Database, Media Sosial dan KPP E-Commerce

Oleh:Rifky Bagas Nugrahanto, Staf Direktorat Jenderal Pajak *)

Basis data (database) adalah kumpulan data yang tersimpan secara sistematis di dalam komputer yang dapat diolah dan dimanipulasi menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan informasi. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi berupa tipe data, struktur data dan juga batasan-batasan pada data yang akan disimpan. Basis data merupakan aspek yang sangat penting dalam sistem informasi karena berfungsi sebagai gudang penyimpanan data yang akan diolah lebih lanjut. Basis data menjadi penting karena dapat mengorganisasi data, menghindari duplikasi data, menghindari hubungan antar data yang tidak jelas dan juga update yang rumit (kutipan dariwww.termasmedia.com).

Databasesekarang ini mulai menjadi fokus utama. Bagaimana data mentah ini dikelola dan dimanfaatkan sedemikian rupa untuk mengetahui gender, umur, minat, pekerjaan, lokasi geografis, hingga karakter dan sifat. Data yang dikelola dengan baik dapat digunakan sebagai proyeksi maupun informasi untuk dapat mengambil kebijakan maupun keputusan penting tertentu.

Untuk zaman sekarang, menjadi skeptis dan tidak peduli terhadap teknologi sekarang ini sepertinya akan membawa kita ke dalam kelumpuhan dalam mendapatkan informasi yang pasti akan berpengaruh juga akan tujuan suatu organisasi.Future is gonna be interesting, mengutip perkataan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Beliau tidak berkata mengenai masa depan itu menantang melainkan masa depan itu menarik. Menarik karena 5 atau 10 tahun lagi apa yang akan terjadi dengan dunia ini. Sehingga sudah jelas, bukannya menarik diri terhadap teknologi namun bagaimana memanfaatkan teknologi itu untuk mencapai suatu tujuan institusi. Namun tidak bijak pula jika kita terlarut dalam teknologi dan hanya menjadi konsumen tanpa ada suatu perubahan yang berarti mengenai cara pandang kita, cara bekerja kita, dan juga cara bersikap kita.

Melanjutkan mengenaidatabase, teknologi pengolahan data ini sudah lebih maju di perusahaane-commercemaupun daring periklanan untuk mengambil pasar yang tepat dan sesuai. Mengulang kembali pelajaran manajemen pemasaran terdahulu bahwa jika ingin menjual barang yang diutamakan adalahmarketatau yang disebut dengan pasarnya apakah ada atau tidak, baru membuat spesifikasi barang yang sesuai permintaannya. Namun dari pasar tersebut kita masih bisa melakukan adanya penetrasi pasar dengan mempengaruhi minat bahkan mungkinmarketpun akan berubah, pelajaran yang saya ambil dari film korea yang saya tonton yang berjudulShopaholic Louis. Walaupun terlebih mudah mengikuti selera pasar daripada membentuk suatu pasar tersendiri. Di samping itu,databasedansocial mediaseperti menjadi teman yang akrab.Databasesebagai pengolah data dansocial mediasebagai pengumpul data serta media publikasi menarik.

Pertanyaannya, apakah institusi pemerintahan bisa menggunakan cara yang sama untuk mencapai visi organisasi?. Jawabannya adalah bisa, dengan pengaturan yang disesuaikan. Seolah seperti program kosong dengan data kosong namun secara fungsinya sesuai dengan kebutuhan, kita tinggal isi dan lakukan preferensi sesuai apa yang kita tuju. Coba berfikir kongkrit apa yang perlu diperbuat untuk membuat suatu pelayanan terbaik dan mendapatkanhuge informationdan ituvalid. Membuat sebuah kantor pelayanan pajake-commerce,KPP hanya untuk pengusaha-pengusahae-commerceatau prosesnya yang seluruhnya secarae-commerce, marketatau pasarmana yang berharap menjadi pilihan,namun hal inisepertinya mimpi yang pasti bisa terwujud. Namun tetap digaris bawahi bahwa perbaikan data harus dilakukan terlebih dahulu dan harus cepat. Identifikasitoolsapa saja yang harus dipunyai, harus mulai dijalankan. Mengumpulkan data juga perlu sarana menarik sehingga data-data tersebut bisa mudah berlarian masuk ke dalamdatabase. Pengamanan juga merupakan hal penting, karena data informasi itu lebihliquiddaripada sebuah cairan. Bisa terduplikasi dan terhapus dengan mudah. Lebih dari itu adalah infeksi data oleh virus yang bisa saja membuat suatu perubahan data yang bermutasi dan mengubah cara kita mengolahnya.(www.pajak.go.id)*) Tulisan ini merupakan pendapat pribadi

BERITA TERKAIT

Pemerintah Dukung UMKM Tingkatkan Ekspor Lewat E-commerce

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyatakan dukungannya untuk peningkatan ekspor melalui e-Commerce. Menurut Menkominfo Rudiantara, peluang ini terbuka…

PPSA Lemhanas dan J Resources Kirim 16 Ton Bantuan ke Palu dan Donggala

PPSA Lemhanas dan J Resources Kirim 16 Ton Bantuan ke Palu dan Donggala NERACA Jakarta - Bantuan kemanusiaan bagi masyarakat…

WOM Finance Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Bumi dan Tsunami Palu

WOM Finance Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Bumi dan Tsunami Palu NERACA Palu – Sebagai bentuk kepedulian sosial dan untuk…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Batalnya Kenaikan Premium Supaya Ekonomi Tetap Stabil

Oleh : Hugo, Pemerhati Ekonomi Politik     Kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan masyarakat luas tentu akan mendapatkan perhatian lebih…

IMF : Menguntungkan atau Merugikan Indonesia?

  Oleh: Jasmin Erika, Peneliti LSISI Saat ini, Indonesia tengah menjadi tuan rumah bagi penyelanggaran Annual Meetings of the International…

Sinergi Peran AS – Korut

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi., Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Ketegangan AS - Korut nampaknya sedikit mereda setelah…