Indonesia selama bertahun-tahun, dan melalui cabang MUFG di Jakarta, MUFG telah berpartisipasi secara aktif dalam sejumlah proyek infrastruktur strategis, termasuk di antaranya pembangkit listrik 2×1000 MW Jawa Tengah, proyek LRT Palembang, jalan tol Balikpapan-Samarinda, proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II, dan proyek LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi.

BERITA TERKAIT

Ekonom: Program Capres Harus Beri Kepastian Berbisnis

NERACA Jakarta-Ekonom menilai faktor yang mampu mendorong sentimen positif berinvestasi bukan latar belakang sosok calon presiden dan calon wakil presiden,…

Perluas Kontribusi Untuk Pemuda Indonesia - Peringati Satu Dekade ISYF

NERACA Jakarta - Salah satu syarat terpenting dalam membangun bangsa yang besar adalah mengembangkan dan memberdayakan kalangan pemuda dan generasi…

Makanan dan Minuman Ini, Baik Untuk Kesehatan Jantung

Menjaga kesehatan jantung merupakan salah satu kunci hidup sehat dan memperpanjang harapan hidup. Pasalnya, penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Yakin Dapat Kendalikan Rupiah

  NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) yakin dapat mengendalikan pelemahan nilai tukar Rupiah, dimana Senin inimelemah hingga level…

Penyaluran KUR Di Papua Capai Rp703 Miliar

      NERACA   Jayapura - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua dan Papua Barat mengungkapkan hingga semester I…

Asbanda Ingin BPD Berdaya Saing - Gelar Seminar Nasional

  NERACA   Jakarta - Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) menggelar seminar nasional bertajuk Strategic Positioning Bank Pembangunan Daerah sebagai…