Kredit Konsumtif Dominasi Perolehan Laba Bank Sultra

NERACA

Kendari - Secara umum kredit konsumtif masih mendominasi sumber laba Bank Sultra dengan kisaran 87 persen selama 2017 yang menyebabkan adanya peningkatan laba sekitar 15 persen dibanding 2016. Direktur Utama Bank Sultra, Khaerul Kemala Raden di Kendari, Kamis mengatakan, sedangkan kredit produktif masih tumbuh berkisar pada angka 13 persen. Meskipun demikian, pihaknya terus meningkatkan pelayanan untuk kredit produktif terutama penyaluran kredit bagi petani di sejumlah daerah.

"Penyaluran kredit petani tetap menjadi prioritas terutama pada sektor unggulan pertanian masing-masing kabupaten seperti di Kabupaten Konawe Utara pada sektor petani Jagung dan Konawe Selatan khusus pada petani peternakan," ujaranya. Khaerul mengatakan, angka pasti kenaikan laba yang diperoleh Bank Sultra selama 2017 itu masih bisa bergerak, sebab masih dalam perhitungan oleh tim internal bank. Akan tetapi secara gamblang terjadi peningkatan sekitar 10 hingga 15 persen dibanding tahun sebelumnya.

Di tahun 2016, Bank Sultra mencatat keuntungan sebesar Rp250 miliar. Keuntungan itu bersumber dari meningkatnya pembiayaan kredit yang disediakan Bank Sultra dan adanya perubahah strategi bisnis, khususnya pada penyaluran kredit. Dia mengatakan, dari laba yang diterima Bank Sultra sebesar 57,5 persen akan dikembalikan ke pemerintah provinsi sebagai pemilik saham dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang nantinya digunakan untuk membiayai pembangunan di seluruh wilayah Sultra.

Di tahun 2018 pihaknya akan membuka sedikitnya 10 kantor kas baru, salah satunya di wilayah terluar Sultra yakni Pulau Binongko Kabupaten Wakatobi. "Hal ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah serta menambah ekspansi dan eksistensi Bank Sultra sebagai Bank milik daerah," ujar Khaerul. Selain itu pelayanan keuangan seperti produk tabungan juga akan terus ditingkatkan melalui kegiatan sosialisasi langsung kepada masyarakat, tentang pentingnya menyimpan dan melakukan transaksi keuangan di Bank Sultra.

Ia juga berharap agar masyarakat dapat menjadikan Bank Sultra sebagai pilihan untuk melakukan transaksi keuangan, sebab semakin besar uang dan dana masyarakat yang disimpan di Bank Sultra, maka semakin besar pula dana yang bisa disalurkan kembali ke masyarakat melalui kredit. "Artinya bahwa kredit meningkat keuntungan Bank Sultra juga meningakat serta ujungnya berimbas pada peningkatan PAD yang diterima masyarakat," ujarnya. Khaerul menambahkan data 2016, Bank Sultra memiliki kantor cabang pembantu di seluruh wilayah Sultra sebanyak 63 cabang dengan jumlah lebih dari 400 ribu nasabah

BERITA TERKAIT

KPK: Kasus Bank Century Tetap Diteruskan

KPK: Kasus Bank Century Tetap Diteruskan NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap akan meneruskan penanganan kasus tindak pidana…

GMF Bukukan Laba Bersih US$ 7,4 Juta

Pada kuartal pertama 2018, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) membukukan pendapatan operasional senilai US$115,9 juta. Perolehan tersebut…

Bank DKI Borong 8 Penghargaan Kepuasan Nasabah

      NERACA   Jakarta - Bank DKI mendapatkan apresiasi atas pelayanan kepada nasabah pada ajang Satisfaction Loyalty Engagement…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pengembangan Industri Asuransi Perlu Modal Kuat

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan upaya pengembangan industri asuransi di Indonesia agar sehat…

OCBC NISP : Kenaikan Bunga Acuan Sudah Cukup

      NERACA   Jakarta - Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja menilai dosis kenaikan suku bunga acuan…

Defisit Transaksi Berjalan 2018 Diprediksi 2,3% dari PDB

  NERACA   Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengungkapkan defisit transaksi berjalan sepanjang 2018 akan mencapai 23 miliar…