BSM Targetkan Fee Based Hingga 50% dari Asuransi

NERACA

Jakarta - PT Bank Syariah Mandiri menargetkan pertumbuhan pendapatan komisi (Fee Based Income) sebesar 25-50 persen dari produk asuransi. Saat ini, BSM telah memasarkan lima produk asuransi syariah dari PT AXA Mandiri Financial Service.

Direktur Distribution and Services PT Bank Syariah Mandiri Edwin Widjajanto, mengatakan, kerja sama dengan AXA Mandiri telah berkontribusi terhadap fee based income sebesar Rp 20 miliar selama 2017. Nominal tersebut sekitar 5 persen terhadap keseluruhan perolehan fee based income BSM selama 2017.

"Tahun ini kami berharap fee based income dari kerja sama dengan AXA Mandiri bisa mencapai Rp 25 miliar sampai Rp 30 miliar," jelas Edwin kepada wartawan seusai acara peluncurkan produk Asuransi Mandiri Elite Plan Syariah (MEP Syariah) di Jakarta, Rabu (17/1).

Menurut Edwin, target yang dikejar BSM dari produk MPE Syariah tersebut bukanlah peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK), melainkan penambahan fee based income dan meningkatkan jumlah produk yang diketahui oleh nasabah. "Dengan jumlah produk knowledge yang banyak, membuat nasabah akan lebih loyal ke perbankan, sehingga nasabah tidak mudah pindah ke bank lain," imbuhnya.

Edwin mengatakan, produk asuransi unit link MEP Syariah tersebut menyasar kelas menengah yang merupakan nasabah BSM. Potensinya mencapai 5,5 juta nasabah BSM. Dengan nominal yang tidak terlalu besar, yakni Rp 25 juta per tahun, produk tersebut dinilai bisa menyasar semua nasabah BSM.

Selain dari kerja sama dengan AXA Mandiri, kontribusi fee based income BSM juga berasal dari transaksi jual beli valuta asing dari umrah yang cukup besar, reksa dana, produk trade service, dan emiten. "Paling besar kontributor dari produk gadai emas (pawning) sebesar 40 persen dari total seluruh pendapatan fee based income," ujarnya.

BSM telah bekerja sama dengan AXA Mandiri sejak 2010. Sampai saat ini sudah ada lima produk AXA Mandiri yang telah dipasarkan melalui channel BSM. Kelima produk tersebut yakni, Mandiri Rencana Sejahtera Syariah Plus (MRSS Plus), Mandiri lnvesta Sejahtera Syariah (MISS), Mandiri Proteksi Kesehatan Syariah (MPKS), Mandiri Sejahtera Cerdas Syariah (MSCS), dan Mandiri Elite Plan Syariah (MEPS).

BERITA TERKAIT

Waskita Targetkan Kontrak Baru Rp 55 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menargetkan total kontrak baru sekitar Rp55 triliun,”Total kontrak baru…

Gelontorkan Investasi US$ 30 Juta - Darma Henwa Targetkan Produksi 17 Juta Ton

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) fokus untuk meningkatkan produksi di tengah beratnya tantangan di industri…

Tangerang Targetkan Pembangunan Tiga Pasar Tradisional Rampung 2019

Tangerang Targetkan Pembangunan Tiga Pasar Tradisional Rampung 2019 NERACA Tangerang - Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, menargetkan pembangunan tiga proyek pasar…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Pertahankan Suku Bunga

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar enam persen…

OJK Sebut DP 0% Gairahkan Sektor Produktif

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim kebijakan penghapusan uang muka kendaraan bermotor pada perusahaan…

SMF Kerjasama Operasional dengan Bank Penyalur KPR FLPP

    NERACA   Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama operasional dengan bank penyalur…